TOP FEATURE FOOTBALL
Di Negeri Komunis, Timnas U-18 dan Indonesia Dipertemukan di Masjid
10 August 2019 12:41 WIB
berita
JAM baru menunjukkan pukul 09.35 menit saat rombongan timnas Indonesia U-18 meninggalkan hotel Becamex New City, Vietnam. Pada Jumat (9/8) siang itu, rombongan timnas ingin menunaikan ibadah salat Jumat. Karena Vietnam adalah Negara komunis, tidak mudah menemukan masjid.

Untuk wilayah Binh Duong, tidak ada satu pun masjid. Adanya di pusat kota Ho Chi Minh. Setelah menempuh perjalan lebih dari satu setengah jam, dengan menembus semrawutnya jalanan kota Saigon, nama lama Ho Chi Minh, akhirnya timnas tiba di Jalan Dong Du, lokasi berdirinya The Central Mosque.


Baca Juga :
- Kualifikasi Piala Dunia 2022, Daftar Pemain Timnas Thailand untuk Lawan Indonesia
- U-16 Boys Elite, Terima Kasih Korsel Buat Indonesia dan Myanmar




Tepat pukul 12.30 waktu Vietnam, tak ada perbedaan waktu antara Vietnam dan Jakarta, azan pun berkumandang. Walau tak memahami isi ceramah yang disampaikan khatib karena menggunakan bahasa Vietnam Selatan, segenap pemain dan ofisial timnas larut dan diam.

Setelah salat berjamaah, sejumlah orang mendatangi rombongan timnas. Mereka itu ternyata orang-orang Indonesia yang tinggal di Vietnam dan kebetulan sedang berkunjung. Ada pula dari rombongan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Ho Chi Minh, yang memang sengaja ingin bertemu.


Baca Juga :
- Juara Piala AFF U-18 2019, Australia Samai Rekor Thailand
- Fakhri Akan Mencari Pemain Baru untuk Timnas U-18


Keakraban pun menyeruak. Salaman, pelukan, foto bersama hingga berbagi tawa pecah di pelataran masjid. Ternyata, banyak di antara warga Indonesia itu belum mengetahui bahwa timnas Indonesia U-18 sedang berlaga di Piala AFF U-18 2018 di Ho Chi Minh.

“Oke, besok (hari ini) saya dan beberapa teman akan ke stadion. Kami akan memberi dukungan untuk timnas,” kata seorang lelaki berambut gondrong, yang mengaku sebagai musisi. Ia mengatakan, akan mengajak rekan-rekannya yang juga mencoba peruntungan di negeri lumbung padi Asia tersebut.

Adapun rombongan KJRI yang dipimpin Hanif Salim, memberi bingkisan berupa panganan untuk anak-anak Garuda Muda. Hanif juga berbincang dengan Fakhri Husaini, pelatih timnas U-18. Tak lupa, Hanif bertanya soal kondisi lapangan pertandingan Piala AFF yang sempat ramai, sudah diperbaiki atau belum.

“Bapak sampai marah saat mendengar Indonesia bertanding di lapangan yang tidak layak. Makanya kami ke sini, sengaja menemui timnas. Kami ingin memastikan semuanya berjalan dengan baik,” kata staf bidang ekonomi KJRI Muhammad Irhamsyah saat berbincang dengan TopSkor.

Selepas itu, rombongan timnas makan siang di sekitar masjid. Di lokasi inilah banyak tersebar makanan halal. Setelah makan, rupanya ada banyak warga Indonesia yang sengaja datang ke masjid untuk menemui timnas. Ini kiranya istimewa sekaligus mengharukan, sebab masjid jadi titik kumpul warga Indonesia di jantung negeri komunis.*ABDUL SUSILA

 

R
Penulis
Rizki Haerullah
news