FORMULA 1
Vettel Masih Percaya Ferrari Memiliki Motivasi
19 August 2019 15:02 WIB
berita
Buruknya performa sasis Ferrari SF90 membuat Sebastian Vettel kini hanya berada di peringkat keempat klasemen pembalap GP F1 yang tinggal menyisakan sembilan lomba.
MARANELLO - Sebastian Vettel mengatakan timnya, Scuderia Ferrari Mission Winnow, harus tenang menghadapi sisa sembilan putaran Kejuaraan Dunia Grand Prix Formula 1 (GP F1) 2019. Pada beberapa lomba terakhir, tim berlogo kuda jingkrak itu sudah mulai menemukan kembali ritme balap.

Sejak awal musim ini, Ferrari masih kesulitan menemukan setelan yang tepat pada SF90. Terutama pada ban. Ujungnya, Vettel dan Charles Leclerc tidak dapat mengeluarkan kemampuan terbaik. Dampaknya, Ferrari belum meraih kemenangan dalam 12 lomba yang sudah digelar di GP F1 2019.




Baca Juga :
- Momen Charles Leclerc Tabrak Max Verstappen di Lap Pertama GP Jepang
- Tabrak Verstappen, Leclerc: Itu Kesalahan Saya




“Kami tidak berada di posisi yang diinginkan. Anda dapat melihat poin kami di klasemen, Anda sudah melihat di area trek mana kami menghadapi situasi yang lebih sulit daripada yang lainnya. Tapi kami terus bekerja sangat keras menangani hal-hal tersebut,” kata Vettel, juara dunia F1 empat kali (2010, 2011, 2012, 2013) itu.

Kesulitan yang dihadapi Ferrari musim ini dikabarkan karena hilangnya beberapa orang penting, misalnya kematian Sergio Marchionne. Perombakan besar di dalam tim juga menjadi salah satu faktor lemahnya performa Ferrari. Tetapi, Vettel menegaskan bahwa seluruh orang di dalam tim masih memiliki motivasi tinggi.


Baca Juga :
- Vettel: Balapan Jadi Lebih Sulit, Mercedes Lebih Cepat
- Leclerc: Vettel Sangat Cepat, Terkejut Karena Start dari Barisan Terdepan


“Saya tidak merasa kami kehilangan komitmen. Orang-orang di dalam tim sangat bersemangat. Kunci kesuksesan saat ini adalah ketenangan. Menyelesaikan pekerjaan rumah dan terus berusaha mengejar ketertinggalan. Itu adalah fokus utama kami di sisa lomba tahun ini,” ujar Vettel, yang bergabung ke Ferrari pada 2015 (dari Red Bull Racing).

Pembalap asal Jerman itu juga menyadari bahwa dirinya harus memperbaiki performa. Vettel bakal coba mengakhiri masa pancekliknya – kali terakhir menang F1 di GP Belgia 2018, 26 Agustus tahun lalu – dengan berusaha keras meraih kemenangan di Sirkuit Spa-Francorchamps, Belgia, 1 September mendatang. Hasil di sembilan lomba berikutnya juga bakal menentukan masa depan Vettel di F1.

Ferrari hampir meraih kemenangan pada dua perlombaan, Leclerc di GP Bahrain dan Vettel di GP Kanada. Sayang, Leclerc yang sedang memimpin lomba mengalami masalah pada mesin dan membuatnya finis di posisi ketiga. Sedangkan Vettel terkena penalti karena dianggap memotong jalur.

Menjelang sembilan lomba tersisa, Ferrari berada di urutan kedua dalam klasemen konstruktor dengan 288 poin dan berjarak 150 angka dari Mercedes AMG Petronas puncak klasemen. Dua lomba berikutnya di Sirkuit Spa-Francorchamps dan Sirkuit Monza (GP Italia) akan memberikan keuntungan bagi Ferrari. Pasalnya, dua trek tersebut memiliki sektor lurus cukup panjang yang menjadi kekuatan SF90.

“Saya pikir kecepatan lomba Seb cukup kuat. Dia selalu menyadari bahwa hal itu penting baginya. Dia pembalap yang sangat berpengalaman, dia tahu bagaimana menjaga ban dan saya pikir itu adalah salah satu kekuatannya. Saya merasa dia selalu melakukan itu dengan benar-benar baik,” kata Mattia Binotto, Prinsipal Tim Ferrari.*MUHAMAD FADLI RAMADAN DARI BERBAGAI SUMBER

15 Sudah 15 lomba F1 beruntun Ferrari tidak mampu memenangi lomba. Kimi Raikkonen menjadi pembalap Ferrari terakhir yang naik podium utama, tepatnya pada GP Amerika Serikat di Austin, Texas, 21 Oktober tahun lalu.

T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho