news
UMUM
BRI Tour d'Indonesia Miliki Tanjakan Lebih Berat daripada Tour de France
23 August 2019 09:48 WIB
berita
Pembalap Tim Terengganu Inc. TSG Cycling asal Eritrea, Metkel Eyob, saat menyentuh garis finis Etape 4 yang merupakan ruter tersulit di Tour d’Indonesia, Kamis (22/8).
BANYUWANGI - Status Bank BRI Tour d’Indonesia (TdI) sebagai ajang balap sepeda elite mendapat pengakuan dari Persatuan Balap Sepeda Internasional (UCI). Hal tersebut terungkap saat para pembalap menjalani lomba Etape 4, Kamis (22/8).

Stage ini mendapat predikat tersulit karena memiliki tantangan berupa tanjakan   




Baca Juga :
- TdI Tahun Depan Dipastikan Berbeda
- TdI Tahun Depan Dipastikan Berbeda




Lomba etape Etape 4 berjarak 143,7 km dari Jember menuju Paltuding Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur. Menjelang finis di lokasi yang merupakan gerbang masuk utama bagi pendaki untuk menuju Kawah Ijen itu, terdapat tanjakan terjal dengan gradien 9,4 persen di ketinggian 1.871 mdpl.    

Etape 4 sendiri akhirnya dimenangi Metkel Eyob (Terengganu Inc. TSG Cycling) dengan waktu 4 jam, 16 menit, dan 33 detik. Thomas Lebas (Kinan Cycling) finis kedua dengan waktu yang hampir sama diikuti Amir Kolahdozhagh (Taiyuan Moigee Cycling), 50 detik kemudian.


Baca Juga :
- Inilah Trik Lebas Melibas Tour d’Indonesia
- Pemerintah Kota Batu Siap Maksimalkan Sports Tourism


“Lebas bisa mengonfirmasi karena tahu betul tanjakan di Prancis. Saya pikir, tanjakan terakhir lebih sulit daripada Alpes d'Huez yang legendaris di Tour de France,” ujar Jacky Verdenet, Presiden Panel Komisioner (UCI) yang menyaksikan lomba. “Saya yakin Lebas setuju. Tanjakan yang indah namun punya banyak kesulitan. Bahkan, sangat-sangat sulit. Ketika pembalap Eropa datang ke Asia, mereka mungkin berpikir lomba takkan bagus. Tapi, (TdI) ini hampir sama levelnya dengan tur Eropa.”

Lebas menuturkan, berdasarkan pengalamannya, Tour de Japan sebenarnya memiliki tanjakan serupa di Gunung Fuji. “Tapi, di sini, jauh lebih panjang. Saya pikir, ini yang tersulit,” ujar pembalap asal Prancis tersebut.

Tidak hanya Lebas yang mengakui beratnya tanjakan Etape 4. “Karena ini kali pertama untuk saya, rekan setim memberi tahu kalau tanjakan di sini (Ijen) sangat curam. Tiga etape sebelumnya juga sulit tapi ini lebih sulit. Khususnya 10 km menjelang garis finis,” ujar Eyob, pembalap 25 tahun asal Eritrea.

Keberhasilan finis di peringkat kedua Etape 4 membuat Lebas merebut pimpinan klasifikasi umum dari Angus Lyons. Pembalap Tim Oliver's Real Food itu tercatat dua kali mengenakan kaus hijau (green jersey), tepatnya setelah Etape 1 dan 3.

Kini, peluang Lebas mengamankan gelar juara TdI 2019 kian besar. Pasalnya, Etape 5 akan berlangsung di trek mendatar, Gilimanuk menuju Bangli, Bali, Jumat (23/8).

“Saya pernah tampil di sini tahun lalu, tepatnya dalam Tour de Banyuwangi. Jadi, saya tahu kalau trek ini sangat sulit. Sekarang, kami punya peluang (menang) walau etape berikutnya juga tidak mudah,” tutur Lebas.***LILY INDRIYANI SUKMAWATI

Klasemen Umum Tour d’Indonesia sampai Etape 4 (Lima Besar)                                   
1. Thomas Lebas (Prancis)              Kinan Cycling                         16:26:03 jam
2. Angus Lyons (Australia)               Oliver's Real Food                  +1:37 mnt
3. Cristian Raileanu (Moldova)         Sapura Cycling                       +3:27 mnt
4. Jesse Ewart (Australia)                Sapura Cycling                       +4:36 mnt
5. Metkel Eyob (Eritrea)                   Terengganu Cycling                +5:10 mnt
....8. Aiman Cahyadi (Indonesia)            PGN Road Cycling       +8:44 mnt   

 

T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho
news
news