news
LIGA INTERNASIONAL
Sneijder Miliki Ikatan Emosional dengan FC Utrecht
14 August 2019 13:25 WIB
berita
Wesley Sneijder menjadikan Al Gharafa klub terakhirnya sebagai pemain profesional sebelum secara tiba-tiba memutuskan gantung sepatu, Selasa (13/8) kemarin.
UTRECHT - Lama tidak terdengar kabarnya, Wesley Sneijder memutuskan mundur sebagai pemain profesional, Selasa (13/8). Keputusan tersebut ia sebarkan melalui saluran resmi FC Utrecht di YouTube, kemarin.   

Meski begitu, Snedijer tidak akan sepenuhnya meninggalkan sepak bola yang sudah 17 tahun digelutinya. Faktanya, mantan gelandang tim nasional Belanda yang kini 35 tahun itu telah menyepakati tawaran sebagai Direktur FC Utrecht.




Baca Juga :
- Duel Dua Sahabat
- Indonesia All Star Waspadai Eksekutor Tendangan Bebas Inter Milan U-18




Sepanjang kariernya, Sneijder tidak pernah memperkuat FC Utrecht. Tapi, dia lahir di Utrecht sehingga memiliki kedekatan emosional dengan klub Eredivisie tersebut.

“Kini, saya telah pensiun sebagai pemain sepak bola. Saya menginginkan tempat yang menyenangkan untuk berbagi kenangan,” kata Sneijder. “Rasa cinta saya terhadap Kota Utrecht sangat besar dan saya punya hubungan baik dengan (pemilik klub) Frans Van Seumeren. Kami selalu berdikusi dan kini kami ingin mengubah kata-kata jadi tindakan. Saya mengharapkan musim yang hebat di Stadion Galgenwaard."


Baca Juga :
- Performa Lautaro Mengingatkan kepada Ronaldo
- Mourinho Tolak Madrid demi Tottenham


Sneijder adalah produk Akademi AFC Ajax yang sangat termashur. Ia mulai mengibarkan namanya bersama De Godenzonen dengan meraih satu gelar Eredivisie, dua Piala Belanda, dan satu Piala Super Belanda sebelum hijrah ke Real Madrid pada 2007 dengan nilai transfer 27 juta euro.

Sneijder membantu Madrid memenangi gelar La Liga pada musim pertamanya. Tapi, serangkaian cedera menghambat kiprahnya di Santiago Bernabeu hingga dia dijual ke FC Internazionale pada 2009. Di klub ini Sneijder mencapai puncak prestasinya di bawah asuhan Jose Mourinho dengan memenangi treble pada 2009/10.

Galatasaray SK di Turki dan OGC Nice di Prancis adalah dua klub Eropa lainnya yang pernah diperkuat Sneijder. Dia lalu menghabiskan sisa kariernya bersama klub Qatar, Al Gharafa, antara 2017 dan 2019.

Sneijder bukan hanya bersinar di level klub, tapi juga bersama timnas Belanda. Dia jadi salah satu bintang saat Tim Oranye menjadi runner-up Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Sneijder bahkan meraih Bola Perak sebagai Pemain Terbaik kedua di turnamen itu setelah striker Uruguay, Diego Forlan, yang meraih Bola Emas.

Sneijder juga meraih Sepatu Perunggu dengan mencetak lima gol. Dia hanya kalah jumlah assist dari penyerang Jerman, Thomas Mueller, dan striker Spanyol, David Villa, yang masing-masing meraih Sepatu Emas dan Sepatu Perak dengan koleksi gol yang sama.

Empat tahun kemudian, Sneijder membantu timnas Belanda finis di peringkat ketiga Piala Dunia 2014 di Brasil. Total, dia telah memainkan 134 pertandingan bersama Tim Oranye dan menjadi pemain dengan caps terbanyak.

Menariknya, agen Sneijder, Guido Albers, mengaku terkejut dengan pengumuman pensiun kliennya. "Dia masih memiliki sejumlah urusan di Doha (Qatar), di mana dia tinggal saat ini dan masih ada beberapa klub yang berminat merekrutnya,” kata Albers. “Kami baru akan membahas hal ini Kamis (15/8) nanti, tapi saya pikir dia terlalu bersemangat."*RIJAL ALFURQON DARI BERBAGAI SUMBER

 

loading...
T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho
news
news