UMUM
Inilah Makna Idul Adha di Mata Manajer Persib
11 August 2019 14:19 WIB
berita
Manajer Tim, Umuh Muchtar menyaksikan proses penyembelihan hewan kurban di Gang Desa, Minggu (11/7).
BANDUNG - Hari Raya Iedul Adha tahun ini begitu bermakna bagi manajer Persib,  Umuh Muchtar. 

Makna yang dirasakan antara lain ketika mendengar gema takbir pada tengah malam. 




Baca Juga :
- Diego Carlos, “Hulk Sevilla”
- Liga TopSkor U-16, Akhdan "Roberto" Khayri, Bawa Metro Kukusan Promosi ke Liga TopSkor U-16 2019




"Kebetulan pada malam hari atau saat malam takbiran saya tidak bisa tidur,  karena mendengar gema takbir yang begitu jelas dari mesjid yang belum hampir selesai saya bangun,  disitu saya menangis. Menangis karena saya merasa bahagia masih diberi amanah untuk menggeserkan rezeki oleh yang maha kuasa sampai saat ini, "cerita usai melaksanakan proses hewan qurban di kediamanannya di Gang Desa,  Kiaracondong,  Bandung,  Minggu (11/7).

Selain itu,  katanya,  tepat di malam takbiran Umuh terkena musibah ketika api dari kompor di ruang dapurnya hampir melalui rumahnya. 


Baca Juga :
- Liga TopSkor U-16, Kemenangan EDF La Liga atas Putera Selatan Sudah Diprediksi
- Perjuangan Mei Yamaguchi Meraih Kesetaraan di Dunia Seni Bela Diri


"Waktu itu saya merasa lapar dan mematahkan makanan di atas kompor,   setelah matang dan mengangkat makanan itu saya lupa memadamkan kompor tahu - tahu asap sudah mengeluh rumah,  inilah kuasa dan lindungi Allah, alhamdulilah tidak sampai terjadi apa-apa,  inilah makna yang saya rasakan ternyata dari apa yang kita kerjakan terutama untuk senantiasa berbuat kebajikan Allah akan memberikan perlindungan,  seperti tolak bala di hari Iedul Adha untuk saya dari Allah," tutur Umuh. 

Pada setiap tahunnya Umuh memang tidak pernah melewatkan untuk berkurban.  

Pada tahun ini saja, Umuh menyembelih sebanyak sembilan ekor sapi dengan berat rata-rata empat kristal lebih. 

Kesembilan hewan qurban tersebut ia sebar ke beberapa mesjid yang didirikan selain di kediamannya di Gang Desa dan di Tanjungsari rumah tempat bersantainya. 

Semua itu kata Umuh,  untuk berbagi kebahagian dan berbagi rezeki. 

"Dengan berkurban kita akan memaknainya arti dari berkurban itu,  kalau kita berbuat kebaikan Allah pasti akan membalasnya lebih,  dan alhamdulilah pada tahun ini pun saya masih bisa menikmati Iedul Adha, " ucap Umuh. 

Bertepatan dengan Hari Raya Iedul Adha tahun ini, Umuh baru saja merampungkan mesjid yang baru didirikan di belakang rumahnya. 

" Alhamdulilah lagi,  mesjid ini 90 persen sudah rampung,  kami beri nama Al Mayakkub karena tanahnya rumah dari kakek istri saya, " tuturnya.*

A
Penulis
Arief N K