news
TOP FEATURE FOOTBALL
Mendengar Takbir, Dedi Kusnandar dan Aqil Savik Kian Terpacu untuk Menunaikan Ibadah Haji
12 August 2019 12:12 WIB
berita
Gelandang Persib Dedi Kusnandar berpose saat akan berkurban, Minggu (10/8)/Foto: Istimewa
MAKNA Idul Adha, di belahan dunia mana pun, tiada lain berlomba dalam kebaikan di jalan Allah yang telah memberi nikmat tiada tara dalam menapaki kehidupan. Wujudnya, keinginan untuk berkurban sesuai perintah agama Islam.

Operasionalisasinya, sebisa mungkin ritual melaksanakan kurban domba atau sapi, tidak boleh ketinggalan. Malah, jika mampu, melaksakanan kurban jadi kebutuhan hidup dan tidak pernah terputus selama hayat dikandung badan. Itulah yang ada dalam benak pemain Persib Bandung yang beragama Islam.




Baca Juga :
- Sejenak Lupakan Target Lima Besar, Manajemen hanya Minta Persib Konsisten hingga Akhir Musim
- Reaksi Mario Gomez Soal Kekalahan Borneo FC dari Persib




"Ibadah Idul Adha yang paling melekat dan berkesan adalah momen berbagi dengan sesama. Di situ erat sekali hubungan antarinsan. Tidak ada jarak. Tidak ada perbedaan. Satu sama lainnya sangat dekat. Itu alasan saya tidak pernah melewatkan momen ini," kata Dedi Kusnandar, gelandang Persib.

Bukan soal berapa kurban atau jenisnya yang diberikan Dado, sapaan akrabnya, pada hari Raya Idul Adha. Dirinya terbuai dengan makna Idul Adha karena panggilan jiwa, karena pada saat itulah ia bisa menunaikan kewajibannya atas semua kebahagiaan yang sudah dirangkumnya. Terlebih, segala yang dimilikinya adalah titipan.


Baca Juga :
- Komentar Robert Alberts Usai Persib Bungkam Borneo FC
- Preview Borneo FC vs Persib, Stadion Segiri Tidak Ramah bagi Maung Bandung


"Makanya, setiap Idul Adha, kegembiraan jadi milik bersama. Kegembiraan tiba-tiba meluap dan membuat hati nyaman. Barangkali, ini hikmat yang membuat Idul Adha selalu ditunggu kedatangannya," ujar Dado kepada TopSkor.

"Apalagi tahun ini kedua orangtua saya sedang menunaikan ibadah haji. Makin meluaplah kebahagian yang saya rasakan pada Idul Adha tahun ini. Sebab ada cerita indah yang selalu disampaikan orang tua di Mekah sana setiap kali saya berkomunikasi lewat sambungan telepon," mantan pemain Arema Indonesia ini menambahkan.

Bahkan, di luar ritual berkurban, hati pria kelahiran, Sumedang, 23 Juli 1991, itu bergetar saat mengumamdangkan takbir. Suasana hatinya seperti terbawa ke Mekah, tempat miliaran umat Islam se-dunia tengah menjalani puncak Hari Raya Idul Adha. Terbesit rasa untuk bisa berada di sana.

"Selalu begitu setiap kali mengumandangkan takbir. Ingin rasanya saya berada di sana. Menjalani ibadah haji bersama miliaran saudara sesama muslim sedunia. Keinginan itu sangat kuat.  Insya Allah, secepatnya saya ingin juga melaksanakan ibadah haji," ujar Dado.

Hal yang sama dirasakan kiper muda Persib, Aqil Savik. Setiap kali mendengar takbir dan mengumandangkannya, hatinya bergetar. Seperti ada desakan untuk melagukannya di "rumah Allah" di Mekah. Keinginan yang selalu menyeruak dalam jiwanya, setiap kali merayakan dan melaksanakan Idul Adha di tempat tinggalnya bersama keluarga.

"Ketika usia semakin bertambah dan pengalaman hidup kian berwarna, makna Idul Adha sudah semakin luas. Yang muncul di dalam benak bukan lagi sepiring sate sapi yang dipotong dan kemeriahannya. Melainkan hasrat memenuhi panggilan Allah, berziarah ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah haji," ucap Aqil.

"Secepatnya, jika panggilan menunaikan ibadah haji datang, saya pasti berangkat. Mudah-mudagan bisa menunaikan ibadah haji bersama kedua orangtua. Sungguh, saya sudah ingin bisa melaksanakan ibadah haji memenuhi pangilan Allah," Aqil menuturkan.*Dani Wihara

loading...
news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
news
news