LIGA ITALIA
Rekrutan baru ‘Duo M’ bisa jadi tulang punggung Atalanta
22 August 2019 13:26 WIB
berita
Dua penyerang baru, Luis Muriel (kiri) dan Ruslan Malinovskyi, fundamental untuk Atalanta musim depan.-Topskor.id/istimewa.
BERGAMO - Visi menjadikan Atalanta BC sebagai salah satu tim dengan serangan paling agresif di Seri A, sudah dirancang sejak dua tahun terakhir. Direktur Olahraga Giovanni Sartori dan Direktur Sepak Bola Gabriel Zamagna segera menyusun daftar pemain yang bisa mewujudkan rencana tersebut. Mereka mengirim staf pencari bakat ke berbagai klub dan pertandingan.

Ditinjau dari prestasi musim 2016/17, La Dea membuktikan tidak butuh bintang yang mahal untuk berada di zona selamat. Tanpa kesulitan Duvan Zapata diboyong dari UC Sampdoria. Penyerang tersebut moncer dan kerap menentukan kemenangan dengan suplai golnya.




Baca Juga :
- Sterling Kembali Trengginas
- Menanti Kejutan Atalanta




Formasi 3-5-2 atau 3-4-1-2, rancangan pelatih Gian Piero Gasperini menjadi kunci. Dia menempatkan tiga pesepak bola dengan karakter menyerang lebih dekat ke gawang. Tidak mesti semuanya striker.

Alejandro Gomez dan Josip Ilicic sudah teruji. Hanya saja kondisi pemain asal Slovenia tersebut tidak sepenuhnya prima. Oleh karena itu, Zamagna mencarikan tambahan amunisi di sektor depan. Luis Muriel, bersinar dengan ACF Fiorentina musim lalu, didatangkan ke Zingonia.


Baca Juga :
- Update Klasemen Liga Italia Serie A Pekan 8, Minggu Dini Hari WIB
- Atalanta Mencari Kado Ulang Tahun


Sejauh ini, pelatih cukup puas dengan etos kerja dan ketajaman di depan gawang. Selama pramusim, Muriel mempersembahkan delapan gol. Tentu saja ekspektasi publik kepadanya pun meningkat.

“Tim ini memiliki sebuah ide jelas sejak lama yang membawa mereka maju ke depan. Hanya ada sedikit yang mesti dibenahi. Liga Champions? Banyak tifosi di Kolombia menyaksikannya. Semoga saya tidak membuat malu negara saya. Kami harus siap berjuang di Bergamo atau luar,” ujarnya. “Antusiasme di tim ini sangat besar, rekan-rekan hebat, sulit menemukan grup seperti ini. Bagi saya mudah masuk dalam mekanisme skuat seolah sudah lama berada di sini.”

Komposisi bagian depan yang ada dinilai belum cukup. Petinggi klub pun mempercepat operasi mercato Ruslan Malinovskyi. Ide membeli gelandang Genk itu tidak tiba-tiba muncul. Atalanta telah mempelajari karakter pesepak bola asal Ukraina tersebut selama dua tahun.

Dia bisa berperan sebagai pemain nomor 10, mumpuni beraksi di zona tengah hingga tegaperempat. Malinovskyi cerdas membaca situasi, cepat menemukan solusi dan bertindak. Dalam situasi tertentu, Gasperini dapat mengandalkan ‘Duo M’.

Jangan lupakan Jasmin Kurtic, gelandang yang kadang bertugas layaknya penyerang. Dia menjami kebebasan menyusup area lawan sekaligus keseimbangan. “Selama berkarier saya tidak pernah menjadi trequartista, Gasperini berhasil mengubah saya,” katanya.

Monster Zapata

Monster yang bersemayam di dalam tubuh Duvan Zapata meronta sejak pertengahan 2018. Alhasil, di tahun debutnya bersama Atalanta BC, striker tersebut mampu mengoleksi 23 gol di Seri A, sehingga berhak duduk di podium kedua pemain tersubur musim lalu, membuntuti Fabio Quagliarella.

Tak cukup sampai di situ, Zapata menjadi tokoh protagonis tim nasional Kolombia dalam perjuangan di Piala Amerika 2019. Sebanyak empat gol disarangkan hingga langkah Los Cafeteros terhenti di perempat final.

Sejak saat itu, Zapata menjadi salah satu komoditas paling menarik di bursa transfer. Bahkan pelatih Atletico Madrid Diego Simeone merayunya untuk bergabung, SSC Napoli juga mencoba membawa pulang ke Castel Volturno.

Situasi ini tak pernah terbayangkan sebelumnya. Zapata termasuk penyerang yang kurang produktif ketika memperkuat Napoli sehingga dia dipinjamkan ke  Udinese Calcio dan UC Sampdoria karena kalah saing. Kini setelah menemukan momentum kebangkitan, pesepak bola 28 tahun itu termotivasi untuk memperbaiki prestasi.

“Salah satu target pribadi saya adalah memperbaiki performa dengan gol. Saya ingin mencetak gol lebih banyak dari tahun lalu. Pelatih membantu dan kami mempersiapkan diri secara mental untuk secepatnya menjadi pemain protagonis,” dia menuturkan.* Dari berbagai sumber

 

X
Penulis
Xaveria Yunita