news
LIGA INTERNASIONAL
Sadis! Tiga Suporter Tewas, 7 Orang Ditembak, Sepak Bola di Honduras Rusuh
18 August 2019 19:35 WIB
berita
Kekerasan mengerikan terjadi menjelang pertandingan sepak bola di Honduras tadi malam.
TEGUCIGALPA - Tiga suporter tewas dan tujuh orang ditembak dan ditikam. Kekerasan mengerikan terjadi menjelang pertandingan sepak bola di Honduras tadi malam.

Tiga orang tewas dan tujuh lainnya ditembak dan ditikam. Salah satu di antaranya anak-anak. Tiga dari orang dewasa yang terluka saat ini berada dalam kondisi kritis," kata Laura Schoenherr, juru bicara University School Hospital, kepada Reuters.




Baca Juga :
- Pelatih Timnas Honduras Pukuli Putrinya
-




Suporter dua klub bebuyutan, Motagua dan Olimpia bentrok di ibukota Honduras Tegucigalpa. Batu-batu diluncurkan di bus tim.

Jendela hancur dan kaca pecah melukai tiga pemain, termasuk mantan bek Celtic, Emilio Izaguirre. Izaguirre, Roberto Moreira dan Jonathan Rougier memerlukan perawatan di rumah sakit.


Baca Juga :
-
-


Bek kiri, yang hanya bergabung dengan Motagua dengan kontrak satu tahun pekan lalu setelah meninggalkan Celtic, matanya terkena pecahan kaca.

 

Tetapi dia dapat mengkonfirmasi tidak memiliki kerusakan permanen. "Alhamdulillah saya baik-baik saja. Ada pecahan kaca yang melotot ke mata, tetapi saya sudah diberitahu itu tidak ada yang serius dan tidak ada kerusakan yang abadi," kata Rougier.

"Beberapa pemain kami terluka oleh kaca. Ini harus ada sanksi dari otoritas."

Motagua tweet foto dan video kerusakan. Mereka menyalahkan kelompok pendukung Olimpia atas pembantaian yang disebabkan: "Terkutuk dan disayangkan."

"Bar Ulta Fiel, menyerang bus tim kami ketika sedang dalam perjalanan ke stadion nasional. Beberapa pemain kami cedera oleh kaca, ini harus mendapat sanksi berat dari pihak berwenang."

"The Soccer Club Motagua, tidak akan dihadapkan pada pertandingan melawan Olimpia atas tindakan vandalisme yang dialami tim kami oleh para penggemar Ultra Faithful dalam perjalanan mereka ke stadion nasional."

"Para pemain kami, Emilio Izaguirre, Roberto Moreira dan Jonathan Rougier, sedang dirawat di rumah sakit setelah serangan terhadap bus kami."

Pertempuran terjadi di dalam Stadion Nasional dan berlanjut bahkan setelah para petugas lapangan menunda pertandingan.

Lebih dari 10.000 orang berada di dalam lapangan ketika masalah meletus. Banyak yang terjebak dalam penyerbuan ketika polisi berusaha menggunakan gas air mata.*
 

news
Penulis
Suryansyah
news
news