news
INFOGRAFIS
Jadi Penyerang? Sudah Biasa bagi Martial
13 August 2019 13:20 WIB
berita
Anthony Martial - TopSkor/Istimewa
MANCHESTER – Ole Gunnar Solskjaer memang termasuk sosok baru dalam kariernya sebagai pelatih. Namun, Ole—panggilannya—memiliki semangat yang tinggi. Karena faktor itulah, dia berusaha keras untuk membuat timnya maksimal. Dengan minimnya barisan penyerang, pria asal Norwegia ini akhirnya berhasil menemukan ide. Dan, ide tersebut adalah Anthony Martial.

Solskjaer sudah mempelajari rapor atau trek bintang asal Prancis ini, terkait posisi, karakter permainan, yang berhubungan dengan produktivitas. Pelatih ini pun menemukan fakta bahwa pemain 23 tahun tersebut memiliki naluri menyerang yang tinggi. “Dia dapat bermain sebagai penyerang dan dia memang seorang pencetak gol,” kata Solskjaer.




Baca Juga :
- Meski Catat Delapan Kemenangan Beruntun, Leicester Tidak Anggap Enteng Norwich
- The Blues Sodorkan Giroud demi Zaha




Karena itulah, ketika banyak yang menilai bahwa Martial akan bermain di posisi yang baru, Solskjaer tidak terlalu setuju. “Anda telah melihat bahkan pada musim lalu dia bisa bermain di lini depan,” Solskjaer menambahkan.

Ya, kemenangan telak MU atas Chelsea, 4-0, pada laga pekan pertama Liga Primer, Minggu (11/8) lalu, memang menampilkan sesuatu yang baru, dalam hal ini terkait pola dan posisi Martial. Dalam laga di Stadion Old Trafford ini, MU tampil dengan pola 4-2-3-1.


Baca Juga :
- Inggris Raya Menguasai Eropa
- Solskjaer Emoh Bandingkan Pemain Muda MU Ini dengan Rooney


Martial bermain sebagai penyerang dengan dukungan Marcus Rashford sebagai sayap kiri, Andreas Pereira sebagai playmaker, dan Jesse Lingard sebagai sayap kanan. Di lapangan tengah, Paul Pogba dan Scott McTominay sebagai gelandang di depan empat bek: Aaron Wan-Bissaka, Victor Lindeloef, Harry Maguire, dan Luke Shaw.

Dengan pola inilah MU tampaknya akan banyak bermain sepanjang 2019/20. Martial menjadi bagian dari rencana Solskjaer sepanjang musim ini. Dan, Solskjaer tampaknya tidak ragu bahwa rencana tersebut akan berjalan dengan baik.

Peran atau posisi penyerang memang bukan sesuatu yang baru bagi Martial. Bahkan, peran ini sudah dilakoninya ketika masih bermain di Monaco. Contohnya pada 2014/15. Dari 48 laga yang dimainkannya dengan Monaco, 25 laga di antaranya sebagai penyerang.

Di posisi tersebut, Martial menorehkan delapan gol. Bahkan, dia sempat bermain sebagai penyerang pada musim pertamanya di MU (2015/16). Ketika itu, Martial bermain 27 kali sebagai penyerang dan 25 kali sebagai sayap kiri. Total, dia menorehkan lima gol saat menjadi penyerang dan 11 gol sebagai sayap kiri.

Baru pada musim berikutnya, Martial lebih banyak bermain sebagai sayap kiri: 31 kali dengan menorehkan tujuh gol. Sedangkan dari tujuh laga sebagai penyerang, pemain berkulit gelap ini hanya menorehkan satu gol. Total, sepanjang kariernya di MU, Martial bermain sebagai penyerang dalam 45 kesempatan (laga).

Dari jumlah tersebut, dia menorehkan 11 gol dan memberikan tujuh assist. Sedangkan sebagai sayap kiri, Martial tampil dalam 109 pertandingan dan mencetak 34 gol.

Dari statistik tersebut, memang terlihat bahwa Martial memiliki potensi mencetak gol yang lebih besar sebagai pemain sayap. Meski demikian, yang dibutuhkan Solskjaer saat ini adalah pemain untuk posisi penyerang.

Ada Rashford namun bintang muda MU ini lebih efektif jika ditempatkan sebagai sayap atau penyerang sayap kiri. Dengan statistik Martial pada masa lalu itulah yang membuat Solskjaer akhirnya memutuskan menjadikan Martial sebagai penyerang nomor 9 MU.

Gol Martial ke gawang Chelsea merupakan gol ke-49 pemain ini untuk MU sejak kali pertama bergabung. Dengan jumlah itu pula, memperlihatkan bahwa dirinya merupakan pemain yang paling produktif di MU sejak 2015 (sejak debutnya untuk MU).

Bahkan, gol pertamanya untuk MU sangat mudah diingat pendukung Tim Setan Merah yaitu ketika dirinya beraksi menggiring bola lawan Liverpool dan menorehkan gol pada laga tersebut. Kini, setelah empat tahun sejak kedatangannya, dia justru menjadi pemain yang paling banyak memberikan gol untuk Tim Setan Merah.

Pada musim pertamanya di bawah asuhan Louis Van Gaal, Martial mampu mencetak 17 gol dalam semua ajang. Musim berikutnya, ketika kepelatihan berganti ke tangan Jose Mourinho, Martial hanya menorehkan delapan gol. Situasi tersebut tidak terlepas dari keputusan MU yang mendatangkan Zlatan Ibrahimovic.

Namun, Martial tidak menyerah. Musim selanjutnya (2017/18), dia mencetak 11 gol dan 12 gol pada 2018/19. Musim lalu pula, Martial satu dari empat pemain MU yang mampu mencetak gol dengan dua digit yaitu 10 gol, bersama Paul Pogba 13 gol, Romelu Lukaku (12 gol), dan Rashford (10). Kini, dengan posisi semakin dekat di gawang lawan, peluang mencetak gol lebih banyak akan semakin terbuka.*Irfan Sudrajat

loading...
n
Penulis
nana sumarna
news
news