LIGA ITALIA
Torino Mesti Lolos ke Liga Europa agar Dibelikan Pemain Baru
16 August 2019 11:35 WIB
berita
Skuat Torino melompat setelah mendapat kemenangan lawan Shakhtyor Soligorsk.-Topskor.id/istimewa-
TURIN – Sebagai seorang pebisnis, Urbano Cairo selalu penuh perhitungan. Pun dalam mercato, di mana dia menetapkan skenario akan lebih agresif di bagian akhir. Presiden Torino FC itu mau berinvestasi besar ketika skuat asuhan Walter Mazzarri melangkah ke babak utama Liga Europa.

Sejauh ini baru  dua pemain yang baru didapatkan Mazzarri, yakni Lyanco dan Simone Edera. Sebentar lagi Simone Verdi akan mendarat, tinggal menunggu penggantinya di SSC Napoli. Jadi sekarang tim mesti membantu pelatih dengan tampil maksimal dalam babak kualifikasi turnamen kasta kedua Eropa.




Baca Juga :
- Lukic Pembawa Keberuntungan
- Setan Merah Sudah Tidak Menyeramkan




Sembari menunggu datangnya amunisi baru, pelatih bekerja dari sisi psikologis dan menemukan identitas permainan yang jelas. “Kami ingin membangun mental yang lebih baik untuk terus berkembang. Kami mesti menang di berbagai lapangan,” ujarnya.

Lewat mentalitas juara, Il Granata bisa menghadapi lawan dari berbagai level. Kepercayaan diri dipupuk dari setiap latihan dan pertandingan.


Baca Juga :
- Penyerang Baru Arsenal Ini Mulai Jadi Idola
- Ancelotti dan Insigne Berdamai


Mazzarri tidak mau muncul anggapan skuatnya bergantung kepada Andrea Belotti. Dia terus melakukan eksperimen dan menggali kemampuan individu lainnya. Sejauh ini ada tiga pemain yang menunggu momentum untuk meledak. Gleison Bremer, Kevin Bonifazi dan Alejandro Berenguer mulai mendapat perhatian ekstra dari allenatore 57 tahun tersebut.

Bremer, didatangkan satu tahun silam, karena Toro terpikat dengan talenta yang ditunjukkan  dalam uji coba antara Atletico Mineiro dan Liverpool FC. Bek sentral muda itu berada di bawah bayang-bayang seniornya sambil mempelajari mekanisme Mazzarri. Kini dia siap muncul ke permukaan setelah Emiliano Moretti pensiun dan Lyanco cedera.

Kurang konsisten merupakan kelemahan Berenguer, yang membuatnya beberapa kali tersingkir dari persaingan di lini depan. Dia berusaha menempa diri sehingga dapat bekerja dalam berbagai skema Mazzarri. Pemain asal Spanyol itu mampu bertugas sebagai winger pada skema 3-4-3, trequartista atau penyerang kedua di modul 3-4-2-1 dan gelandang dalam kiri pada 3-5-2.

Bonifazi mungkin batal dilepaskan seiring dengan perkembangan kinerja. Dengan pergerakan yang tepat, dia bisa mengembalikan keseimbangan di benteng belakang.

Peluru Torino

Daniele Baselli mengakhiri musim lalu dengan satu tekad, menjadi sosok vital di barisan tengah Torino FC. Pesepak bola 27 tahun itu tak keberatan mesti berganti peran. Seperti yang terjadi dalam tiga laga kualifikasi Liga Europa 2019/20.

Ketika Tomas Rincon absen, pelatih Walter Mazzarri datang dengan ide darurat. Allenatore menunjuk Baselli sebagai pengarah serangan klasik. Walaupun baru pertama kali melakukannya, tidak terlihat kecanggungan dari gelandang dengan fleksibilitas tinggi itu. Dia mengatur pergerakan di area depan pertahanan sekaligus mengomando manuver tim.

Mazzarri memintanya untuk memperpendek jarak antara lini tengah dan penyerang utama.  Dengan teknik mumpuni dan umpan lambung ala peluru, tugas itu bisa dituntaskan oleh eks centrocampista Atalanta BC tersebut.

“Tidak masalah saya menjalani peran baru di depan pertahanan. Pelatih menginginkan keseimbangan dan dia melihat saya mampu bermain di posisi itu. Di depan, kami punya beberapa pemain yang mampu melukai lawan, saya siap berkorban untuk mereka,” ujarnya.

Baselli dapat diturunkan bersama Rincon dan Soualiho Meite dalam formasi 3-5-2. Alternatif lainnya menjadi gelandang sentral untuk modul 3-4-3 dengan mantan pemain Juventus FC itu.* Dari berbagai sumber

X
Penulis
Xaveria Yunita