TOP FEATURE FOOTBALL
Pesan Singkat Mampu Mengubah Jalan Hidup Zimmermann
09 August 2019 14:30 WIB
berita
Bek Norwich Christoph Zimmermann bercanda dengan fan kecil dalam sebuah acara amal yang digelar klubnya./Istimewa
SUATU hari pada 2017, Christoph Zimmermann memutuskan akan berhenti dari sepak bola, lalu mencoba karier baru, menjadi guru. Tetapi pesan singkat (SMS) dari pelatih Norwich City FC Daniel Farke, muncul di layar teleponnya. Siapa sangka, akhir pekan ini, bek tengah asal Jerman itu akan menghadapi Liverpool FC di laga perdana Liga Primer.

“Dua tahun lalu saya studi mengajar,” ujar pemain 26 tahun itu kepada Sportsmail. “Saya juga sedang negosiasi transfer dengan satu klub di Denmark tetapi mereka baru degradasi. Saya berpikir mencari pekerjaan lain setelah lima tahun hanya bermain di divisi bawah Jerman. Saya ingin fokus pada masa depan.”


Baca Juga :
- Hattrick Antar Pukki Masuk Buku Sejarah Norwich
- Grealish Dituntut Segera Akhiri Rapor Buruk di Liga Primer




Ada dua pilihan: belajar di Dortmund yang berarti tunangannya yang harus bayar sewa. Opsi kedua: Denmark. Lalu, datang SMS dari Farke dan dalam 11 hari Zimmermann resmi mengenakan jersey Norwich. “Saya bisa saja menggunakan gelar master saya, tapi saya akan bermain di Liga Primer!” ujar Zimmermann.

Namun, lazimnya setiap dongeng, muncul pengorbanan. Kisah Zimmermann juga sama. Perasaan rindu rumah akan mereda setelah dia menikahi pasangan hidupnya awal musim panas ini. Namun Zimmermann tak segan membahas kesulitan yang dia hadapi karena kehilangan keluarganya, yang tetap tinggal di kota asalnya, Dusseldorf.


Baca Juga :
- Kemenangan Sheffield United atas Palace Terasa Spesial
- Rencana Man. City Gunakan Facial Recognition untuk Distribusi Tiket Dipertanyakan


“Hal terbaik tentang datang ke Inggris adalah bahwa hal itu terjadi begitu cepat. Saya tak punya waktu untuk memikirkannya,” kata bek kelahiran 12 Januari 1993 ini. “Sampai usia 21, saya selalu melihat keluarga saya setiap hari. FaceTime membantu, tapi saya akan berbohong jika saya bilang itu mudah. Lama saya harus membiasakan diri.”

Menyadari mimpinya bermain di Liga Primer, Zimmermann pun harus bisa meredam rasa rindu rumah. Di awal masa remajanya, dia bergabung dengan klub Dusseldorf Sports Club West, dan dia cepat muncul sebagai salah satu talenta paling cemerlang di wilayah itu. Lalu, Borussia Monchengladbach memboyongnya ke Borussia-Park.

Pada 2014, David Wagner, saat itu pelatih tim kedua Dortmund, mengajaknya pindah ke Signal Iduna Park. Tahun berikutnya Wagner hijrah ke Huddersfield, membuka jalan bagi Farke untuk menggantikannya. Saat Farke diangkat sebagai pelatih Norwich, SMS itu terkirim. Mei lalu, Zimmermann membawa Norwich juara Championship 2018/19.

Championship divisi yang tak kenal ampun, tetapi Zimmermann menikmatinya dengan tenang. Bahkan diakui sebagai salah satu bek tengah terbaik kompetisi kedua Inggris itu. Masalahnya, dia menjalani operasi lutut ringan musim panas ini dan harus mengejar ketertinggalan fisiknya selama pramusim. Liverpool akan menjadi lawan pertamanya.

Zimmermann, yang menandatangani kontrak baru di Carrow Road pada musim panas lalu, mengakui musim ini tantangan yang sulit baginya dan skuat Norwich. Namun, dia lebih memilih melakukan perjalanan ke Old Trafford dan Emirates daripada bermain di depan 200 orang di divisi ketiga dan keempat Jerman, atau mengajar, dalam hal ini.

“Tahun lalu, ketika saya bermain di Arsenal dan Chelsea di kompetisi domestik, sempat berpikir, ‘Saya bisa kuliah sekarang’. Tetapi saya malah bermain di depan 50,000 penonton di Arsenal. Saat itu saya tahu saya memilih jalan yang benar. Saya dulu hanya ditonton 200-300 orang di Monchengladbach. Saya telah berjalan sangat jauh.”*NURUL IKA HIDAYATI

 

I
Penulis
I Gede Ardy E
news