LIGA INTERNASIONAL
Bela Tim Pelajar U-16, 4 Pemain Alumnus Aqua DNC Berambisi ke Timnas
11 August 2019 14:10 WIB
berita
Foto - Dok. Tim Pelajar U-16
QINGDAO – Banyak tim dari Indonesia yang berpartisipasi di Gothia Cup 2019 China, 11-16 Agustus 2019. Tidak sedikit alumnus kejuaraan sepak bola usia dini Aqua DNC yang ikut bermain.

Empat pemain yang memperkuat Tim Pelajar Indonesia U-16, misalnya. Tim bentukan Kemenpora RI ini turun di kategori Boys 16. Mereka adalah Akbar Bagas Prasetyo, Fadel Muhammad, Rizky Armando, dan Muhammad Alif Saviola. 




Baca Juga :
- Tim Pelajar U-16 Juara Gothia Cup 2019 China, Nadhif Pemain Terbaik
- Detik-detik Menuju Semifinal, Skuat TSI Dikumpulkan dalam Satu Ruangan, tadi malam




Secara kebetulan keempat pemain itu sama-sama bermain di Seri Nasional Aqua DNC tahun 2016 di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Jakarta. Melalui Tim Pelajar ini mereka mengejar mimpi menjadi bintang Timnas Indonesia.

Bagas membela SSB Mabar Putra yang mewakili regional Sumatra Utara kala itu. Timnya gugur di fase grup. Namun pengalaman bermain di Seri Nasional membuat Bagas semakin serius menekuni sepak bola dengan menimba ilmu di Akademi Sepak Bola Binjai United.


Baca Juga :
- TVN: Langkah TSI di Gothia Cup China 2019 Dimulai
- Tim Pelajar U-16 Gelar Uji Coba Melawan Persija


Melalui Binjai United itulah ia terjaring masuk Tim Pelajar U-16 untuk Gothia Cup China 2019. Bermain di posisi bek kiri, ia berperan besar membawa timnya jadi peringkat ketiga Seri Nasional Liga Pelajar U-16 Piala Menpora 2018 di Bali.

Fadel juga bermain di Seri Nasional Aqua DNC 2016 bersama SSB Mitra Manakara Mamuju. Setelah tahun sebelumnya, 2015, gagal menembus Seri Nasional dari regional Sulawesi Selatan-Barat.

Sayang, Fadel juga gagal membawa timnya lolos dari fase grup. Namun penampilannya membuat ia direkrut Akademi PSM Makassar yang bermarkas di Mamuju. Dengan tim inilah ia menembus skuat Tim Pelajar U-16 setelah menjadi peringkat ketiga Seri Nasional Liga Pelajar U-16 Piala Menpora 2018.

Armando senasib dengan kedua rekannya, sama-sama gagal membawa timnya, SSB Sumsel Palembang, lolos dari fase grup. Namun pengalaman main di Seri Nasional Aqua DNC diakuinya sangat menyenangkan.

“Saat itu, saya sebetulnya sangat berharap bisa juara supaya bisa main di seri dunia di Prancis,” kata wong kito asal Sumatra Selatan yang kini jadi siswa di Sekayu Youth Soccer Academy itu. 

“Sayang kami dikalahkan wakil Banten yang kemudian jadi juara. Pengalaman itulah yang membuat saya tergugah untuk berlatih sepak bola lebih serius.”

Paling sukses adalah Saviola. Ia dua kali ikut Aqua DNC pada 2015 bersama SSB Taruna Bengkalis dan setahun berikutnya membela SSB Taruna Mandau Duri mewakili regional Riau dan sekitarnya.

Bersama SSB Taruna Mandau, Saviola mencicipi pengalaman main di semifinal Seri Nasional Aqua DNC meski akhirnya dikalahkan wakil Banten. Namun, secara individual, Saviola sukses menorehkan prestasi tersendiri dengan menjadi topscorer dengan 8 gol dari 6 kali main.

“Saya dulu tidak mengerti apa itu topscorer. Saya cuma main saja dan senang bila mencetak gol,” kata remaja yang kini bermain di Akademi Sepak Bola Tiga Naga itu, lugu. Ia juga mengaku sama sekali tak kecewa tidak mendapat piala atau piagam sebagai pencetak gol terbanyak.*

news
Penulis
Ari DP
Penggemar semua cabang olahraga. Asli Yogyakarta, KTP Sleman, tinggal di Jakarta.