news
LIGA ITALIA
Selalu Ada Tempat untuk Khedira
14 August 2019 13:50 WIB
berita
Gelandang Juventus Sami Khedira (kedua dari kanan) menembak ke gawang Atletico Madrid.-Topskor.id/istimewa-
TURIN – Butuh empat bulan setelah penampilan terakhir, Sami Khedira akhirnya kembali merumput dengan kostum Juventus FC. Tampil sebagai starter melawan Atletico Madrid di Stockholm, akhir pekan kemarin, dia memperlihatkan kualitas yang dirindukan Si Nyonya Tua: keseimbangan, pandai membaca situasi, masuk ke area, juga dilengkapi gol. Hanya perlu 60 menit baginya untuk membuat Maurizio Sarri jatuh hati.

Sejak bergabung dari Real Madrid CF, empat tahun lalu, Khedira menjelma jadi sosok kolosal di lini tengah Juve. Periode terbaiknya hadir pada 2017/18, mencetak 9 gol dalam 38 penampilan bersama tim asuhan Massimiliano Allegri. Namun, badai cedera membuat gelandang asal Jerman itu terpuruk musim lalu, cuma bermain 17 kali dan menyumbang dua gol. Inilah yang kemudian membuat klub mulai berpikir memasukkannya ke daftar jual.




Baca Juga :
- Milan Temukan Komposisi Ideal
- Roma Mesti Belajar dari Kesalahan di Liga Europa




Sampai akhirnya Sarri datang. Sang pelatih anyar menentang penjualan Khedira karena dianggap sempurna buat filosofi sepak bolanya. Banyak pemain yang mengandalkan otot di lapangan, sedangkan Khedira termasuk yang mengedepankan otak. Dia tahu di mana bola akan bergerak, cerdas membaca permainan, juga piawai memanfatkan peluang dari lini kedua. Inilah yang sangat dihargai Sarri, selain pengalamannya dalam laga penting.

Juve kini memiliki 7 gelandang sentral, terlalu banyak bagi Sarri. Namun, bila ada pemain yang harus dijual, itu bukan Khedira. Dia lebih memilih mengorbankan Blaise Matuidi. Jangkar asal Prancis itu punya harga jual lebih tinggi dan banyak peminat di mercato. Operasi tersebut tidak hanya menguntungkan klub, tapi juga selaras dengan keinginan pelatih.


Baca Juga :
- Fiorentina Sasaran Empuk Inter
- Juventus Paling Sering Taklukkan Udinese di Seri A


Seperti yang telah diperlihatkannya dalam uji coba melawan Atletico, Khedira tetap punya kualitas. Dia mungkin takkan sering bermain karena fisik yang menurun, tapi akan jadi kepingan penting dalam musim Juve. Tak ada gelandang lain di skuat Juve yang mampu menyusup ke area seperti Khedira, menciptakan gol-gol pembeda.

Ronaldo-Icardi

Di lini depan, Juve masih memikirkan pasangan ideal buat Cristiano Ronaldo. Dalam skuat ada Paulo Dybala dan Gonzalo Higuain, dua pemain Argentina yang pernah menari tango bersama CR7 di lini depan. Tapi, rapor mereka kurang memuaskan. Jadi sekarang diperlukan talenta anyar yang bisa menampilkan performa tango lebih hebat, mungkin Mauro Icardi dari FC Internazionale.

Ronaldo dan penyerang Argentina sudah beberapa kali bekerja sama sepanjang kariernya. Dengan Higuain, ada 100 pertandingan La Liga bersama Real Madrid CF, dengan total 112 gol. Sedangkan musim lalu, kombinasi dengan Dybala di Turin menghasilkan 20 gol. Bagus, tapi masih kurang menggigit. Apalagi dua bomber ini bisa meninggalkan Juve dalam waktu dekat. Karena Ronaldo tak bisa berdansa sendirian, kedatangan Icardi bisa menyelesaikan masalah.

Duet Ronaldo-Icardi merupakan sesuatu yang baru, belum pernah terjadi sebelumnya. Dari pasangan ini mungkin bisa muncul kejutan dan gol-gol spektakuler. Icardi menghidupkan suasana di kotak penalti, sedangkan CR7 menari dari sisi kiri ke jantung pertahanan. Semua tergantung sang koreorafer Sarri, dan petinggi klub dalam merealisasikan transfer.* Dari berbagai sumber

loading...
X
Penulis
Xaveria Yunita
news
news