news
BULUTANGKIS
Merayakan Ulang Tahun Tan Joe Hok, Pionir Bulu Tangkis Indonesia
12 August 2019 05:54 WIB
berita
Tan Joe Hok (kanan) - Foto/Husni Yamin
JAKARTA - Hari Minggu, 11 Agustus 2019, Tan Joe Hok atau Hendra Kartanegara genap berusia 82 tahun. Acara syukuran peringatan hari ulang tahun bagi legenda hidup bulutangkis Indonesia ini digelar oleh Komunitas Bulutangkis Indonesia (KBI) di salah satu restauran di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat.

Hadir para mantan pemain nasional dari berbagai lintas generasi, seperti Tan Thiam Beng, Christian Hadinata, Ade Chandra, Hadiyanto, Kartono, Heryanto Saputra, Ruth Damayanti, Liem Swie King, Maria Fransiska, Kurniahu, Hendry Saputra, Ivana Lie, hingga Fung Permadi, Juang Jayadi, Marlev Mainaky, Hariyanto Arbi, dll. Selain itu, hadir pula pecinta bulutangkis seperti Suhardiman, G. Sulistiyanto, Yan Haryadi Susanto, dan Hamid Awaluddin.




Baca Juga :
- Gratis Buat Penonton, Kejurnas PBSI 2019 Digelar di Palembang
- Hasil Final Bulu Tangkis French Open 2019, Indonesia dan Korsel Terbanyak




Para penggemar tentu ingat dengan kehebatan tokoh kelahiran Bandung, 11 Agustus 1937 ini. Tan Joe Hok adalah orang Indonesia pertama yang meraih gelar juara turnamen paling bergengsi dan tertua, All England pada tahun 1959. Dalam laga final yang mempertemukan sesama wakil Indonesia, Tan Joe Hok sukses mengalahkan rekan senegara, Ferry Sonneville, 15–8, 10-15, 15-3.

Tan Joe Hok bisa bertanding di All England setelah mencatat penampilan gemilang dalam perebutan Piala Thomas 1958. Sejak prakualifikasi di Auckland, Selandia Baru hingga putaran final di Singapura, Tan Joe Hok tidak pernah kalah. Atas prestasinya tersebut, Tan Joe Hok diundang untuk tampil dalam kejuaraan prestisius All England yang kala itu digelar di London.


Baca Juga :
- Jadwal Final Bulu Tangkis French Open 2019, Minggu 27 Oktober
- Jadwal Semifinal Bulu Tangkis French Open 2019, Sabtu 26 Oktober


Pencapaian yang diukir Tan Joe Hok di All England tersebut juga membuka mata dunia bahwa bulutangkis Indonesia sudah sejajar dengan negara yang lebih dulu berkibar di panggung bulutangkis dunia seperti AS, Denmark, atau Malaysia. Berkat torehan prestasi Tan Joe Hok, Indonesia kemudian hingga kini diakui sebagi salah satu kiblat bulutangkis dunia.

Prestasi fenomenal Tan Joe Hok lainnya adalah, mengantarkan tim Piala Thomas Indonesia untuk kali pertama memboyong Piala Thomas ke pangkuan Ibu Pertiwi pada tahun 1958. 

Dalam laga final yang berlangsung di Singapore Badminton Hall, Singapura, Tan Joe Hok bersama-sama Ferry Sonneville, Lie Po Djian, Tan King Gwan, Nyoo Kiem Bie, Eddy Yusuf, dan Olich Solihin menaklukkan juara bertahan Malaysia atau dahulu bernama Malaya dalam babak challenge round dengan skor 6-3. 

Dalam perebutan Piala Thomas tersebut, Tan Joe Hok bermain sebagai pemain tunggal sekaligus pemain ganda berpasangan dengan Lie Po Djian.

Tan Joe Hok juga layak disebut sebagai pionir dan perintis prestasi bulutangkis Indonesia. Dari “Tujuh Pendekar" Pahlawan Bulutangkis Indonesia 1958 tersebut, kini tinggal menyisakan Tan Joe Hok, sementara enam anggota tim lainnya sudah wafat. Selain itu, masih terdapat nama Tan Thiam Beng, yang saat itu posisinya sebagai pemain cadangan.

Setelah itu, Tan Joe Hok kembali sukses mengantarkan Indonesia merebut Piala Thomas tahun 1961 di Jakarta dan 1964 di Tokyo. 

Terakhir, sebagai pelatih, Tan Joe Hok sukses mengantarkan Indonesia kembali merebut Piala Thomas 1984 di Kuala Lumpur, setelah melalui pertarungan dramatis di final sukses mengalahkan China dengan 3-2.

"Prestasi dan dedikasi Om Tan layak selalu dikenang dan harus menjadi inspirasi para pemain saat ini," ujar Hariyanto Arbi, Ketua KBI.*

loading...
T
Penulis
TSM
news
news