INFOGRAFIS
Liverpool Membidik Trofi Pertama Musim Ini
14 August 2019 14:35 WIB
berita
Mohamed Salah - TopSkor/Istimewa
ISTANBUL – Chelsea selalu memiliki tempat istimewa dalam karier Mohamed Salah. Karena The Blues—julukan Chelsea—penyerang 27 tahun ini belajar apa artinya “tidak menyerah”. Karena klub asal London itu pula, bintang timnas Mesir ini terus memacu dirinya untuk terus bertarung ketika perjalanan kariernya sempat tidak jelas.

Ya, Mo—panggilan Salah—pada 2014 silam bergabung ke Chelsea. Namun, penyerang Liverpool ini tidak mendapatkan tempat. Usia salah ketika itu masih 22 tahun dan baru melakoni fase pertama pengalamannya di salah satu liga besar Eropa. Salah pun akhirnya “dibuang” dengan status pinjaman ke Fiorentina dan kemudian AS Roma.




Baca Juga :
- Crystal Palace Siap Bujuk Olivier Giroud Tinggalkan Chelsea
- Rafael van der Vaart Berikan Kritik Pedas Terhadap Penampilan Harry Maguire




Di Roma, akhirnya Salah mulai mendapatkan kepercayaan penuh. Hingga akhirnya, Salah pun bergabung ke Liverpool di bawah kepelatihan Juergen Klopp. Kini, hanya lima tahun kemudian, Salah menjelma menjadi salah satu bintang top Eropa. Lalu, mengapa Chelsea ketika itu tertarik mendatangkan Salah? Semua itu tidak terlepas dari aksi Salah ketika masih bermain bersama Basel.

Total, empat kali Salah menghadapi The Blues saat masih bermain di klub asal Swiss tersebut (2013). Dalam empat laga bersama Basel lawan Chelsea, Salah selalu menorehkan gol dalam tiga laga di antaranya (masing-masing satu gol). Performa itulah yang kemudian membuat Chelsea terpincut. Namun, nasib baik justru tidak mengikutinya ketika bergabung ke Chelsea.


Baca Juga :
- Tak Ada David de Gea, Kiper Liverpool dan Man-City Bersaing di Yachine Trophy
- Abraham Mengaku Suka Curi Ilmu dari Pemain Lain


Ironisnya, meski kariernya sangat menanjak bersama Liverpool, Salah malah tidak memiliki rapor yang baik saat lawan mantan klubnya tersebut. Dalam lima laga menghadapi Chelsea sebagai pemain The Reds, Salah hanya mampu menorehkan dua gol.

Dari lima laga itu pula, Salah hanya membawa Liverpool meraih satu kemenangan. Satu-satunya kemenangan tersebut terjadi pada musim lalu, saat dia menorehkan satu gol (2-0). Selebihnya, dua kali imbang dan dua kali kalah.

Karena itulah, Salah dapat memperbaiki rekor tersebut ketika Liverpool menghadapi Chelsea dalam ajang Piala Super Eropa yang akan digelar di Istanbul, Turki. Rabu (14/8) atau Kamis dini hari WIB. Bintang yang musim lalu total menorehkan 27 gol dalam semua ajang ini telah memulai 2019/20 ini dengan awal yang baik dengan ditandai gol yang dia ciptakan ke gawang Norwich City, Jumat lalu.

Gol tersebut membuat Liverpool meraih tiga poin pada pekan pertama Liga Primer. Di sisi lain, bagi Liverpool, pertandingan ini menjadi sangat penting karena ini kesempatan kedua untuk pasukan Juergen Klopp meraih trofi di awal musim. Pada kesempatan pertama, mereka gagal meraihnya setelah kalah dalam adu penalti dari Manchester City pada ajang Community Shield, 4 Agustus lalu.

“Kami selalu lapar gelar. Lupakan Liga Champions, saya ingin kami lebih termotivasi lagi untuk meraih gelar,” kata Klopp terkait sukses timnya pada musim lalu yang meraih gelar Liga Champions.

Kemenangan 4-1 atas Norwich hanya salah satu pesan bahwa The Reds bukanlah tim yang sudah puas dengan trofi ajang Eropa tersebut. Karena itu, untuk menjaga situasi positif yang sudah terbentuk itu, Liverpool harus meneruskan tren bagus ini saat menghadapi Chelsea.

Apalagi, laga ini juga diwarnai dengan perbandingan performa antara kedua tim. Jika Liverpool sukses meraih kemenangan pada pekan pertama Liga Primer, Chelsea justru dibantai habis oleh Manchester United (MU), kalah 0-4. Tapi, Liverpool harus tetap waspada karena pekan pertama (laga pertama) tidak dapat menjadi ukuran.

Apalagi, The Blues ketika takluk dari MU belum benar-benar memperlihatkan kekuatan sebenarnya. Pelatih Chelsea, Frank Lampard, terlihat masih menyimpan sejumlah pemain seperti Olivier Giroud, Ngolo Kante, atau Christian Pulisic yang diturunkan sebagai cadangan.

Giroud memiliki peluang untuk tampil sebagai starter pada pertandingan ini. Penyerang asal Prancis tersebut memiliki rapor cukup baik setiap menghadapi Liverpool. Musim lalu pada pertemuan pertama Liga Primer, Giroud yang menjadi pencetak gol satu-satunya yang membuat The Blues menang 1-0.

Total, dalam 13 pertemuan dengan Liverpool, Giroud menorekan enam gol termasuk ketika masih di Arsenal. Dia meraih lima kemenangan, lima kali imbang, dan hanya tiga kali kalah.* Irfan Sudrajat

n
Penulis
nana sumarna