news
LIGA ITALIA
Inter Berproses Membangun Identitas
31 August 2019 13:37 WIB
berita
Gelandang FC Internazionale Nicola Barella bakal bertemu dengan timnya di masa lalu, Cagliari.-Topskor.id/istimewa-
MILAN – CEO FC Internazionale Giuseppe Marotta tidak memberi toleransi untuk drama yang ditampilkan Mauro Icardi. “Klub wajib dan berhak memilih deretan pemainnya. (Penutupan mercato) Tinggal tiga hari lagi, semoga kami mendapat solusi,” katanya. Jadi jelas penyerang itu akan kembali diparkir dalam laga lawan Cagliari Calcio, di Sardegna Arena, Minggu (1/9) atau Senin dini hari WIB.

Lagipula pelatih Inter Antonio Conte sudah punya anak emas baru yang diimpor dari Manchester, Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez.  Mereka akan jadi bagian penting dalam proses pembangunan identitas baru tim. Namun, publik mesti bersabar menunggu debut pasangan penyerang tersebut. Untuk akhir pekan nanti, striker asal Belgia tersebut akan membentuk duo “L” dengan Lautaro Martinez.




Baca Juga :
- Gattuso Bertolak dengan Skema Ini
- Reaksi Antonio Conte Usai Inter Dikalahkan Barcelona dan Tersingkir dari Liga Champions




Bersama Stefano Sensi, Lukaku mencatatkan gol perdana dalam debutnya bersama I Nerazzurri. Kalau mereka bisa mengulang pencapaian itu, maka bisa berdiri sejajar dengan Stevan Jovetic, Giampaolo Pazzini dan Roberto Carlos. Mereka mencetak gol dalam dua laga perdana bersama Inter sejak musim 1994/95.

Nicolo Barella kemungkinan diturunkan untuk menghadapi masa lalunya. Gelandang itu akan dipasang di dalam di antara Sensi dan Antonio Candreva. Dia bergerak antara barisan tengah dan zona tigaperempat. Pemuda 22 tahun ini tak segan berkonfrontasi dengan para pemain lawan dan merebut bola dari pembawanya.


Baca Juga :
- Napoli Menyongsong Era Baru
- Inter Menutup Sektor Kiri


Pasukan Conte harus segera menggencarkan serangan dan memanfaatkan kerapuhan Gli Isolani. Mereka bisa mencatatkan rekor empat kekalahan beruntun di kandang dalam partai Seri A. SS Lazio, Udinese Calcio dan Brescia Calcio telah lebih dulu merenggut poin dari tim yang dibesut Rolando Maran.

Radja Nainggolan rupanya masih menyimpan dendam kepada Inter yang telah melepasnya ke Cagliari. Oleh karena itu, pemain keturunan Indonesia tersebut bertekad membuktikan kapasitasnya sebagai gelandang jempolan.

“Saya akan menunjukkan bahwa Inter melakukan kesalahan. Tapi bukan hanya pertandingan ini saja, melainkan di sepanjang kompetisi. Saya berusaha mengubah pikiran Conte dan memberikan segala yang saya punya, tapi gagal,” katanya.

Kemarin Casteddu kedatangan Giovanni Simeone dari ACF Fiorentina. Penyerang itu dapat mengambil alih satu tempat di lini depan, hanya saja mungkin ketika pertandingan sedang berjalan. Bagaimanapun dia mesti menyesuaikan diri dengan modul Maran. “Cagliari adalah pilihan yang berkeaan dengan hati,” ujarnya.

Sembari menunggu putra pelatih Atletico Madrid, Diego, itu siap maka beban sebagai pucuk serangan dipikul oleh Joao Pedro. Dia dibantu Nainggolan dan Lucas Castro.* Dari berbagai sumber

 

Cagliari (4-3-2-1):

1 Rafael; 2 Pinna, 23 Ceppitelli, 15 Klaven, 33 Pellegrini; 18 Nandez, 8 Cigarini, 6 Rog; 4 Nainggolan, 29 Castro; 10 Joao Pedro

Pelatih : Rolando Maran

Cadangan : 20 Aresti, 3 Mattiello, 22 Lykogiannis, 17 Oliva, 14 Birsa, 26 Ragatzu, 9 Cerri

 

Inter (3-5-2):

1 Handanovic; 33 D’Ambrosio, 2 Godin, 37 Skriniar;87 Candreva, 23 Barella, 12 Sensi, 77 Brozovic, 18 Asamoah;9 Lukaku, 10 Lautaro Martinez

Pelatih : Antonio Conte

Cadangan : 27 Padelli, 13 Ranocchia, - Biraghi, 19 Lazaro, 8 Vecino, 16 Politano, 30 Esposito

loading...
X
Penulis
Xaveria Yunita
news
news