news
UMUM
Papua Tak Sanggup, Pemerintah Kurangi Cabor PON
27 August 2019 09:05 WIB
berita
Menpora Imam Nahrawi
JAKARTA – Rapat Terbatas (Ratas) Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 Papua di Istana Negara, Jakarta, Senin (26/8), menghasilkan keputusan baru. Demi mengurangi beban Papua sebagai tuan rumah, Pemerintah mengurangi jumlah cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan.

Sebelumnya, PON Papua disepakati menyelenggarakan 47 cabor. Namun, dalam Ratas diputuskan, hanya 37 cabor yang bakal mentas di Bumi Cendrawasih. Meski belum diperinci apa saja yang dikurangi tapi kesiapan Papua dalam menyambut provinsi peserta PON, tahun depan, jadi dasar.




Baca Juga :
- Opini Ketua APKORI Soal Fenomena Atlet Pindah Provinsi Jelang PON
- Ketok Palu! Indonesia Ikut 49 Cabor di SEA Games 2019




Untuk diketahui, beberapa waktu lalu, Gubernur Papua Lukas Enembe mengusulkan penundaan PON 2020 kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Namun, setelah berkoordinasi, diputuskan jika PON 2020 tetap diselenggarakan sesuai jadwal atau 20 Oktober-2 November.

Hanya, Kemenpora merasa perlu ada perubahan, salah satunya mengurangi jumlah cabor. Poin inilah yang disetujui dalam Ratas, kemarin. “Dari 47 cabor dan 700-an nomor, harus dilihat secara utuh, mana yang memungkinkan untuk dipertandingkan dan tidak,” kata Menpora Imam Nahrawi.


Baca Juga :
- 37 Cabor Resmi Ditetapkan, R-Inpres Baru PON Papua Kembali Dibahas
- Tujuh Cabor Berangkat ke SEA Games Pakai Dana Pribadi


Kepada wartawan usai Ratas, Imam menuturkan, langkah ini harus diambil agar PON 2020 tetap diselenggarakan. Hal ini disebabkan sisa waktu yang semakin berkurang, serta kesiapan daerah peserta. “Oleh karena itu, jumlah cabor memang harus dirasionalisasi,” Menpora menuturkan.

Untuk mengatasi keterbatasan, Papua sebenarnya sudah melakukan berbagai macam hal. Salah satunya dengan menekan jumlah atlet yang ikut serta dalam PON 2020. Misalnya dalam olahraga voli indoor, di mana hanya ada delapan tim putra dan delapan putri yang berlaga di Papua.

Namun, hal itu ternyata belum cukup karena hingga kini cukup banyak venue yang belum rampung. Tercatat baru beberapa yang sudah siap, antara lain, Stadion Papua Bangkit, Mimika Sports Center, dan Lapangan Basket Timika. Menpora menyatakan, belum ada keputusan soal cabor yang dihilangkan.

Hal tersebut akan dibicarakan pada pertemuan lanjutan dengan berbagai pihak yang terkait. Namun, Imam menegaskan jika cabor yang nantinya dipertandingkan wajib mengacu pada Olimpiade. Dengan kata lain, olahraga yang hilang berasal dari kategori-kategori non-Olimpiade.

“Yang harus dicatat, PON adalah ajang yang sangat penting karena ini merupakan tempat bertemunya 34 provinsi se-Indonesia. PON menunjukkan keragaman yang dimiliki Indonesia. Oleh karena itu, PON wajib terselenggara dengan baik,” pria asal Bangkalan tersebut menuturkan. 

INASGOC dan INAPGOC

Demi memperlancar penyelenggaraan PON 2020, Kemenpora juga melibatkan Panitia Pelaksana Asian Games Indonesia (INASGOC) dan Panitia Pelaksana Asian Para Games Indonesia (INAPGOC). Untuk diketahui, INASGOC sudah bubar per Desember lalu tapi mantan personelnya bisa diberdayakan.

Alasan diikutsertakannya INASGOC dan INAPGOC tak lepas dari kesukesan mereka menyelenggarakan Asian Games XVIII/2018 Jakarta-Palembang dan Asian Para Games III/2018 Jakarta. “Mereka akan mendampingi Gubernur Papua dan Panitia Besar (PB) PON,” Menpora menuturkan.

Terpisah, Wakil Ketua Umum KONI Pusat Suwarno mengatakan bakal segera melakukan koordinasi dengan pengurus cabor. Ini menyusul adanya keputusan baru dalam Ratas di Istana Negara. “Venue yang udah dibuat baru yang di Timika, basket, atletik, futsal, dan hand ball,” katanya.

Bukan hanya arena pertandingan, aspek lain yang belum siap, salah satunya transportasi. Padahal, ini merupakan ujung tombak dalam mobilisasi. “Nanti hanya akan melibatkan Kota Jayapura, Kab Jayapura, dan Kabupaten Mimika. Tapi, Kabupaten Kerong akan membantu untuk balap sepeda,” ujar Suwarno.*KRISNA C. DHANESWARA DARI BERBAGAI SUMBER

loading...
L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati
news
news