BASKET
Timnas Ikut Serta dalam IBL 2020
27 August 2019 09:49 WIB
berita
Fareza Tamrella, Junas Mardiansyah, Rajko Toroman, dan Irawan Haryono berfoto usai rapat, Senin (26/8).
JAKARTA – Kepastian soal gelaran Indonesian Basketball League (IBL) musim depan, menemui titik terang. Usai melakukan rapat dengan klub peserta dan Pengurus Pusat Persatuan Basket Seluruh Indonesia (PP Perbasi) di Hotel Fairmont, Jakarta, Senin (26/8), kompetisi dipastikan bergulir 10 Januari-19 April 2020.

Namun, IBL 2020 bakal berbeda sebab ada hal-hal yang tak biasa terlihat dalam ajang basket paling bergengsi di Tanah Air tersebut. Salah satunya keikutsertaan tim nasional (timnas) Indonesia, sebagai bagian dari program pemusatan latihan nasional (pelatnas) jangka panjang menuju Piala Dunia FIBA 2023.




Baca Juga :
- Timnas Indonesia Vs Vietnam, Awayday ke Bali Pasti Seru
- Main 10 Orang, Timnas Jerman Tanpa Kesulitan Bekuk Estonia




Direktur Utama IBL, Junas Mardiansyah, mengatakan ikutnya timnas ke IBL, klub tak bisa diperkuat pemain mereka yang berada di pelatnas. Sebagai gantinya, mereka berhak menggunakan tiga pemain asing. “Hanya, timnas tak bisa ke play-off. Tapi, laga dengan timnas tetap menghasilkan poin untuk klub,” ujarnya. 

Penggunaan tiga pemain asing akan menarik karena dengan dua, banyak klub peserta yang bergantung dengan performa pemain impor. Namun, Junas mengatakan, terobosan ini tak akan mengikis peran pemain lokal. Terlebih, IBL hanya mengizinkan dua orang yang tampil di saat yang bersamaan.


Baca Juga :
- Timnas Belanda Menang Atas Belarus, Wijnaldum Borong Gol
- Timnas Italia Lolos ke Piala Eropa 2020 Usai Tumbangkan Yunani


Dengan tiga pemain asing, IBL meningkatkan batas maksimal uang yang boleh dikeluarkan untuk membayar pebasket impor. Untuk tiga pemain, klub diperkenankan mengeluarkan total 6.000 dolar AS (sekitar Rp85,2 juta) per bulan. Sebelumnya, dengan dua permain, salary cap hanya 4.000 dolar AS.

Subsidi gaji pemain asing yang dikeluarkan IBL juga Rp250 juta per musim atau naik Rp50 juta jika dibandingkan dengan musim sebelumnya. “Jadi, aturan tiga pemain asing ini sebenarnya merupakan solusi dari dipakainya banyak pemain klub oleh timnas,” ujar Junas dalam konferensi pers.

Manajer timnas, Fareza Tamrella, menyebut gaji pemain akan ditanggung oleh Badan Tim Nasional (BTN). Klub tak perlu khawatir mengeluarkan uang untuk menggaji pemain yang tak bisa menyumbangkan jasanya. “Dengan ikut IBL, pemain bisa daoay iklim kompetisi yang bagus,” kata Mocha, sapaannya.

Resmi Mundur

Sayang, pada pertemuan kemarin, manajemen IBL gagal membujuk Stapac Jakarta untuk bertahan dalam kompetisi, musim depan. Padahal, mereka menawarkan banyak solusi. Salah satunya dengan memperbolehkan Stapac mengambil banyak rookie menjelang bergulirnya IBL 2020.

Jika klub-klub peserta lain hanya diizinkan merekrut dua rookie melalui draft, serta satu dari jalur pemain binaan. Stapac diberi kelonggaran untuk mempekerjakan lima pebasket pemula. Bila setuju, Stapac bisa memadukan para rookie dengan pemain yang gagal lolos seleksi timnas.

“Sekarang ada lima pemain mereka yang menjalani seleksi timnas, sedangkan satunya,  Rizky Effendi, di 3x3. Tapi, ini baru seleksi sehingga yang nantinya dipulangkan tetap bisa mereka pakai. Jika mereka bersikukuh mundur dari kompetisi, kami akan hormati keputusan itu,” Junas menuturkan.

Pemilik Stapac, Irawan Haryono, tak ingin ada pemain yang gagal ke timnas hanya karena keinginan liga untuk mempertahankan timnya dalam kompetisi. Menurutnya, impian anak asuhnya berlaga dalam Piala Dunia FIBA 2023 menjadi prioritas salah satu klub tersukses tersebut.

Untuk diketahui, mundurnya Stapac karena tak memiliki pemain yang cukup. Ini menyusul keputusan pensiun yang diambil Isman Thoyib, Oki Wira Sanjaya, dan Fandi Andhika Ramadhani. Adapun untuk Vincent Rivaldy Kosasih, Abraham Damar Grahita, Kaleb Ramot Gemilang, Widiantaputra Teja, dan Mei Joni, ikut seleksi timnas.

Rizky mengikuti seleksi Timnas 3 x 3. Sedangkan untuk Agassi Goantara, kuliah di Spanyol. Ruslan mengalami cedera lutut di kedua kakinya. Praktis, hanya Fernando Tanoto yang tersisa di Stapac. “Karena memang nggak punya pemain, kami belum latihan sampai sekarang,” ucap Irawan.*KRISNA C. DHANESWARA

L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati