INFOGRAFIS
Bejo Sementara Gantikan Djanur
12 August 2019 14:23 WIB
berita
Pelatih Persebaya Djadjang Nurdjaman/Foto: M. Bahrul Marzuki
SURABAYA – Djadjang Nurdjaman menambah panjang daftar pelatih Liga 1 2019 yang dipecat oleh klubnya. Tepatnya Sabtu (10/8) malam lalu, pelatih Persebaya Surabaya tersebut dinyatakan tidak lagi melatih skuat Bajul Ijo oleh manajemen tim, hanya beberapa jam usai Persebaya ditahan 2-2 oleh Madura United si Stadion Gelora Bung Tomo.

Ini berarti Djanur, sapaannya, menjadi pelatih kedelapan yang dipecat klubnya musim ini. Manajer Persebaya Candra Wahyudi mengungkapkan, pemecatan Djanur tidak dilakukan secara tiba-tiba.


Baca Juga :
- Daftar Pemain Persebaya untuk Menghadapi Perseru BL
- Bawa 18 Pemain ke Lampung, Persebaya Tinggalkan Damian Lizio




“Evaluasi sudah disampaikan beberapa laga sebelumnya. Tapi, kami memberikan kesempatan kepada pelatih untuk memperbaiki performa tim. Ternyata kami tidak kunjung meraih hasil memuaskan,’’ ujarnya, Minggu (11/8).

Candra menambahkan, Djanur sendiri menerima semua keputusan manajemen. Djanur, menurut Candra, menyatakan bertanggung jawab atas performa buruk Persebaya akhir-akhir ini.


Baca Juga :
- Persebaya Kurang Apa?
- Emosional, Djadjang Nurdjaman Curhat Panjang Lebar soal Pemecatannya sebagai Pelatih Persebaya


Meski mengakhiri kontrak lebih awal pihak manajemen tetap menyebut Djanur sebagai pelatih yang bagus. Sebab musim 2018 lalu, mantan pelatih PSMS Medan itu mampu mengangkat performa Persebaya, dari posisi terancam degradasi hingga akhirnya finis pada posisi lima besar.

Selain itu tahun ini Djanur juga berhasil mengantarkan Otavio Dutra dan kawan-kawan kali pertama menembus final Piala Presiden. "Karena itu, Persebaya tetap mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas sumbangsih Djanur,” kata Candra.

“Persebaya perlu pelatih kepala baru untuk mendongkrak performa tim untuk tetap menjaga peluang juara," ia menambahkan. Selanjutnya, dalam beberapa pertandingan ke depan, Bejo Sugiantoro kembali jadi pelatih caretaker Persebaya. "Sambil menunggu manajemen dalam waktu secepatnya mengumumkan pelatih definitif," ujarnya.

Usai laga malam itu, teriakan “Djanur out” sempat menggema di Stadion Gelora Bung Tomo. Saat konferensi pers, pria asal Majalengka ini sempat menanggapi keinginan suporter Persebaya alias Bonekmania tersebut. "Saya serahkan kepada manajemen. Kalau perintah out, ya saya out," ujarnya.

Diakui Djanur hasil seri memang tidak bisa diterima, apalagi main di kandang. “Tapi itu yang terjadi. Kami masih banyak kekurangan terutama di lini depan," ujar pelatih yang juga pernah menangani Persib Bandung itu.

Sekitar pukul 19.00 WIB atau satu jam setelah pertandingan, bonek kembali melancarkan aksi protes. Kali ini dengan mengadang rombongan bus Persebaya yang hendak pulang sambil meneriakkan tuntutan yang sama agar manajemen segera memecat Djanur.

Sembari melancarkan aksi protes itu bonek membentangkan spanduk dengan tulisan “jangan takut main di Malang'. Merujuk pada pertandingan Persebaya berikutnya pekan ke-14 yang akan away ke Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, lawan Arema FC.

Akhirnya sekitar pukul 22.00 WIB, atau empat jam setelah pertandingan, manajemen Persebaya mengambil keputusan mengagetkan. Djanur secara resmi telah diberhentikan alias diputus kontraknya.

Hasil seri lawan Madura United di GBT merupakan yang kelima bagi Persebaya di kandang. Persebaya tercatat hanya pernah menang tiga kali di hadapan pendukungnya.*M Bahrul Marzuki

 

news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
news