INFOGRAFIS
Masa Depan Sanchez Makin Suram
16 August 2019 14:50 WIB
berita
Penyerang sayap Manchester United, Alexis Sanchez, tidak lagi diingikan pelatih Ole Gunnar Solskjaer.
MANCHESTER – Dari 70 juta euro kini jatuh ke angka 35 juta euro. Dan, semua itu terjadi hanya kurang dari dua tahun. Nilai Alexis Sanchez dalam bursa transfer memang menukik tajam. Penyerang sayap ini tidak lagi memiliki peran di Manchester United (MU). Bintang asal Cile tersebut juga bukan lagi bagian penting dari Tim Setan Merah asuhan Ole Gunnar Solskjaer pada 2019/20.

Kemenangan MU dengan empat gol tanpa balas atas Chelsea pada pekan pertama Liga Primer, memperlihatkan bahwa Solskjaer memang sudah memiliki cukup pemain depan. Kini, pelatih asal Norwegia tersebut memang sempat menyatakan bahwa dia menginginkan Sanchez untuk bertahan di Old Trafford.




Baca Juga :
- Solskjaer Ungkap MU Gunakan Taktik Liverpool Sendiri
- Juergen Klopp Kesal MU Main Bertahan




Meski demikian, publik sepak bola Inggris tahu bahwa di balik sikap Solskjaer, ada keinginan untuk membuat pemain 30 tahun tersebut pergi. Sanchez bergabung ke MU dari Arsenal pada Januari 2018 lalu.

Namun, dia hanya menorehkan tiga gol dari 32 laga untuk Tim Setan Merah. Musim ini, memang tidak ada tempat lagi bagi Sanchez. Meski MU telah melepas Romelu Lukaku ke FC Internazionale, tapi Solskjaer sudah memiliki sejumlah pemain menyerang yang tepat untuk setiap posisi di lini depan. Marcus Rashford, Anthony Martial, atau Jesse Lingard.


Baca Juga :
- Update Klasemen Liga Primer Inggris, Senin Dini Hari WIB
- Sheffield Siapkan Serangan Balik


Sanchez sendiri saat ini masih menantikan situasi yang positif terkait masa depannya. Sejak bergabung dengan tim setelah tampil dalam Piala Amerika 2019 bersama timnas Cile, Sanchez tetap melakukan latihan dalam situasi masa depan yang tidak jelas.

Bahkan, belakangan, ada kemungkinan Sanchez justru akan ditempatkan ke tim kedua MU jika memang dirinya tetap bertahan. MU harus bergerak cepat karena waktu transfer dalam sepak bola Eropa akan berakhir pada 2 September nanti.

Statistik menunjukkan karier Sanchez anjlok sejak ke MU. Dengan hanya menorehkan rata-rata satu gol dalam 641 menit, tentu itu bukan rapor yang bagus. Karena itulah, bagi Solskjaer, dirinya tidak memiliki waktu untuk membangkitkan kembali pemain bintang ini. Solskjaer hanya membutuhkan pemain yang sudah siap baik fisik maupun psikologis. Soal memberikan motivasi atau peluang, pelatih ini tidak memiliki waktu.

Sebenarnya, sepanjang musim panas ini memang ada sejumlah klub yang tertarik. Sanchez sempat dikabarkan akan ke AS Roma dengan status pinjaman. Klub raksasa Seri A tersebut siap membayar sebagian gaji Sanchez yang mencapi 500 ribu pound (Rp8,6 miliar) per pekan.

Namun, tidak ada realisasi dari rencana tersebut. Kini, Sanchez berharap bisa kembali bermain di Seri A. Di kompetisi inilah Sanchez mengawali perkembangannya dalam sepak bola Eropa.

Kemungkinan, MU akan mempertimbangkan tawaran dari setiap klub baik itu untuk pembelian permanen atau dengan status peminjaman. “Sanchez saat ini tetap berlatih dan dia berlatih dengan baik,” kata Solskjaer. “Tentu saja, dia dalam kondisi yang harus mengejar semuanya, termasuk kondisinya sementara pemain lain sudah lebih dulu siap,” kata Solskjaer lagi.

Menurut Solskjaer, dia masih berharap agar Sanchez bertahan di Old Trafford. Persoalan Sanchez pun mendapat perhatian dari sejumlah mantan bintang, seperti Robin Van Persie. Mantan pemain MU yang juga bergabung dari Arsenal ini menilai bahwa MU harus membuat Sanchez bahagia di tempatnya saat ini. Dengan demikian, itu akan membuatnya terpacu memberikan yang terbaik.

“Dia masih pemain yang luar biasa. Dia harus mencari cara untuk bisa bahagia lagi,” ujar Van Persie. “Jika Anda bahagia, Anda akan mau untuk berusaha membuat peluang dan bermain dengan senang,” kata Van Persie lagi menambahkan.

Menurut Van Persie, sejauh ini Sanchez belum mendapatkan kesempatan bermain untuk MU. Karena itu, dia yakin bahwa salah satu cara yaitu mencoba menurunkan Sanchez dan melihat apa yang dapat diberikannya untuk Tim Setan Merah.***

 

I
Penulis
Irfan Sudrajat