news
LIGA INGGRIS
Pemain Ini Krusial bagi Guardiola meski Berstatus Cadangan
14 August 2019 15:20 WIB
berita
Gelandang Man. City Ilkay Guendogan (kanan) beraksi saat menghadapi West Ham United dalam laga perdana Liga Primer 2019/20, akhir pekan lalu./AFP
MANCHESTER – Dua hari usai menandatangani kontrak baru berdurasi empat tahun, semua kembali normal bagi Ilkay Guendogan. Ia menyaksikan Manchester City FC menghadapi tuan rumah West Ham United FC dari bangku cadangan. Baru setelah pertandingan tersisa 11 menit, gelandang asal Jerman tersebut diturunkan pelatih Josep “Pep” Guardiola.

Peran sebagai cadangan memang telah menjadi hal biasa yang dilakoni Guendogan setelah hijrah dari Borussia Dortmund ke Etihad, kandang Man. City pada 2 Juni 2016 lalu. Namun bukan karena kualitas yang membuat pemain keturunan Turki itu lebih sering menjalani peran sebagai pemain pelapis. Permasalahannya, Pep punya segudan gelandang top dalam skuat The Citizens.




Baca Juga :
- Sterling Balas Fan yang Mencemooh Joe Gomez
- Rodri Akui Pelatih Man City Pengaruhi Permainannya




Sang pelatih tak pernah meragukan kemampuan Guendogan, tetapi ia tidak memiliki dinamisme seperti Kevin De Bruyne, pergerakan dalam ruang sempit layaknya David Silva, atau kinerja fantastis macam Bernardo Silva. Ditambah lagi, Guendogan kerap mengalami cedera. Dengan opsi melimpah di sektor gelandang serta, Guardiola tentu bisa saja mendepaknya.

Sejarah cedera juga membuat Guendogan tidak memenuhi syarat sebagai pemain yang ideal untuk diberikan kontrak baru berdurasi panjang. Namun meskipun secara statistik kontribusi pemain 28 tahun itu tidak signifikan, ia tetap anggota kunci dalam skuat Man. City. Perlu diingat pula bahwa Guendogan merupakan rekrutan perdanan Guardiola sejak mengasuh The Citizens.        


Baca Juga :
- Jadwal Liverpool hingga Akhir Tahun Masih Relatif Mudah
- Tite Bingung Bagaimana Dongkrak Performa Firmino


Dan Guendogan kerap menghadirkan solusi bagi Pep. Saat performa Yaya Toure menurun dan akhirnya hengkang, sang gelandang mengantikan perannya sebagai metronom tim dengan baik, membuat performa Man. City stabil. Toure adalah legenda di Etihad yang dikenang lewat kontribusi golnya dalam momen krusial. Tetapi peran utama Toure adalah melakukan hal sederhana, mendistribusikan bola ke lini depan.

Guendogan pun melakukan itu dengan sangat baik. Fan The Citizens tentu tak akan lupa dengan skema 44 operan yang berujung golnya ke gawang Manchester United FC (MU) pada derby di Etihad musim lalu. Guendogan melakukan enam operan di antaranya. Catatannya hanya kalah dari Fernandinho (7). Dan kombinasinya dengan Bernardo di sisi kanan serangan betapa perfek sinkronisasi dua gelandang cerdas Man. City itu.

Pertandingan melawan MU itu juga memperlihatkan fleksibilitas Guendogan. Ia telah melakoni 116 laga bersama The Citizens dan bermain di tiga posisi, yakni gelandang bertahan, gelandang sentral, dan gelandang kiri. Ia telah mencatatkan masing-masing 17 gol dan assist. Jumlah itu mungkin kalah banyak dibanding catatan De Bruyne, Silva, atau Bernardo. Namun Guendogan akan selalu punya tempat dalam skuat Pep.

Mungkin, ia tidak akan selalu tampil starter menyusul kedatangan Rodri Hernandez, tetapi, Guendogan bisa menjadi senjata rahasia Man. City saat dibutuhkan. “Dia telah membuktikan betapa penting kehadirannya untuk klub ini. Ilkay telah terlibat dalam segala pencapaian yang kami raih dalam tiga tahun terakhir,” ujar Direktur Sepak Bola The Citizens Txiki Begiristain.*           

loading...
I
Penulis
I Gede Ardy E
news
news