FORMULA 1
Pembalap F1 Ini Belajar dari Vettel
14 August 2019 13:05 WIB
berita
Charles Leclerc (Istimewa).
MARANELLO – Pembalap Scuderia Ferrari Mission Winnow Charles Leclerc mengatakan ingin belajar lebih banyak dari Sebastian Vettel. Ini merujuk pada lomba terakhir di Sirkuit Hungaroring, Hungaria, 4 Agustus lalu, saat ia kesulitan dalam mengelola ban dan itu berlangsung cukup lama.

Jika dibanding rekan setimnya itu, Leclerc memang terlihat berusaha lebih keras hingga membuatnya kehilangan kecepatan di pengujung lap. Padahal, saat di posisi ketiga, ia berjarak cukup jauh dari Vettel yang satu tingkat di bawahnya. Sayang, ban yang mulai habis membuat Leclerc harus merelakan podium ketiga Grand Prix (GP) Hungaria.


Baca Juga :
- Nyaris Juara F1 2019, Hamilton Sebut W10 Butuh Peningkatan
- Saling Sodok di F1 GP Jerman




“Secara keseluruhan, jelas (kondisi) itu cukup sulit. Saya harus berjuang keras dengan ban belakang sejak pertengahan lomba karena ban seperti tidak bekerja. Kami memang terlalu cepat mengganti ban dan di sisi lain, Seb (sapaan Sebastian Vettel), memiliki kinerja lebih baik daripada saya di sana (Hungaria),” kata Leclerc seperti dilansir Crash.net.

Pria asal Monako itu pun optimistis gaya balapnya memberi dampak berbeda terhadap ban. Pasalnya, saat di Formula 2 (F2) di mana tak memiliki perlombaan dengan lap yang cukup panjang, Leclrec dapat menekan sejak awal. Meski begitu, ia akan melihat data tim dan menerapkan setelan tepat guna memperbaiki kinerja ban saat balapan.


Baca Juga :
- Duo Haas F1 Dukung Kebijakan Pengisian Bahan Bakar Kembali ke Formula 1
- Ini Deretan Wanita Cantik Korban Asmara Lewis Hamilton


“Saya pikir masih ada yang perlu dipahami dari diri sendiri. Saya pernah mengalami yang lebih sulit dan yakin jika ini disebabkan oleh gaya berkendara. Mungkin gaya berkendara saya sedikit lebih agresif darinya. Jadi, saya harus memahami dan menganalisa, serta mencoba untuk berkembang pada lomba-lomba berikutnya,” kata Leclerc.

Sepanjang musim ini, pembalap 21 tahun itu memang kerap kesulitan dalam manajemen ban. Perbedaan komponen dengan tahun lalu menjadi salah satu faktor sulitnya Leclrec menemukan setelan yang tepat pada ban. Hal tersebut juga dialami Vettel atau dengan kata lain, Ferrari harus segera menemukan solusi terbaik pada sisa lomba.

“Saya harus memahami apa yang dapat dilakukan dengan gaya balap, saat ini. Apakah harus mengurangi atau cukup dengan keseimbangan mobil, dapat membenahi masalah itu karena pada akhirnya adalah soal mencetak poin. Balapan terakhir tak sesuai harapan tapi saya pastikan bakal belajar dari pengalaman itu,” Leclerc menambahkan.

Prinsipal Ferrari Mattia Binotto mengakui manajemen ban Vettel memang lebih baik daripada Leclerc. Faktor pengalaman dalam membaca situasi memang jadi keunggulan pembalap asal Jerman tersebut. Binotto pun menegaskan bahwa putaran terakhir atau GP Hungaria, akan menjadi pengalaman bagus bagi Leclerc di masa depan.

“Saat lomba, Seb selalu tampil kuat,” kata Binotto. “Ia menyadari bahwa kecepatan dalam balapan adalah hal terpenting dan ia berpengalaman dengan cara mengelola ban. Saya pikir, itu benar-benar menjadi kekuatan Seb. Maka dari itu, kesalahan yang dilakukan (Seb) di Silverstone (Inggris) adalah hal yang mengecewakan.”

Vettel juga mengaku belum puas dengan kinerja SF90, sejauh ini. Tapi, ia mengatakan bahwa mobil mengalami sedikit peningkatan. “Saya pikir, semangat di dalam tim cukup bagus karena mereka siap memberikan segalanya. Tapi, kami harus bisa mengendalikan lomba karena saat ini kami jauh dari itu,” kata peraih empat gelar Formula 1 (F1) itu.

Ferrari memang tertinggal dari dua rivalnya, Mercedes AMG Petronas dan Red Bull Racing, dalam kecepatan lomba. “Kami memiliki ruang untuk ditingkatkan, terutama di tikungan berkecepatan rendah. Jelas kami memiliki keunggulan di trek lurus. Jadi, kami masih memiliki pekerjaan yang perlu diselesaikan,” ujar Vettel.*MUHAMAD FADLI RAMADAN DARI BERBAGAI SUMBER

L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati
news