MOTOGP
Setelah 2,5 Tahun, Yamaha Penuhi Permintaan Rossi
29 August 2019 10:36 WIB
berita
(Istimewa)
MISANO – Pembalap Monster Energy Yamaha MotoGP Valentino Rossi merasa lega karena tim memenuhi permintaannya. Padahal, hal tersebut sudah ia utarakan sejak dua setengah tahun lalu. Ia ingin YZR-M1 memiliki komponen baru agar memiliki kinerja yang lebih kuat daripada sebelumnya.

Rossi mengeluhkan akselerasi Yamaha yang tak kunjung membaik dan itu berdampak pada kecepatan tertinggi YZR-M1. Selama ini, ban belakang motornya juga tak bekerja dengan baik dan beberapa kali tergelincir hingga cepat habis. Kondisi ini membuat kesulitan tampil konsisten di barisan depan.




Baca Juga :
- Yamaha Beri Sinyal Ancaman
- Daftar Juara MotoGP Sepanjang Masa, Marc Marquez Kejar Rossi dan Agostini




“Yamaha mulai bekerja pada hal-hal cerdas seperti akselerasi, sistem elektronik yang bisa mengatur ban belakang lebih baik. Semua saya minta sejak dua setengah tahun lalu. Tapi, selama itu pula, saya tak pernah mendapat jawaban hingga dua bulan terakhir ada titik terang,” katanya via Motorsport.com.

Pembalap berjulukan The Doctor itu selalu mengatakan, masalah YZR-M1 ada pada sistem elektronik yang jauh tertinggal jika dibandingkan Honda dan Ducati. Upaya mereka untuk mulai memperhatikan sistem elektronik pun membuat Rossi kian termotivasi bisa lebih baik pada sisa lomba musim ini.


Baca Juga :
- Yamaha Wajib Bangkit di GP Thailand
- Vinales Optimistis, Rossi Realistis


Yamaha memang masih tertinggal jauh dari dua pesaingnya itu dalam hal kecepatan tertinggi. Tapi, mereka punya kekuatan di tikungan berkecepatan tinggi. Di sisi lain, Honda juga mulai bekerja keras memperbaiki area tersebut. Rossi pun berharap hal baru tersebut dimanfaatkan sebaik mungkin oleh tim.

“Kami memiliki peningkatan tapi masih tertinggal jauh. Bahkan, tujuh sampai delapan detik dari pembalap terdepan. Motor lain lebih cepat 12 km/jam dari kami di trek lurus. Yamaha mungkin tak akan sekuat Ducati di trek lurus tapi kami harus bekerja keras untuk setidaknya memangkas jarak,” ujar Rossi.

Sepanjang musim lalu, sebagian besar tim pabrikan beralih dari lengan ayun aluminium ke desain serat karbon. Namun, Yamaha masih menggunakan gabungan keduanya hingga motor tidak punya kestabilan cukup baik. Serat karbon yang lebih ringan juga berdampak besar pada kinerja ban belakang YZR-M1.

“Saya sudah sering meminta itu dan sepertinya lengan ayun serat karbon dapat membantu. Saya berharap Yamaha bisa memberikannya dalam waktu dekat karena saat ini kami tidak tahu kapan waktu yang jelas. Semoga tak akan lama agar kami bisa memperbaiki kinerja motor,” ujar pembalap 40 tahun tersebut. 

Makin Panjang

MotoGP merilis jadwal sementara untuk 2020, yang mana perlombaan bakal digelar selama 20 putaran. Sirkuit Kymiring, Finlandia, yang masih dalam tahap pembangunan akan masuk sebagai tuan rumah. Rencananya, lomba di Sirkuit Kymiring bakal masuk putaran ke-11 yang berlangsung 12 Juli.

Grand Prix (GP) Qatar di Sirkuit Internasional Losail, 8 Maret, masih gelaran pembuka rangkaian Kejuaraan Dunia Balap Motor. Adapun jadwal GP Thailand mengalami perubahan, yang sebelumnya jadi putaran ke-15, tahun depan, akan dilangsungkan usai lomba di Qatar atau 22 Maret mendatang.

Pekan lalu, MotoGP juga mengumumkan program tes untuk 2020 yang akan dibuka di Sirkuit Internasional Sepang, Malaysia, 2-4 Februari. Masih di lokasi sama, tes pramusim akan dimulai, 7-9 Februari. Qatar juga akan kembali ambil bagian, tepatnya 22-24 Februari atau dua pekan sebelum musim baru dimulai.*MUHAMAD FADLI RAMADAN DARI BERBAGAI SUMBER

L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati