INFOGRAFIS
Pekerjaan Terberat Conte Adalah Membangun Lini Serang Efektif di Inter
13 August 2019 13:52 WIB
berita
Striker Romelu Lukaku dalam latihan bersama FC Internazionale.-Topskor.id/istimewa-
MILAN – Terlambat, tapi tidak masalah. Antonio Conte akhirnya mendapatkan lini serangan memadai dalam skuat FC Internazionale. Dua pekan jelang dimulainya Seri A, pelatih 50 tahun itu mulai fokus meramu komposisi terbaik buat mengalirkan gol. Identitas taktik, kerangka permainan, serta mentalitas para bomber perlahan memperlihatkan perkembangan jelas.

Membangun lini serang yang efektif merupakan pekerjaan terberat Conte sebagai pelatih Inter. Maklum, dia telah menyingkirkan tiga pemain utama I Nerazzurri musim lalu: Mauro Icardi, Radja Nainggolan, dan Ivan Perisic—bersama mewakili 44 persen produktivitas tim (33 gol).


Baca Juga :
- Lazio Bidik Liga Champions
- AC Milan, Solusi Piatek dalam Diri Bennacer




Hambatan dari mercato sempat membuat rencana pramusim Conte berantakan. Kedatangan Romelu Lukaku tertunda proses transfer yang bertele-tele, sedangkan Lautaro Martinez telat bergabung karena melakoni Piala Amerika 2019. Kesialannya bertambah ketika Matteo Politano tumbang cukup lama akibat cedera otot.

Namun, situasi tersebut juga miliki makna positif, yakni kemunculan Sebastiano Esposito sebagai bomber muda potensial. Dan sekarang, 14 hari jelang laga pembuka Seri A melawan US Lecce, para penyerang senior akhirnya siap mengasah kemampuan. Lukaku, Martinez, dan Politano merupakan trio yang diproyeksi menggantikan gol-gol Icardi, Nainggolan, Perisic musim lalu.


Baca Juga :
- Lukaku Bikin Lawan Terkesima
- Tidak Perlu Tunggu Dzeko, Inter Siap Tancap Gas


Satu bantuan lagi tampaknya juga akan datang dari ibukota. Negosiasi dengan AS Roma soal Edin Dzeko sudah memasuki tahap lanjut, mungkin dalam waktu dekat akan ada kesepakatan. Dzeko akan menyuntikkan pengalaman, kualitas, serta yang terpenting, tenaga ekstra bagi Inter mengarungi musim yang panjang dan melelahkan.

Pemanasan resmi sudah berakhir dengan kemenangan adu penalti di kandang Valencia CF, akhir pekan kemarin. Namun, persiapan pramusim tentu belum berhenti. Conte masih butuh beberapa latih tanding kecil untuk menyempurnakan pemahaman pemain, terutama para penyerang. Lukaku dan Lautar—juga mungkin Dzeko—belum begitu familiar dengan pola 3-5-2 yang jadi dasar permainan tim musim ini.

“Saya sudah berbicara dengan Conte, dia sungguh pelatih hebat,” ujar Lautaro setelah tampil untuk pertama kalinya di pramusim versus Valencia. “Dia menginginkan para penyerang tetap dekat satu sama lain di lapangan, dan menciptakan banyak peluang. Dua pekan ke depan akan jadi periode penting bagi kami untuk lebih memahami filosofi sepak bolanya. Para pemain akan terus bekerja keras dan mengerahkan segala kemampuan.”

Poker Lukaku

Sehari setelah pulang dari Spanyol, Conte langsung memulai rangkaian uji coba kecil untuk mempercepat proses adaptasi. Lawannya adalah tim Seri D Virtus Bergamo, dengan komposisi para pemain yang tak ambil bagian versus Valencia. Inilah kesempatan Lukaku melakoni debut tak resmi, dan hasilnya memuaskan: bomber internasional Belgia itu memborong separuh dari 8 gol kemenangan Inter.

Memang, ini cuma tes ringan, dan kualitas lawan jauh di bawah Inter. Tapi torehan poker Lukaku tetap memberi senyum di wajah Conte dan para tifosi. Dia didatangkan dengan rekor transfer untuk jadi mesin gol, dan Lukaku menjawab dengan penampilan sempurna: dua lesakkan dari sundulan, kemudian masing-masing satu dari kaki kiri dan kaki kanan.

Harapannya, empat gol ini adalah sinyal positif buat Inter musim depan. Lukaku sekarang sedang mengejar ketinggalan dalam hal kebugaran dan terus mempelajari dinamisme permainan Conte. Jika semua berjalan mulus, bukan tak mungkin striker 75 juta euro itu bisa tampil di laga pembuka Seri A melawan Lecce, debut di hadapan publik Giuseppe Meazza. Pada momen itu, mencetak gol kemenangan akan terasa bagai ekstasi.*** Dari berbagai sumber

X
Penulis
Xaveria Yunita
news