LIGA ITALIA
Young Guns Milan
16 August 2019 13:51 WIB
berita
Bek Theo Hernandez merupakan simbol peremajaan AC Milan.-Topskor.id/istimewa-
MILAN – Sukses jangka panjang adalah tema yang diusung AC Milan ketika terjun ke mercato musim panas ini. Lihat saja deretan pemain baru yang dibawa direktur Paolo Maldini dan Zvonimir Boban ke San Siro: tak ada yang melebihi usia 25 tahun. Artinya, dalam setiap gerak transfer, petinggi I Rossoneri selalu menempatkan masa depan sebagai prioritas. Mereka adalah Young Guns yang juga sebagai investasi masa depan.

Mulai dari pembelian pertama, Theo Hernandez (21 tahun), bek kiri belia namun punya pengalaman menjuarai Liga Champions bersama Real Madrid CF. Dia bisa menularkan mental pemenang kepada rekan-rekan baru. Juga ada Leo Duarte (23), palang pintu yang digadang bakal mengikuti jejak Thiago Silva di San Siro dan tim nasional Brasil.




Baca Juga :
- Update Klasemen Liga Italia Serie A, Senin Dini Hari WIB
- Era Pioli pun Dimulai




Lini tengah kedatangan Rade Krunic (25) dan Ismael Bennacer (21), duo eks gelandang Empoli FC yang diharap menyuntikkan energi dan kreativitas. Krunic sudah empat tahun menjajal sepak bola Italia bersama Gli Azzurri, kini siap menapak ke level selanjutnya bersama Milan. Sedangkan Bennacer punya potensi untuk jadi jenderal lapangan, lewat visi dan ketenangan bermain. Medali juara Piala Afrika bersama timnas Aljazair juga membuktikan pengalaman di kancah internasional.

Pada akhirnya ada Rafael Leao (20), penyerang muda yang disiapkan jadi tandem Krzysztof Piatek di lini depan. Gaya bermainnya yang gesit dan penuh trik mengingatkan tifosi akan Kylian Mbappe—tapi yang satu ini asal Portugal. Musim lalu, dia menyumbang 8 gol dalam 26 penampilan bersama LOSC Lille, membuktikan ketajaman di depan gawang.


Baca Juga :
- Jadwal Pertandingan Liga Italia Serie A Pekan 8, Sabtu-Senin 19-21 Oktober 2019
- Sirigu Enggan Geser Donnarumma


Talenta muda potensial memang jadi tujuan utama Milan di mercato. Lihat juga para buruan yang lepas dari genggaman, macam Joachim Andersen (23), Lucas Torreira (23), Dani Ceballos (23), Stefano Sensi (24), sampai Dennis Praet (25): tak ada seorang pun yang berusia lebih dari separuh abad. I Rossoneri mencari pemain yang bisa diandalkan buat jangka panjang dan terus berkembang.

Selain itu, ada juga alasan finansial. Mengingat keuangan masih dalam kondisi rentan, petinggi Milan lebih memilih mengasah pemain berbakat daripada memboyong pemain bintang. Mereka diberi kontrak maksimal berdurasi lima tahun, diharap terus meningkat seiring waktu. Ini bukan perjudian singkat bersifat pinjaman, tapi investasi konkrit buat masa depan.

Jika menilik komposisi starter yang bakal dipilih Giampaolo buat musim baru, juga akan terlihat betapa Milan memang tim yang muda. Gianluigi Donnarumma (20) di bawah mistar, Alessio Romagnoli (24) sebagai kapten dan palang pintu, Davide Calabria (22) bek kanan, Franck Kessie (22) dan Lucas Paqueta menggalang lini tengah, dan Piatek jadi ujung tombak. Mereka melengkapi para pemain baru yang datang musim panas ini.

Jangan lupakan pula Jesus Suso (25), sosok paling senior di antara semua. Gelandang serang asal Spanyol ini sudah jadi nyawa permainan Milan dalam beberapa musim terakhir, dan diharap terus bertahan di San Siro. Di bawah asuhan Giampaolo, dia mendapat peran baru sebagai trequartista dan mampu menjalankannya dengan apik. Ini yang kemudian membuat klub berpikir dua kali untuk melepasnya.

Suso tadinya siap dilego karena Milan butuh tambahan dana buat beberapa transfer kunci. Namun, setelah bermain bagus dalam rangkaian pramusim, indikasi eks Liverpool FC itu bertahan makin menguat. Petinggi klub sudah beberapa kali bertemu dengan agen Alessandro Lucci belakangan ini, membahas soal masa depan Suso.

Tanpa menjual Suso pun, I Rossoneri tetap yakin bisa mendapatkan Angel Correa dari Atletico Madrid. Negosiasi antara kedua kubu kian intens dan berjalan positif, mungkin akan rampung dalam waktu dekat. Rencana Milan kini berubah, mereka ingin membentuk lini serang super bersama Piatek, Leao, Suso dan Correa.*** Dari berbagai sumber

X
Penulis
Xaveria Yunita