news
LIGA INGGRIS
Pep Menilai Spurs Ancaman Potensial bagi Man. City
15 August 2019 13:59 WIB
berita
Pelatih Man. City Josep Guardiola menuntut timnya harus tampil lebih baik saat menjamu Tottenham di Etihad, Sabtu (17/8) lusa./AFP
MANCHESTER – Manchester City FC tidak kesulitan saat melawan West Ham United FC dalam laga perdana Liga Primer 2019/20, akhir pekan lalu. Skor akhir 5-0 menjadi bukti. Namun situasi akan berbeda pada Sabtu (17/8) nanti. The Citizens dijadwalkan menjamu Tottenham Hotspur FC. Partai ini diyakini jauh lebih sulit meskipun bakal berlangsung di Stadion Etihad.

Pelatih Man. City Josep “Pep” Guardiola telah menganggap Spurs sebagai salah satu rival terberat timnya musim ini. Ia menilai pasukan Mauricio Pochettino akan jauh lebih baik setelah bergerak cerdas di bursa transfer lalu. Tottenham merekrut Tanguy Ndombele, Giovani Lo Celso, dan Ryan Sessegnon. Seperti The Citizens, Spurs pun memulai musim dengan hasil positif, menang 3-1 atas Aston Villa FC.




Baca Juga :
- Masa Depan Pelatih Man. City Masih Gelap
- Rodri: Saya Hadapi Semua sebagai Tantangan




“Saya pikir akan jauh lebih ketat dibandingkan musim lalu. Liverpool tentu saja. Namun  Tottenham, Manchester United, Arsenal, dan Chelsea juga telah mempersiapkan diri dengan baik. Mereka semua akan mencoba menghentikan kami,” ujar Guardiola.

Pada 2018/19, Man. City meraih dua kemenangan di ajang liga melawan Tottenham, masing-masing dengan skor 1-0 di Wembley dan Etihad. Namun perlu diingat bahwa Spurs-lah yang menghentikan langkah Pep dan skuatnya di Liga Champions musim lalu. Mereka kalah agresivitas gol tandang (4-4) di perempat final. Ini bukti Harry Kane dan kawan-kawan adalah ancaman potensial bagi The Citizens.


Baca Juga :
- Leroy Sane Merapat ke Muenchen, Manchester City Sebut Coman Pengganti Sempurna
- Striker Spurs Ini Lebih Baik daripada Beberapa Legenda Inggris


Ketika mengalahkan Spurs lewat gol tunggal Phil Foden di Etihad pada April lalu, Man. City pun dipaksa bekerja keras demi tiga poin. Kiper Ederson Moraes harus membuat empat penyelamatan untuk memastikan kemenangan bagi tuan rumah. Ditambah lagi Pochettino punya Ndombele, pemain yang menghadirkan mimpi buruk bagi The Citizens saat masih membela Olympique Lyon.

Gelandang 22 tahun itu berandil membawa klub Ligue 1 itu mengalahkan Man. City 1-2 di Etihad pada laga pertama fase grup Liga Champions. Ndombele juga berperan saat Lyon menahan The Citizens 2-2 di pertemuan kedua. Kini kehadirannya di lini tengah Spurs patut diantisipasi Pep. Apalagi Ndombele kian termotivasi setelah mencetak gol pada laga debutnya di Liga Primer saat melawan Villa.

Guardiola sendiri tidak sepenuhnya puas dengan performa Man. City meski menang besar atas West Ham. Menurutnya, penampilan skuatnya belum sesuai ekspektasi. “Performa tim masih jauh dari sempurna. Tempo dan ritme berantakan, banyak operan tidak akurat, kami sering kehilangan second ball,” kata Pep. “Namun itu normal pada laga perdana. Hal terpenting kami harus lebih baik dalam laga berikutnya.”

Melawan Spurs jelas menjadi tes berat bagi Man. City. Guardiola sadar timnya harus tampil sempurna jika ingin mengalahkan tim London Utara itu. Kemungkinan ia akan menurunkan komposisi terbaik The Citizens setelah pada laga menghadapi West Ham akhir pekan lalu mencadangkan Sergio Aguero dan Bernardo Silva.

Sanksi Ringan 

Guardiola bisa bernapas lega setelah Man. City tidak akan menerima sanksi larangan transfer dari Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA). The Citizens hanya dikenakan denda 315 ribu paun (setara Rp5,4 miliar) terkait pelanggaran yang mereka lakukan dalam merekrut pemain di bawah usia 18 tahun. Juara bertahan Liga Primer itu terhindar dari hukuman berat karena mengakui telah melanggar sejumlah regulasi.

“Kami akan bertanggung jawab atas pelanggaran yang muncul sebagai akibat kesalahan tafsir tentang peraturan yang dipermasalahkan,” ujar pernyataan Man. City. “Menurut aturan FIFA, klub yang telah mengakui kesalahannya dapat mengajukan permohonan hukuman,” tulis FIFA merespons alasan tidak diberikannya sanksi transfer kepada The Citizens.  

Februari lalu, Chelsea menerima sanksi larangan merekrut pemain dalam dua jendela transfer karena kasus serupa. Bedanya, pelanggaran yang dilakukan The Blues lebih banyak daripada Man. City. Selain itu, The Citizens dinilai lebih kooperatif sejak dituduh melakukan pelanggaran. Mereka tidak mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) seperti yang dilakukan Chelsea.***

loading...
I
Penulis
I Gede Ardy E
news
news