news
LIGA INTERNASIONAL
Rekor Kekalahan Marseille dari Reims Bertambah
12 August 2019 14:16 WIB
berita
Penyerang sayap Marseille, Dimitri Payet (kanan), tidak mampu berbuat banyak saat menghadapi Reims. Marseille menyerah 0-2 pada pertandingan Ligue 1 di kandangnya, Orange Velodrome, Sabtu (10/8) malam.
MARSEILLE – Pertandingan pertama Andre Villas-Boas sebagai pelatih Olympique Marseille di Ligue 1 berakhir mengecewakan. Marseille menyerah dua gol tanpa balas oleh tim tamu, Stade Reims, di Orange Velodrome, Sabtu (10/8).

Hasil ini memperpanjang tren negatif Les Pocheens melawan Reims menjadi tiga laga beruntun. Secara keseluruhan, Les Pocheens menelan 50 persen kekalahan dalam duel-duel melawan Reims di Ligue 1 (30 dari 60 laga). Mereka bahkan hanya sekali menang dalam lima pertemuan terakhir di Ligue 1 dengan klub dari kota penghasil sampanye terbesar di Prancis tersebut.




Baca Juga :
- Neymar, Dikagumi sekaligus Dibenci
- Penyerang PSG Ini Kejar Kesempurnaan




“Saya bertanggung jawab atas kekalahan ini,” kata Villas-Boas. “Tanggung jawab saya adalah mencari solusi untuk kekalahan ini. Hasil seperti ini sangat sulit diterima. Kami kebobolan dua gol pada fase transisi dan kami harus memperbaiki itu. Kami harus memulihkan kepercayaan diri dan itu lebih sulit dilakukan setelah kalah di kandang.”

Villas-Boas menerapkan skema favoritnya, 4-3-3, dalam pertandingan ini dengan Valere Germain sebagai ujung tombak didampingi Dimitri Payet di kiri dan Nemanja Radonjic di kanan. Tapi, strategi ini tidak berjalan sesuai rencana. Striker baru Dario Benedetto yang masuk di menit ke-72 juga belum menunjukkan tanda-tanda dirinya mampu mengambil alih peran yang ditinggalkan Mario Balotelli dan Clinton N’Jie.


Baca Juga :
- Meski Bermain Bagus, Neymar Tetap Dicemooh Fan Sendiri
- Benedetto, Kunci Marseille Bersaing dengan PSG


Marseille memang mendominasi penguasaan bola. Tapi, serangan-serangan yang dibangun Luiz Gustavo dan kawan-kawan selalu kandas sebelum sempat mengancam gawang Reims. Terbukti, Les Pocheens hanya mampu melepaskan dua tembakan ke gawang sepanjang 90 menit.

“Kami bisa melakukan serangan melalui sayap kanan, tapi tidak melalui sayap kiri yang diisi Dimitri Payet. Kami tidak bisa menemukan ruang,” ucap Villas-Boas. “Saya juga harus mengakui bahwa Reims sangat bagus dalam urusan mengorganisasi pertahanan.”

Villas-Boas diangkat sebagai pelatih Marseille dengan kontrak dua tahun pada 28 Mei lalu menggantikan Rudi Garcia. Pelatih 41 tahun asal Portugal ini dibebani target membawa Les Pocheens finis di podium Ligue 1 sekaligus lolos ke Liga Champions untuk kali pertama sejak 2013.

Villas-Boas diyakini mampu memenuhi target tersebut lantaran prestasi impresifnya bersama FC Porto dan Zenit Saint Petersburg. Dia juga mencatatkan hasil yang cukup positif sepanjang pramusim dengan serangkaian kemenangan dalam laga-laga uji coba lawan Girondins Bordeaux, AS-Saint Etienne, dan DC United.

Tapi, Villa-Boas gagal meraih hasil yang sesuai harapan saat melakoni debut di Ligue 1 lawan Reims. Adalah Boulaye Dia yang menebar mimpi buruk bagi mantan pelatih Chelsea FC dan Tottenham Hotspur tersebut. Striker 22 tahun itu mencetak satu gol dan satu assist untuk memastikan kemenangan 2-0 buat Reims.*RIJAL ALFURQON DARI BERBAGAI SUMBER

 

loading...
T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho
news
news