LIGA 1
Laga melawan PS Tira Persikabo Dimajukan, Persib Butuh Uji Coba
02 September 2019 15:10 WIB
berita
BANDUNG - Jelang putaran kedua Liga 1 2019 bergulir, pelatih Persib Robert Rene Alberts ingin menggelar laga uji coba untuk mengukur kualitas komposisi tim barunya, pasca Nick Kuipers, Omid Nazari dan Kevin van Kippersluis unjuk kabisa di kompetisi Liga 1, pada Jumat (30/8) lalu. Pasalnya, Robert ingin performa tim barunya makin kompetitif dan tampil konsisten sepanjang pertandingan dengan ciri khas permainan menyerang.

Tapi harapannya tidak bertepi. Sangat sulit mencari lawan uji tanding yang setara kualitasnya. Roberts terpaksa meliburkan pasukannya selepas bertarung dengan PSS selama empat hari dan memilih berlatih intensif untuk mempersiapkan pasukannya di paruh kedua kompetisi Liga 1.


Baca Juga :
- Hujan Kartu Warnai Laga Badak Lampung versus PSM
- Soal Pelemparan Bus Persib, Ini Kata Kabomania dan The Jakmania




“Pascalibur, kami akan berlatih lebih intensif. Karena tim ini harus sedikit lebih cepat dan kuat menghadapi rivalnya di kompetisi. Waktu yang ada harus bisa dimaksimalkan. untuk membuat tim lebih kompetitif,” kata Robert.

“Apalagi jadwal putaran kedua berubah. Kami akan menghadapi Tira Persikabo 12 September. Maju dua hari dari jadwal sebelumnya 14 September. Kami tidak mau terlalu lama break,” sambung mantan pelatih PSM kepada wartawan di Stadion Si Jalak Harupat.


Baca Juga :
- Golnya Selamatkan Persib, Begini Komentar Nick Kuipers
- Reaksi RD Usai Tira Persikabo Dipaksa Persib Main Imbang


Pelatih berpaspor Belanda punya pekerjaan rumah (PR) utama memadukan pemain baru dan mempercepat chemistry-nya. Bagaimana mereka saling mengenal satu sama lain, hingga menghidupkan permainan Maung Bandung di kompetisi paling elite di Indonesia. Maklum mesti trio pemain asingnya bisa jadi pembeda, tetap ada kelemahan yang muncul dan belum tertutupi

“Trio pemain asing yang baru memang membuat permainan tim stabil. Nick dan Omid tampil sesuai ekspektasi. Servisnya membuat permainan mencair. Hanya Kevin yang belum terlalu memuaskan penampilannya. Dia masih butuh satu pertandingan lebih banyak untuk jadi figur sentral di lini depan,” kata pria kelahiran Amsterdam, Belanda, 14 November 1954 itu.

Sepak bola Indonesia memang berbeda dengan Belanda. Sehebat apapun kualitas teknik pemain, tidak melulu langsung melebur dengan atmosfernya. Apalagi buat pemain yang beroperasi di lini depan. Tantangan dan hambatannya sangat banyak, sebelum bisa mendekati jaring rivalnya.

“Setiap orang butuh waktu adaptasi dan beraklimatisasi. Dan saya menaruh harapan pada Kevin, terutama dalam distribusi golnya. Jadi saya harap dia belajar dari debutnya dan ke depan dia bisa mencetak gol untuk kemenangan Persib,” kata pria yang mengawali karier pelatihnya di Hittarps IK, Divisi 2 Swedia itu.

 

Bangkit dan Berprestasi

Mengawali putaran kedua banyak yang berharap Maung Bandung tinggal landas. Bukan lagi tim yang lembek dan mudah dipatahkan rivalnya. Trio pemain asing anyar jadi jaminan utamanya. Dari mereka semua kelemahan Jagoan Bandung di putaran pertama harus lenyap. Karena kualitas mereka jauh berada di atas dua pendatang baru Ilham Qolba dan Mario Jardel yang digadangkan promosi dari tim Persib U-20.

Dambanya, di putaran kedua, tidak terulang kembali "prank sepak bola" dalam laga wajib Pangeran Biru yang membuat air mata bobotoh tertumpah, usai melihat penampilan Persib. Bangkit dan kembali jadi kekuatan sepak bola Indonesia, harus dihamparkan anak-anak Bandung.

“Betul. Kini saya berharap dengan tim yang baru, pemain mulai menemukan kebiasaan untuk memenangkan pertandingan.  karena dengan meraih hasil positif, mereka semakin percaya diri untuk merebut kemenangan lainnya dikompetisi Liga 1 musim ini,” ucap Robert.

“Tampil perdana dan memenangkan pertandingan adalah pengalaman yang mengesankan. Kemenangan ini untuk kita semua. Saya sangat bangga dengan tim ini dan kerja bagus teman-teman,” ucap Nick Kuipers diakun instagramnya @kuipersnick.***DANI WIHARA

R
Penulis
Rizki Haerullah
news