UMUM
TdI Tahun Depan Dipastikan Berbeda
24 August 2019 13:35 WIB
berita
Para pembalap sepeda di Tour d’Indonesia terlihat melintas area hutan di daerah Jawa Timur.
BANGLI - Bank BRI Tour d’Indonesia (TdI) 2019 berakhir di Bangli, Bali, Jumat (23/8). Dari total lima hari penyelenggaraan, ada beberapa catatan yang menjadi perhatian Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI) Raja Sapta Oktohari.

Salah satunya rencana PB ISSI untuk menambah jumlah etape, tahun depan. Hal ini didasarkan pada besarnya animo masyarakat daerah yang dilalui oleh gelaran balap sepeda paling bergengsi di Tanah Air tersebut. Belum lagi, wilayah baru.




Baca Juga :
- Ini Target KOI di Bawah Kepemimpinan Raja Sapta Oktohari
- Harapan Erick Thohir untuk Raja Sapta Oktohari dan Regenerasi KOI




“Yang pasti, TdI tahun depan polanya tidak akan sama. Soal etape, dari lima mungkin jadi enam atau tujuh. Kami juga akan coba untuk mengombinasikan point to point (daerah ke daerah) dengan circuit race,” kata Okto, kemarin.

Adanya penambahan etape berdampak pada lokasi. Okto pun membuka opsi. "Karena ini titelnya Tour d’Indonesia, enggak mungkin hanya Pulau Jawa dan Bali. Ada kemungkinan Jawa, Bali, Lombok atau Sumatra atau Sulawesi,” ia menambahkan.


Baca Juga :
- Maju Memperebutkan Kursi Ketua Umum KOI, Oegroseno Siap Tantang Raja Sapta Oktohari
- Maju dalam Pencalonan Ketua Umum KOI, Ini Visi Raja Sapta Oktohari


Upaya lain adalah meningkatkan level dari 2.1 menjadi 2.HC. Namun, untuk mencapai ke sana, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan PB ISSI. “Parameternya adalah fasilitas dan keikutsertaan tim. Setelah wrap up, kami akan mengevaluasi semuanya,” ujar Okto.

 

Perkuat Sponsorship

Untuk tahun ini, PB ISSI menggandeng Bank BRI sebagai sponsor utama. Namun, kerja sama di antara keduanya hanya per event. “Saya kira, mulai 2020, akan ada sponsor jangka panjang untuk Tour d’Indonesia. Mungkin tiga atau lima tahun,” kata Okto.

Untuk diketahui, penyelenggaraan TdI 2019 menelan biaya sekitar Rp15 miliar. Angka ini lebih besar daripada tahun sebelumnya, yakni Rp11 miliar. “Biaya paling besar adalah logistik. Kami akan mengupayakan agar TdI lebih efektif,” Okto menegaskan.*LILY INDRIYANI SUKMAWATI

T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho