news
UMUM
Ajang Boys Elite 2019 Perkaya Jam Terbang Timnas U-15
14 August 2019 15:50 WIB
berita
MANDALAY - Seusai tampil di Piala AFF U-15 2019 di Thailand, Timnas Indonesia U-15 tidak langsung kembali ke Tanah Air melainkan melanjutkan petualangannya ke Myanmar. Tim yang dinakhodai Bima Sakti Tukiman tersebut langsung bertolak ke Mandalay untuk mengikuti turnamen invitasi bertajuk Boys Elite Football Tournamen U-16 2019.

Selain Indonesia, negara lain yang berpartisipasi pada turnamen ini adalah Myanmar sebagai tuan rumah, Korea Selatan, dan Montenegro. Turnamen segiempat ini akan berlangsung pada 14-18 Agustus 2019 di Stadion Mandala Thiri, Mandalay, Myanmar.




Baca Juga :
- Ditarik Juara Liga Malaysia, Eks Pelatih Fisik Timnas U-19 Tidak Sulit Beradaptasi di Kota Sabah
- Jika Serius, Luis Milla Minta PSSI Kirim Surat Resmi




Pada pertandingan pertama Garuda Muda langsung ditantang sang tuan rumah Myanmar U-16. Namun, hal itu sudah diantisipasi dengan baik oleh para pemain. Asisten pelatih timnas U-15 Indriyanto Nugroho mengatakan dalam persiapan terakhir timnya fokus mengembalikan stamina pascatampil di Piala AFF Y-15 2019.

“Minggu (11/8) kemarin kami sampai di sini dan persiapan sudah kami mulai sejak hari Senin (12/8). Kami sudah mencoba lapangan. Karena pemain sempat diberikan dua hari libur ketika berangkat ke Myanmar dan sampai kami liburkan sehari, kami hanya fokus latihan menaikkan kondisi mereka saja,” ujar Indriyanto.


Baca Juga :
- Kekuatan Terbaik SKN Siap Lakoni Laga Perdana Pro Futsal League 2020
- Red Manguni Siap Kejutkan Cosmo, sedang IPC Pelindo II Pede Tanpa Pemain Asing


Indriyanto juga mengatakan tim pelatih tidak lupa untuk kembali mematangkan pemahaman bermain timnya. “Nanti sore (kemarin) mungkin tim pelatih baru masuk kepada taktikal, dan memberikan latihan sentuhan bola lebih banyak untuk pemain kembali terbiasa lagi,” ucap Indriyanto kepada TopSkor, Selasa (13/8) pagi.

Indriyanto bersyukur para pemain sudah dapat beradaptasi dengan baik dengan kondisi di Myanmar. Menurutnya hal itu karena faktor cuaca di Myanmar tidak berbeda jauh dengan di Thailand. Hal ini dirasa cukup penting bagi pemain dalam bertanding.

“Mengenai adaptasi di sini saya rasa sudah cukup baik. Para pemain terlihat sudah terbiasa, karena cuaca Myanmar hampir sama dengan Thailand dan sampai saat ini kondisi pemain semua dalam keadaan fit untuk melakoni laga pertama nanti,” ujar Indriyanto.

Selain adaptasi cuaca, Garuda Muda akan beradaptasi juga dengan lawan-lawan yang akan dihadapi di Myanmar. “Timnas sendiri sebagian besar U-15 ya, dan lawannya nanti U-16 semua. Di sini kami akan melihat bagaimana perkembangan mereka dari Piala AFF 2019, Thailand kemarin,” ucap Indriyanto.

Sementara itu, pelatih Garuda Muda Bima Sakti mengatakan timnya beruntung dapat berhadapan dengan tiga negara dengan karakteristik yang beragam. "Ini ajang yang bagus untuk pemain. Selain untuk mengukur kemampuan, kami juga bisa memperkaya jam terbang internasional,” ujar Bima.

Bima menilai lawannya di sini memiliki karakteristik masing-masing. Montenegro representasi permainan Eropa, Korea Selatan dari Asia Timur, sedangkan Myanmar untuk mengukur konsistensi timnas yang sudah terbentuk selama ini.

Selain itu, turnamen Boys Elite Football Tournament 2019 juga akan menjadi pemanasan timnas Indonesia U-15 sebelum bertempur di Kualifikasi Piala Asia U-16 2020 yang berlangsung September mendatang.

Tim Garuda Muda tergabung di Grup G bersama Cina, Brunei Darussalam, Filipina, dan Kepulauan Mariana Utara. “Kami harus memanfaatkan sebaik mungkin turnamen ini sebagai bagian dari persiapan menghadapi Kualifikasi Piala Asia U-16 2020 dan mematangkan kerangka tim. Semoga kami semua diberikan kelancaran dan bisa memetik hasil yang terbaik di sana,” kata Bima.*NIZAR GALANG GANDHIMAR

 

loading...
R
Penulis
Rizki Haerullah
news
news