LIGA ITALIA
Pellegrini Berevolusi dari Derbi
29 August 2019 15:11 WIB
berita
Gelandang AS Roma Lorenzo Pellegrini berkemampuan lengkap.-Topskor.id/istimewa-
ROMA – Dari tifoso, Lorenzo Pellegrini menjadi pemain AS Roma. Kombinasi dua faktor itu membuatnya selalu total membela tim kesayangannya sehingga bisa kembali ke trek Liga Champions.

Minggu (1/9), dia akan kembali mencicipi duel bersejarah versus SS Lazio. Bagaimanapun Roma mesti menang untuk mengobati kekecewaan pasca  ditahan imbang 3-3 oleh Genoa CFC.




Baca Juga :
- Secercah Asa di Lini Serang Inter
- Update Klasemen Liga Italia Serie A Pekan 8, Minggu Dini Hari WIB




Pellegrini memiliki ikatan istimewa dengan duel lawan Lazio. Dia berevolusi dari derbi ke derbi. Mulai gelandang dalam, trequartista, pusat lini tengah dan gelandang setengah sayap. Pemain 23 tahun itu sering berlari dan memberi kuantitas di tengah lapangan, mampu menyusup ke belakang pertahanan untuk menjamin kesinambungan permainan vertikal.

I Biancocelesti merupakan musuh yang menakutkan ketika dia masih berkutat di tim Primavera. Dari tujuh pertemuan, Roma muda kalah lima kali dan menang sekali. Nasibnya lebih baik saat promosi ke skuat utama.


Baca Juga :
- Era Pioli pun Dimulai
- Misi Kembali ke Jalur Scudetto


Debutnya bersama Roma dalam Derby della Madonnina berbuah kemenangan, 3-1, di Stadion Olimpico, 29 September 2018. Pelatih saat itu, Eusebio Di Francesco, baru mengganti modul dari skema 4-3-3 ke 4-2-3-1 untuk memudahkan Javier Pastore dan mendekatkan seorang pemain kepada Edin Dzeko, sehingga tidak terisolasi.

Awalnya itu terasa seperti derbi milik Pastore, namun pada akhirnya Pellegrini yang menonjol dengan suplai assist untuk Federico Fazio. Pekan ini, dia berharap mampu mengulang prestasi gemilang dan mendedikasikan kepada Camilla, bayi perempuan yang lahir 15 Agustus silam.

Pelatih Paulo Fonseca mengakomodasi keinginan Pellegrini. Kemungkinan centrocampista tersebut diturunkan ke bagian tengah di depan pertahanan. Alternatifnya trequartista sentral di belakang Edin Dzeko.

Pemain nomor tujuh itu harus memastikan bahwa tim bergerak jauh ke depan di area Lazio. Pelatih bisa saja memasukkan Amadou Diawara dan Jordan Veretout di tengah untuk menjaga keseimbangan. Taktik itu diterapkan karena skuat Simone Inzaghi memiliki densitas lebih baik terutama di sektor tengah. Jadi I Giallorossi mesti memasang seorang pejuang atau pemain berotot dan ahli menguasai bola.* Dari berbagai sumber

X
Penulis
Xaveria Yunita