LIGA 2
Kalahkan Perserang, Bukti Sriwijaya FC Sudah Berubah Warna
22 August 2019 00:12 WIB
berita
SERANG - Sriwijaya FC (SFC) berhasil mencuri tiga poin dari kandang Perserang Serang, dalam lanjutan Liga 2 Wilayah Barat 2019 di Stadion Maulana Yusuf, Serang, Rabu (21/8). SFC menang 1-0 lewat tendangan pemain anyarnya Hendri Satriadi (Hendrico) di menit ke-84. 

Sengitnya pertarungan membuat wasit Sigit Budiyanto dari DKI Jakarta mengeluarkan satu kartu merah untuk pemain Perserang Hari Habrian menit ke-66. Serta, delapan kartu kuning terdiri enam untuk SFC dan dua untuk Perserang. 




Baca Juga :
- Prediksi PSIM Vs Persis, Akankah Keajaiban Datang?
- Jadi Kiper Ketiga SFC, Ferry Rotinsulu Diet




Usai pertandingan, pelatih SFC Kas Hartadi mengatakan penambahan pemain baru Hendri Satriadi, Hendra Ridwan, Zulkifli Syukur, dan Yohanis Nabar memberi warna baru pada permainan SFC melawan Perserang. “Tim SFC sudah berubah warna dengan pemain baru, seluruh pemain tadi (kemarin) bekerja keras luar biasa sehingga bisa mempersembahkan kemenangan,” kata Kas.

Menurutnya, taktik yang diterapkan SFC melawan Perserang, dengan bermain sabar, menunggu lalu melakukan serangan balik ke lini pertahanan Perserang. “Sebenarnya target kami hanya satu poin, tapi kami dapat tiga poin, ini kebetulan saja dan kami beruntung,” ucap Kas. 


Baca Juga :
- PSPS Selamat dari Degradasi, PSMS, Perserang, dan PSCS rebutan slot delapan besar Liga 2 Wilayah Barat
- Tiket Terakhir Babak 8 Besar Liga 2 Grup Barat, PSMS Paling Berpeluang


Terkait kepemimpinan wasit yang menghujani kartu kuning juga satu kartu merah dalam laga ini, Kas menilai hal ini wajar dilakukan oleh wasit.

Sementara itu, pecetak gol semata wayang SFC Hendri Satriadi bersyukur di laga perdananya bersama SFC langsung mencetak gol. “Ini rezeki yang tidak terduga,” kata Hendri. 

Sedangkan, pelatih Perserang Jaya Hartono tidak banyak mengomentari soal performa timnya. Jaya lebih menggebu bicara tentang kepemimpinan wasit yang dinilainya tidak paham aturan.

Jaya mengungkapkan, dalam laga ini ada aksi asisten pelatih wasit satu yang sudah mengangkat bendera pertanda bola keluar, lalu saat bola terus dibawa oleh pemain SFC asisten wasit satu menurunkan kembali bendera dan permainan tetap dilanjutkan.

“Asisten wasit harus bertanggung jawab apa yang dilakukannya, saat sudah angkat bendera harusnya sampai wasit utama melihat ada apa lalu bertanya ke asisten wasit. Kalau memang out maka lakukan, jangan turunkan lagi karena bola sudah dibawa pemain lawan,” kata Jaya.

Lalu saat terjadi pelanggaran dilakukan oleh pemain SFC, malah pemain SFC yang mendapatkan tendangan bebas. Selain itu, saat terjadi pelanggaran tim kesehatan masuk lapangan, pemain tidak disuruh keluar oleh wasit malah disuruh bermain.

“Ini peraturan apa? Kalau petugas kesehatan sudah masuk, pemain harus keluar. Saya atau wasit yang tahu aturan ini? Itu yang membuat kami kecewa dan marah,” kata Jaya.
Meskipun kecewa dan marah, Jaya mengaku enggan melayangkan surat protes. “Percuma saja protes,” Jaya mengeluh. 

Hasil laga ini, membuat SFC tetap kokoh di puncak klasemen sementara Grup Barat Liga 2 2019 dengan total 24 poin. Sedangkan Perserang berada di posisi empat dengan 20 poin.*AGUSTIAN PRATAMA

 

 

R
Penulis
Rizki Haerullah