news
UMUM
Pra-PON Voli Rampung, PON 2020 Diklaim Lebih Seru
11 August 2019 13:00 WIB
berita
Final putra antara Jawa Barat versus DKI Jakarta (Dokumentasi PBVSI).
JAKARTA – Final kejuaraan voli Pra-Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 di GOR Bulungan, Jakarta, berakhir antiklimaks. Sabtu (10/8), Jawa Barat (Jabar) yang keluar sebagai juara sektor putra dan DKI Jakarta, di putri, menjejak podium teratas setelah sama-sama menang 3-0.

Tim voli putra Jabar berhasil memecundangi DKI Jakarta di partai puncak. Diprediksi berlangsung sengit, skuat asuhan Teddy Hidayat tersebut menang 3-0 (25-22, 25-20, dan 25-17). Begitu pula di putri, di mana tuan rumah menang 3-0 (25-19, 25-17, dan 25-19) atas Jawa Tengah.




Baca Juga :
- Persaingan Menuju Calon Bintang Voli Indoor Dimulai
- Sudah Delapan Daerah Meloloskan Pegulatnya ke Papua




Hasil ini cukup mengejutkkan karena Jawa Tengah mampu mengalahkan DKI Jakarta di babak penyisihan. Namun, memasuki final, penampilan tim asuhan Agus Suyanto tersebut malah menurun. Meski begitu, hasil dalam Pra-PON kali ini bukan gambaran sebenarnya PON XX/2020 Papua.

Misalnya putra, di mana perebutan medali akan sengit karena turut melibatkan Jawa Timur yang berstatus sebagai juara bertahan. “Untuk PON, masih (akan) seru. Lihat saja yang langsung lolos (Jawa Timur). DKI juga pasti tak akan tinggal diam, belum lagi Jawa Tengah,” Teddy menuturkan.


Baca Juga :
- 117 Atlet Perebutkan 33 Tiket Sisa Tahap II Kualifikasi PON Wushu Sanda
- Menpora Yakin Cabor Voli Bisa Sumbang 3 Medali Emas di SEA Games 2019


Namun, saat disinggung soal peluang dari tim-tim yang berada di luar Pulau Jawa, Teddy memprediksi masih sulit untuk mereka menandingi. Sekadar informasi, peserta voli putra untuk PON 2020, hanya tinggal menunggu pemenang dari Pra-PON region Sumatra maupun Sulawesi.

Terkait pertandingan dengan DKI, Teddy menyebut anak didiknya sudah memahami karakter permainan lawan. Sebelum berlaga dalam Pra-PON, mereka pernah menghadapi tim asuhan Viktor Laiyan tersebut. “Memang kami lebih nyaman bertemu DKI daripada daerah lain,” katanya.

“Anak-anak sangat familiar dengan permainan mereka karena pernah sparring. Skuat kami belum lengkap tapi ternyata tetap bisa menang. Namun, untuk PON nanti, sangat mungkin berubah. Yang jelas, persaingan seru lah,” kata Teddy yang menangani Bandung Bank BJB Pakuan di Proliga 2019.

Pelatih tim putri DKI Jakarta, Muhammad Ansori, juga memprediksi hal serupa. Anggapan orang bahwa voli putri hanya ajang rivalitas bagi Jawa Barat, DKI, dan Jawa Tengah pun ditepisnya. Mantan pelatih nasional itu menuturkan, persaingan tiga besar PON 2020 akan jauh lebih merata.

Misalnya, Papua Barat, yang punya tim kuat. Lalu, Jawa Timur dan Papua. “Khusus untuk Papua, mereka kan tuan rumah. Jadi dari persiapan pasti sangat matang. Mereka pasti ingin berjaya di rumah sendiri. Jadi, sektor putri bukan hanya soal Jawa Tengah, Jawa Barat, dan DKI,” Ansori menuturkan.

DKI Bingung

Soal kekalahan dari Jawa Barat di final, Viktor mengaku bingung karena Dio Zulfikri dan kawan-kawan seolah kehilangan semangat. Hal ini berbeda dengan penyisihan, di mana skuat ibu kota selalu mampu menunjukkan daya juang yang tinggi.

Meski begitu, ada hikmah dibalik kegagalan menjuarai Pra-PON. Dengan begini, kekurangan yang ada di tim semakin terlihat. “Kekalahan di sini tentu membuat saya punya pekerjaan rumah yang cukup berat. Tapi, ini akan kami atasi,” kata Viktor.*KRISNA C. DHANESWARA

Peringkat Pra-PON Voli

Putri

  1.     DKI Jakarta
  2.     Jawa Tengah
  3.     Jawa Timur
  4.     Papua Barat
  5.     DIY*
  6.     Banten*
Putra

  1.     Jawa Barat
  2.     DKI Jakarta
  3.     Jawa Tengah
  4.     Papua Barat
  5.     DIY*
  6.     Bali*
  7.     Banten*
  8.     Kalimantan Barat*
  9.     Kalimantan Selatan*
 

*Gagal lolos PON 2020.

 

loading...
L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati
news
news