news
UMUM
Timnas Senior Tak Boleh Melakukan Kesalahan Saat hadapi Bhayangkara FC
28 August 2019 12:41 WIB
berita
BOGOR – Dalam laga uji coba pertama timnas Indonesia sukses mengalahkan klub Liga 3 Persika Karawang 4-0 di Stadion Pakansari, Cibonong, Minggu (25/8). Kini timnas senior akan menjalani uji coba kedua melawan klub Liga 1 Bhayangkara FC di Stadion Pakansari, Rabu (28/8).

Pelatih timnas senior Simon McMenemy mengakui mantan klubnya, Bhayangkara FC adalah tim kuat di Liga 1. Ia meyakini laga ini akan lebih sulit ketimbang uji coba awal. Artinya dalam uji coba kedua ini Simon ingin melihat seberapa berjalannya formasi yang sudah dirancang selama pemusatan latihan (TC) dengan level permainan yang lebih sulit.




Baca Juga :
- Daftar Pemain Timnas Malaysia untuk Hadapi Thailand dan Indonesia
- Undian Grup Piala Asia U-19 2020, Indonesia Masuk Pot 2




“Tentu ini lawan yang lebih sulit, karena mereka sudah bermain di Liga 1. Lalu target utama kami adalah kami ingin membuat tim yang susah dikalahkan. Apa poinnya? Kami tidak ingin membuat kesalahan sekecil apapun, agar selalu bermain cleansheet seperti pertandingan uji coba pertama lalu,” ujar Simon.

Laga uji coba kedua ini juga menjadi kesempatan Simon untuk menilai pemain yang baru datang pada Senin (26/8) lalu, seperti Ruben Sanadi, Viktor Igbonefo, Yanto Basna, dan Hanif Sjahbandi.


Baca Juga :
- Berlangsung di Uzbekistan, Ini Jadwal Piala Asia U-19 2020
- Update Negara yang Lolos ke Piala Asia U-19 2020, Laos Masuk, Kamboja Berpeluang


Dalam TC yang sudah berlangsung sejak 22 Agustus lalu ini, Simon ingin skuatnya mendapatkan kesempatan dan pengalaman yang merata. Maka itu dirinya akan memanfaatkan setiap uji coba untuk memainkan semua pemainnya dan melihat seberapa besar pemain mengerti taktikal yang sudah diberikan selama ini.

Sejauh ini pelatih asal Skotlandia itu selalu senang dalam menggunakan tiga striker di depan. Skema 3-4-3 atau 4-3-3 mungkin kembali dipilih dalam laga uji coba kedua ini.

“Saya juga kasih mereka formasi yang mereka suka mainkan, yang mereka nyaman, itu terlihat saat uji coba lawan Vanuatu mereka main nyaman dan kami menang. Kami formulasikan dengan apa yang disebut dengan master plan buat lawan Malaysia, lalu setelah laga ini yang saya harapkan adalah adanya feedback dari pemain yang ada di lapangan,” ujar Simon.

Kemarin, timnas senior menjalani dua sesi latihan, yaitu pada pagi dan sore hari. Intensitas latihan pagi cukup tinggi. Mulai memperdalam skema permainan hingga melakukan finishing touch. Sore harinya pasukan Merah Putih hanya diberikan latihan ringan untuk recovery.

Sayangnya dalam laga uji coba kedua ini, timnas masih harus tanpa dua pilar yang belum dapat bergabung dengan tim, yaitu Stefano Lilipaly dan Andik Vermansah. Namun, Simon merasa hal itu tidak terlalu bermasalah, dirinya percaya kedua pemain tersebut akan capat adaptasi walaupun kedatangannya terlambat.

“Mereka sepertinya baru akan bergabung bersama timnas mungkin setelah pertandingan terakhir mereka di tanggal 29 nanti. Hal itu harus kami terima, karena ada peraturan dalam satu tim yang mendapati pemanggilan empat pemain makan harus mengembalikan satu pemain kepada tim tersebut,” kata Simon.*NIZAR GALANG GANDHIMAR

R
Penulis
Rizki Haerullah
news
news