news
FORMULA 1
Status di Mercedes Tak Aman, Bottas Tidak Tertekan
12 August 2019 10:01 WIB
berita
Valtteri Bottas
BRACKLEY – Pembalap Mercedes AMG Petronas Valtteri Bottas tak fokus selisih poin dengan Lewis Hamilton, di klasemen. Saat ini, ia tertinggal 62 angka dari rekan setimnya itu yang memimpin dengan 250 poin. Pria asal Finlandia itu juga hanya unggul tujuh angka dari Max Verstappen di posisi ketiga.

Besarnya jarak dengan Hamilton karena Bottas gagal finis di zona podium pada putaran ke-12 di Sirkuit Hungaroring, Hungaria, 4 Agustus lalu. Solidnya kinerja Hamilton dan pembalap Red Bull Racing, Verstappen, membuatnya dalam tekanan. Bottas pun hanya ingin fokus pada sembilan lomba sisa.




Baca Juga :
- Mercedes Tanpa Ketua Tim di Balapan GP Brasil
- Hamilton Anggap Bottas Dewasa




“Itu jarak yang besar, bahkan lebih besar dari yang saya perkirakan. Tapi, itulah kenyataannya sekarang dan tak banyak yang bisa saya lakukan. Kami harus melupakan semua yang terjadi pada balapan terakhir karena situasi saat itu memang sangat rumit,” kata Bottas seperti dilansir Crash.com.

Padahal, di sisi lain, Bottas dituntut lebih baik daripada musim-musim sebelumnya demi bisa mempertahankan statusnya di Mercedes. Muncul kabar jika tim berniat melakukan pergantian jika performanya terus menurun. Salah satu nama yang muncul adalah Esteban Ocon, pembalap Force India, saat ini. 


Baca Juga :
- Mercedes: Banyak Kesulitan dan Kesedihan yang Kami Lalui di F1
- Hasil Lengkap Formula 1 GP Jepang: Ferrari Naas, Mercedes Juara Konstruktor!


“Kesulitan merupakan bagian dari olahraga ini, memperhitungkan risiko, dan menekan keras untuk coba memanfaatkan peluang. Tapi, itu belum cukup. Sebagian orang mungkin berpikir, beberapa pembalap bekerja lebih baik saat berada di bawah tekanan, tapi bagi saya itu tidak membantu,” ujar Bottas.

Kabar soal Mercedes ingin melepas Bottas sebenarnya sudah ada sejak tahun lalu. Tapi, mereka memilih untuk memperpanjang hingga tahun ini. Keputusan itu cukup tepat karena Bottas tampil kompetitif, awal musim ini. Tapi, inkonsistensi dalam beberapa lomba terakhir membuat posisinya terancam.

“Ketika membahas kontrak, saat Anda berada dalam tekanan, hal itu tidak akan membantu. Tapi, saya selalu lapar kemenangan, ada atau tidaknya pembicaraan soal (kontrak) itu. Saya ingin memenangi balapan dan siap mengambil risiko tapi tak semua berjalan sesuai dengan rencana,” Bottas menuturkan.

Prinsipal Mercedes Toto Wolff menegaskan, Bottas harus bersaing dengan Ocon untuk memastikan siapa yang pantas mendampingi Hamilton dalam F1 2020. Apalagi, susunan pembalap untuk musim depan mulai dibicarakan selama jeda musim panas ini. Bottas pun tak punya pilihan selain tampil konsisten.

“Dalam situasi seperti ini dan masih ingin membalap di Formula 1 (F1), Anda harus memiliki Rencana B atau C jika memungkinkan. Jadi, sudah jelas saya akan memikirkan dan membicarakan tentang ini. Tak ada salahnya memiliki rencana berbeda, walau sekarang kami hanya perlu menunggu,” kata Bottas.

Pria 29 tahun itu pun menyerahkan sepenuhnya kepada tim. “Saya tidak terlalu khawatir (jika kelak terdepak). Tentu akan menyenangkan jika tim bisa menyampaikan berita tentang apa yang ingin mereka lakukan. Saya sudah berusaha keras saat lomba dan berani mengambil sedikit risiko,” ia menambahkan.

Hasil di Grand Prix (GP) Hungaria juga bukan yang terburuk bagi Bottas karena ia berusaha keras memperbaiki posisi, usai bersenggolan dengan Charles Leclerc. “Jika itu tidak terjadi, lomba bisa berbeda. Tapi, saya tak berpikir bahwa satu balapan ini akan mengubah nasib. Jadi, saya tidak terlalu gelisah,” ujar Bottas.*MUHAMAD FADLI RAMADAN DARI BERBAGAI SUMBER

loading...
L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati
news
news