UMUM
Mengasah Saddam melawan Myanmar
14 August 2019 13:38 WIB
berita
HO CHI MINH – Timnas Indonesia U-18 sudah mengoleksi 19 gol dari empat pertandingan. Tercatat ada sembilan pemain yang sudah membukukan namanya di papan skor. Dari Sembilan pemain itu, Amiruddin Bagus Kaffi memimpin dengan lima gol. Namun, ada satu striker yang hingga kini masih penasaran.

Pemain yang dimaksud adalah Saddam Emiruddin Gaffar. Dari 23 pemain yang didaftarkan Fakhri Husaini untuk Piala AFF 2019, Saddam menjadi penyerang tengah pelapis Sutan Diego Zico. Dari empat laga yang sudah dilakoni Garuda Muda, Saddam tampil dalam tiga kesempatan dengan satu di antaranya sebagai starter.


Baca Juga :
- U-16 Boys Elite, Terima Kasih Korsel Buat Indonesia dan Myanmar
- Juara Piala AFF U-18 2019, Australia Samai Rekor Thailand




Dari penampilan tersebut, catatan terbaiknya hanya mencipta dua assist dan tujuh peluang gol. Sebagai ujung tombak, situasi ini cukup mengkhawatirkan. Sebab, Indonesia membutuhkan striker tajam lainnya, sebagai antisipasti jika Zico, Bagus, atau pemain lainnya sedang kehilangan sentuhan terbaiknya.

Karenanya, dalam laga terakhir babak Grup A Piala AFF U-18 2019, menghadapi Myanmar, di Stadion Thong Nhat, Ho Chi Minh, Vietnam, Rabu (14/8) sore ini, ketajaman Saddam coba diasah kembali. Dalam pengamatan TopSkor, pemain paling jangkung di dalam timnas Indonesia U-18 ini, hanya butuh pemecah kebuntuan.


Baca Juga :
- Fakhri Akan Mencari Pemain Baru untuk Timnas U-18
- Timnas U-15 Lanjut ke Qatar


Pelatih timnas Indonesia U-18 Fakhri Husaini pun percaya, jika berhasil memecah telur, kepercayaan diri Saddam akan meningkat dan bukan tidak mungkin produktivitasnya meningkat. Dalam sesi latihan Selasa (13/8) pagi, di kawasan Thu Da Mot, di lapangan latihan klub Becamex Binh Duong, Saddam mendapat sentuhan.

“Saya pikir hanya menunggu waktu saja untuk Saddam,” kata Fakhri. Dalam pertandingan melawan Myanmar ini, Fakhri akan kembali mengistirahatkan sejumlah pilar, agar pemain tampil prima dalam laga semifinal. Fakhri pun memastikan, akan tetap memburu status juara grup, yang berarti unggul atas Myanmar.

Saddam mengakui, penampilannya belum maksimal. Namun, pemuda kelahiran 24 September 2001 itu semakin percaya diri. Menurutnya, gelandang dan winger sudah mulai mengerti karakter bola yang ia inginkan. Ia pun berharap bisa segera memecah kebuntuan, utamanya saat jumpa Myanmar.

“Kalau David (Maulana) sih tau bola-bola keinginan saya. Kalau yang lain masih ngasih ke kaki kanan saya, yang kaki andalan saya. Jadi agak sulit untuk ngarahinnya. Kalau bola atas, saya sukanya bola parabol bukan stretch. Karenanya saya terus berkomunikasi dengan rekan-rekan lainnya,” kata Saddam kepada TopSkor.

 

Pantau Australia

Sementara itu, Fakhri Husaini menyempatkan diri datang ke Stadion Than Long, Ho Chi Minh pada Selasa (13/8) sore. Fakhri didampingi pelatih kiper Sahari Gultom, dokter tim Syarif Alwi, dan administrator PSSI Ricky Riskandi. Keempatnya menonton langsung pertandingan antara Australia kontra Malaysia.

Pasalnya, lawan yang akan dihadapi Indonesia pada babak semifinal nanti adalah Australia dan Malaysia. Sebelumnya, perwakilan Malaysia dan Australia, termasuk juga Vietnam, tampak menonton langsung pertandingan Indonesia saat berhadapan dengan Laos (12 Agustus) di Stadion Thong Nhat dan Timor Leste (10 Agustus) di Stadion Binh Duong.*** ABDUL SUSILA

R
Penulis
Rizki Haerullah
news