TOP INTERVIEW
Wawancara Eksklusif - Dovizioso: Kalahkan Marquez dengan Cara Ini Sangat Indah
13 August 2019 13:00 WIB
berita
Andrea Dovizioso rayakan kemenangan di GP Austria.
SPIELBERG – Emosi terlihat jelas meski Andrea Dovizioso tak meneteskan air mata saat mengalahkan Marc Marquez di tikungan terakhir. Terhitung sudah tujuh kali mereka bertarung di tikungan terakhir pada lap terakhir dan enam di antaranya berhasil dimenangi oleh pembalap asal Italia tersebut.

Pada Grand Prix Qatar (2017), Dovizioso posisi kedua dan Marquez ketiga. Lalu, Austria (2017, 2019) dan Jepang (2017) Dovizioso pertama dan Marquez kedua. Qatar (2018), 2019), Dovi pertama dan Marquez kedua, Thailand (2018), Marquez pertama dan Dovi kedua. Berikut petikan wawancaranya dengan La Gazzetta dello Sport:




Baca Juga :
- Ternyata Marquez Disuruh Juara di Thailand Oleh Presiden Honda
- Sudah Juara, Marquez Tetap Akan Berikan yang Terbaik di Sisa 4 Balapan




Dari sekian banyak kemenangan terindah, apakah ini adalah salah satunya?

Benar. Persaingan dari tikungan pertama sampai terakhir, merupakan kemenangan terindah. Ini berbeda dengan yang lain, kami bukan yang paling cepat dan perlu cara untuk menghentikan Marquez. Ketika saya lihat dia kesulitan di tikungan kanan, saya kembali ke depan tapi dia terus berusaha dan di lap terakhir, dia berada di depan. Saya mengejarnya di tikungan kelima dan kedelapan, dan ini membuat saya bisa melakukan hal yang luar biasa di tikungan terakhir. Menang dengan cara seperti ini sangat indah, apalagi saat merayakan dengan teman-teman di trek.


Baca Juga :
- Quartararo Disebut-sebut Mengendarai Motor Yamaha Layaknya Lorenzo
- Dovi: Marquez Itu Selain Cepat, Juga Cerdik


Apakah akan ada hal-hal gila lain seperti ini di masa depan?

Saya harus cerdas dan melakukan hal benar di saat yang tepat. Banyak pembalap melakukan hal gila tapi berakhir tak sesuai harapan. Saya harus mempelajari bagaimana menyusul di tikungan terakhir karena saat itu pikiran saya sangat tenang dan ada peluang mencoba kembali. Jika tetap tenang dan berpikir jernih, saat itu, peluang terbuka lebar dan kita bisa melakukan hal gila.

Kali ini tampak lebih seperti kemenangan Dovizioso daripada Ducati….

Tidak. Saya tak bisa melakukan ini sendirian. Kerja keras selama tes telah memberikan kemenangan, ini didapat berkat saya dan motor.

Valentino Rossi menyebut Anda pembalap juara, tidak hanya hebat. Anda setuju?

Saya tidak tahu, apakah pembalap biasa atau bukan. Tak peduli jika orang-orang berpikir saya pembalap juara atau hanya sekadar bagus. Saya tahu apa yang harus dilakukan untuk menjadi lebih baik. Kami sedang bekerja keras untuk itu karena tujuan saya balapan dan selebihnya urusan kedua.

Ada sedikit ketegangan di dalam garasi Ducati. Apakah kemenangan ini membuat suasana lebih tenang?

Pastinya kemenangan ini memberi energi positif untuk melanjutkan sisa musim ini, untuk mengembangkan dan memperbaiki situasi. Energi positif akan membuat banyak perbedaan. Lebih sering kami mendapat energi positif, maka akan lebih baik.

Ketegangan antara Anda dan Marquez jadi persaingan konstan. Apakah kalian sadar sedang melakukan sesuatu yang bisa membuat kalian dalam sejarah balap motor?

Saya mengusulkan perubahan aturan dan juga memberi tekanan kepada persaingan ini, jika tidak di akhir kompetisi tidak akan ada pengaruh... Saya merasa sangat puas tapi pada akhirnya selalu ada lima poin perbedaan.

Anda puas hampir selalu mengalahkan Marquez di tikungan terakhir?

Setidaknya begitu, mengingat saat ini dia memiliki keunggulan 58 poin di klasemen.*GIOVANNI ZAMAGNI DARI SPIELBERG 

L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati