news
INFOGRAFIS
Si Nyonya Besar Bidik Kemenangan Tanpa Sarri
24 August 2019 15:42 WIB
berita
Kerja sama apik antara Paulo Dybala dan Cristiano Ronaldo sangat berguna bagi Juventus.
TURIN – Awal musim ini terasa bagai deja vu bagi Juventus FC. Delapan tahun lalu, mereka memulai kompetisi tanpa pelatih karena skors yang diterima Antonio Conte. Sekarang, situasi serupa terulang. Namun, penyebabnya berbeda: Maurizio Sarri tak bisa mendampingi Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan dalam laga pembuka Seri A melawan Parma Calcio di Stadio Ennio Tardini, Sabtu (24/8), akibat sakit pneumonia. 

Kondisi kesehatan allenatore anyar Juve tersebut ternyata lebih serius dari perkiraan semula, mungkin juga memaksanya absen di pertandingan kedua versus SSC Napoli. Meski demikian, Sarri tetap menyempatkan diri memantau persiapan tim. Kamis kemarin, dia hadir di Continassa, menyaksikan sesi latihan tim dari ruangan khusus, dan tak lupa memberi sejumlah instruksi kepada Giovanni Martusciello. Sang asisten lah yang akan menggantikan perannya di Ennio Tardini.




Baca Juga :
- Ketegangan dengan Sarri Berakhir, Ronaldo Ngaku Cedera
- Karimdependence




Sarri tentu kecewa gagal memimpin Juve di pekan pembuka Seri A. Namun, jika melihat rekam jejaknya dalam laga perdana melatih klub baru, pria 60 tahun itu mungkin juga lega. Pasalnya, tiga momen debutnya selalu berakhir kekalahan: tumbang oleh Vicenza di Piala Italia saat melatih Empoli pada 2012, ditekuk US Sassuolo di Seri A ketika menangani Napoli, tiga tahun berselang, dan harus mengakui kekuatan Manchester City FC dalam duel Community Shield bersama Chelsea FC, musim lalu.

Telepas dari kondisi Sarri, laga ini sangat penting bagi Juve untuk mengukur kekuatan di era baru. Lupakan sejenak ambisi mempertahankan scudetto untuk kali kesembilan beruntun, sekarang yang lebih penting adalah menemukan irama permainan. Maklum, selain beradaptasi dengan filosofi, I Bianconeri juga harus mengintegrasikan para wajah anyar sesegera mungkin. Mulai dari Danilo dan Matthijs De Ligt di lini pertahanan, sampai Aaron Ramsey dan Adrien Rabiot di tengah.


Baca Juga :
- Conte Mendapat Teror
- Verona Membangun Bungker Kuat di Seri A


Lalu, menantikan aksi kerja sama antara Paulo Dybala dan Cristiano Ronaldo di lini depan. Dybala kemungkinan besar akan diturunakan sebagai false 9 sedangkan Ronaldo tetap akan berperan dengan rencana di awal, penyerang sayap kiri.

Dari semua amunisi baru, mungkin Rabiot yang paling berpeluang main sejak awal. Gelandang muda asal Prancis itu selalu tampil dalam tur pramusim Juve, mulai paham dengan gaya sepak bola yang diinginkan Sarri. Juga ada Danilo, yang jadi pilihan utama pasca kepergian Joao Cancelo menuju City. Sedangkan De Ligt dinilai terlalu dini melakoni debut starter di Seri A, jadi Juve masih mengandalkan pasangan senior Leo Bonucci dan Giorgio Chiellini di jantung pertahanan.

“Saya tak sabar untuk turun bermain. Kami menjalani persiapan bagus, siap melakoni musim baru,” ujar Rabiot. “Tentu saja tantangannya tidak mudah, dimulai dari Parma, akhir pekan ini. Tapi kami percaya diri. Para pemain sangat fokus dan bersemangat. Starter? Tidak tahu, tapi saya merasa sangat fit.”

Jangan lupa pula faktor Cristiano Ronaldo. Musim lalu, ketika baru berkenalan dengan sepak bola Italia, penyerang asal Portugal itu mampu melesakkan 21 gol sebagai top scorer Juve di Seri A. Sekarang, dengan pengalaman dan pemahaman lebih baik, CR7 akan lebih menakutkan. Khusus lawan Parma, dia mampu mencetak doppietta dan satu assist dalam pertemuan terakhir di Turin, Februari lalu.

Ancaman Parma

Tuan rumah tentu juga punya misi mengawali musim dengan positif. Meskipun menghadapi sang juara bertahan, Parma optimistis bisa memberi perlawanan sengit, apalagi ditambah dukungan publik Tardini. Senjata andalan mereka adalah serangan balik secepat kilat, dikomando winger licin Gervinho. Musim lalu, pria asal Pantai Gading itu selalu mampu membobol gawang Juve dalam dua pertemuan di Seri A, termasuk dobel gol di Turin.

Pelatih Roberto D’Aversa berhasil mempertahankan pasukannya di Seri A pasca promosi awal musim lalu. Kini, dia berupaya menjadikan Parma sebagai penghuni reguler kaste elite Italia. Memang, perjalanan masih panjang, tapi jika mampu mencetak awal positif melawan raksasa terkuat, itu akan jadi modal penting dalam mengarungi kompetisi.*** Dari berbagai sumber

loading...
X
Penulis
Xaveria Yunita
news
news