INFOGRAFIS
Demi Gelar MotoGP 2019, Marquez Pilih Main Aman
28 August 2019 15:03 WIB
berita
Marc Marquez (kiri) dan Alex Rins (Istimewa)
SILVERSTONE – Pembalap Repsol Honda Marc Marquez mengungkap strategi balap pada putaran ke-12 MotoGP 2019 di Sirkuit Silverstone, Inggris, Minggu (25/8). Ia mengaku hanya bermain aman sepanjang lomba karena lebih mementingkan poin ketimbang memenangkan balapan dengan cara berisiko.

Marquez harus puas finis kedua setelah disalip pembalap Suzuki Ecstar Alex Rins pada tikungan terakhir, lap terakhir. Itu kali keduanya mengalami kekalahan saat hampir menyentuh finis. Sebelumnya, di Sirkuit Red Bull Ring, Austria, 11 Agustus lalu, Marquez kalah dari Andrea Dovizioso.




Baca Juga :
- MotoGP Gelar Balapan di Brasil Pada Musim 2022, Lintasan Sedang Dalam Proses Pembangunan
- Ternyata Marquez Disuruh Juara di Thailand Oleh Presiden Honda




Padahal, Marquez mendominasi lomba selepas start karena RC213V lebih cepat di beberapa area Sirkuit Silverstone. Namun, ia menegaskan, hal itu tak menjamin dirinya dapat memenangi lomba. Tapi, setelah mengetahui Dovizioso mengalami insiden, ia hanya berusaha finis di posisi terbaik.

“Strategi saya pada lomba kemarin sangat mudah tapi benar-benar bagus. Itu bukan untuk meraih kemenangan, walau saya berusaha sebisa mungkin di posisi terdepan. Tapi, masalah kemarin hanya akan membuat Anda kehilangan sedikit poin,” kata Marquez seperti dilansir Motorsport.com.


Baca Juga :
- Sudah Juara, Marquez Tetap Akan Berikan yang Terbaik di Sisa 4 Balapan
- Quartararo Disebut-sebut Mengendarai Motor Yamaha Layaknya Lorenzo


Pria asal Spanyol itu mengaku sedikit menekan di awal lomba agar menjauh dari lawan-lawan terkuat. “Saya sadar, memimpin lomba membuat ban bekerja lebih keras, menguras energi, bahan bakar. Tapi, target sejak awal adalah membawa pulang banyak poin untuk amankan kejuaraan,” tuturnya.

Strategi tersebut bekerja karena pembalap Monster Energy Yamaha MotoGP Maverick Vinales baru bisa memangkas jarak pada lap-lap akhir. Jika tak menekan sejak awal, Marquez harus bertarung dengan Vinales di barisan terdepan. Setidaknya, ia mendapat tambahan 20 poin dari finis kedua.

“Waktu di pengujung lap, hanya tersisa saya dan Rins di barisan depan. Jadi, ia pasti memiliki ban lebih segar. Yang terpenting, saya telah mencapai target di perlombaan ini Saya memang memperjuangkan kemenangan tapi tak berhasil. Meski begitu, tambahan 20 poin sangat penting,” kata Marquez.

Sepanjang lomba, pembalap 26 tahun itu menegaskan perlu menjauh dari Rins demi mengurangi risiko. Namun, ia mengaku sulit mencari kelemahan sang rival. Bahkan, jika tetap memaksakan, risiko mengalami insiden akan jadi lebih besar dan itu bisa merusak rencana besar Honda, musim ini.

“Sulit untuk bertahan karena saya tak tahu di mana kelemahan Alex. Tapi, saya mencoba menerapkan strategi di pertengahan lomba untuk mengikutinya beberapa lap. Itu juga saya lakukan demi menghemat ban, bahan bakar dan mencari tahu di area mana dia bakal kesulitan,” Marquez menuturkan.

Di sisi lain, Rins memiliki strategi baik sepanjang Grand Prix (GP) Inggris. Sebelum menekan, ia memilih bertahan di posisi kedua untuk mempelajari gaya balap Marquez, sekaligus menutupi kelemahan motor pada sektor terakhir. Strategi itu pun sampai ia menekan pada tikungan terakhir.

“Kami memulai pertarungan dengan sedikit bermain-main. Marc menutup gas dan saya berkendara di depannya selama satu lap. Tak lama saya langsung membiarkannya menyalip. Pasalnya, ia lebih cepat di sektor terakhir dan saya tidak ingin memperlihatkan kelemahan kami,” kata Rins.*MUHAMAD FADLI RAMADAN DARI BERBAGAI SUMBER

L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati