TOP OPINI FOOTBALL
Persebaya Kurang Apa?
16 August 2019 14:59 WIB
berita
Foto - Istimewa
Persebaya Kurang Apa?

Baru-baru ini sebuah sejarah tercetak di Stadion Kanjuruhan, Malang. Persebaya kalah telak 4-0 dari rival abadinya Arema di Kanjuruhan. Tentu saja kekalahan ini sangat menyakitkan bagi Persebaya dan juga suporternya. 


Baca Juga :
- Trio DaDiDu Persebaya Langsung Unjuk Gigi
- Trio Brasil Bajul Ijo Siap Lumpuhkan PSIS




Tak hanya itu, ini juga kali pertamanya Persebaya kekalahan terbesar kedua Persebaya sejak dipegang manajemen baru. Sebelumnya, Green Force takluk 4-0 dari PSMS Medan. 

Pertanyaan besar ditujukan kepada Ruben Sanadi dan kawan-kawan. Ada apa dengan Persebaya? Tampil garang di Piala Presiden 2019, Green Force justru harus terseok-seok ketika bermain di kompetisi tertinggi Tanah Air.
 
Persebaya hanya mencatat empat kali kemenangan dari 14 pertandingan. Sisanya? Berakhir dengan enam hasil seri dan empat kali kalah. Hasil yang buruk bila melihat performa Persebaya yang tidak terkalahkan di awal tahun.


Baca Juga :
- Diogo Campos Bergabung, Persebaya Kental Aroma Brasil
- Alasan Persebaya Rekrut Diogo Campos dari Kalteng Putra


Lantas apa penyebabnya? Persebaya terkenal dengan tim yang memiliki komposisi lengkap, baik dari manajerial maupun staf belakang layar. 

Bahkan, presiden klub menyebut Persebaya tidak pernah telat bayar gaji, baik untuk pemain maupun manajemen. Bila dari sisi finansial terpenuh, tentu bukan menjadi masalah kendornya permainan Persebaya. 

Demikian juga fasilitas. “Coba carikan tim mana di Indonesia yang memiliki fasilitas untuk pemain yang sama, baik asing maupun lokal,” Presiden Persebaya Azrul Ananda, pernah berujar.

Nah dua aspek vital itu juga sudah terpenuhi, lalu apa masalah selanjutnya? 

Baru saja Persebaya memutus kontrak dengan pelatih Djadjang Nurdjaman yang dinilai gagal membawa Persebaya berjaya. 

Kursi panas berpindah ke tangan Bejo Sugiantoro untuk sementara waktu. Di tangan Bejo Persebaya mulai menemukan kembali gaya permainannya. 

“Ciri khas itu terlihat di semua pemain karena mau bekerja. Jadi dalam situasi apapun, bahkan saat ketinggalan masih mau berjuang,” ungkap Bejo Sugiantoro.

Berarti Bejo berhasil menemukan komposisi yang pas untuk tim yang di banggakan oleh Bonek itu.

Sebagian bonek yang dilanda kekecewaan besar menilai manajer tim, Candra Wahyudi, harus mundur bersama media officer, Nanang Prianto. 

Tetapi, apakah hal itu akan membuat Persebaya berjaya? Jawabannya tentu saja tidak. 

Tanpa campur tangan manajer sekarang, Persebaya tidak mungkin bisa seperti saat ini, secara financial dan lain-lain. 

Demikian juga dengan media officer, orang yang bertanggung jawab atas segala pemberitaan mengenai Persebaya. Sekarang ini website persebaya.id menembus peringkat 300-aan di Alexa. Sosial media Persebaya juga bersaing di level Asia dan dunia.

Lalu bila bukan di mereka, dimanakah letak masalah Persebaya?

Mari kita lihat komposisi di belakang pelatih Bejo Sugiantoro. Selain pelatih fisik dan kiper, Persebaya memiliki Psikolog dan Tim Statistik yang bertugas menyuplai segala kebutuhan data dan memberi dukungan moral bagi para pemain. 

Faktanya, kondisi mental pemain Persebaya turun drastis setelah mereka tertinggal 1-0 dari Arema. 

Tidak hanya itu, bila bermain di GBT pemain juga kehilangan fokus di menit akhir. Contohnya gol terakhir Barito Putera yang membuat Persebaya harus bermain imbang di kandang, beberapa waktu lalu. 

Seperti psikolog pada umumnya, sudah seharusnya tugasnya adalah membuat pemain Persebaya kuat secara mental dan fokus sepanjang pertandingan. 

Demikian juga dengan Tim Statistik yang bertugas untuk menganalisis menit bermain pemain. Sampai kelemahan permain. Tapi bila dilihat rata-rata gol ke gawang Persebaya selalu sama, apakah tugas Tim Statistik tidak dilakukan secara semestinya. Misalnya menyampaikan kepada tim pelatih, beserta analisis detailnya.

Sebagai pencinta sepak bola Indonesia, tentu merasa sedih melihat nasib Persebaya saat ini. Fasilitas bak klub Eropa, kantor di pusat perbelanjaan, tentu sudah seharusnya Persebaya berjaya.

Semoga ke depannya tim asal Surabaya ini dapat berkembang menjadi lebih dari saat ini, mungkin bisa menembus level Asia. 

Karena sudah saatnya, Persebaya kembali berjaya dan saatnya juga dunia tahu bahwa Persebaya merupakan klub besar dan hebat dari Indonesia.*

news
Penulis
Ari DP
Penggemar semua cabang olahraga. Asli Yogyakarta, KTP Sleman, tinggal di Jakarta.
news