news
LIGA INGGRIS
Prioritas Man. City Masih Liga Primer
08 August 2019 02:11 WIB
berita
Penyerang sayap Man. City Raheem Sterling (kanan) diharapkan mampu mempertahankan produktivitas golnya demi ambisi klubnya mencetak hattrick gelar Liga Primer.
MANCHESTER - Pepatah mengatakan, mempertahankan gelar lebih sulit ketimbang meraihnya. Manchester City yang ditangani Josep Guardiola sukses mencatat sejarah pada 2018/19. Tepatnya, sebagai klub yang mampu meraih gelar beruntun di Liga Primer dalam satu dekade terakhir setelah Manchester United (MU). Rival sekotanya itu melakukannya ketika masih diarsiteki Sir Alex Ferguson dengan hattrick pada 2006/07, 2007/08, dan 2008/09.

Musim lalu, Man. City merengkuh trofi keenamnya secara dramatis dibanding pada 2017/18. Sebab, Citizens hanya unggul satu angka dari Liverpool yang menguntit di posisi kedua. Bahkan, sejatinya, mereka tidak lebih baik daripada The Reds. Setidaknya, dilihat dari catatan kekalahan dengan Man. City empat kali menderita dibanding Liverpool (sekali).




Baca Juga :
- Ini Lawan Liverpool di Fase Gugur Liga Champions
- Meski Catat Delapan Kemenangan Beruntun, Leicester Tidak Anggap Enteng Norwich




Namun, harus diakui jika Sergio Aguero dan kawan-kawan lebih konsisten. Sebab, mereka sukses mencatat 32 kemenangan diikuti dua imbang. Di sisi lain, Liverpool hanya 30 kali menang dengan tujuh imbang. Konsistensi itu jadi pembeda di antara dua tim.

Kemungkinan, rivalitas mereka siap belanjut pada Liga Primer 2019/20. Kendati, konsentrasi skuat asuhan Guardiola sedikit terpecah terkait ambisi di Liga Champions. Bisa dipahami mengingat kompetisi lintaskasta paling elite di Eropa itu sangat didambakan segenap fan Man. City.


Baca Juga :
- The Blues Sodorkan Giroud demi Zaha
- Inggris Raya Menguasai Eropa


Pasalnya, dalam sejarah, mereka belum pernah juara. Tertinggal jauh dari Liverpool yang sudah enam kali kampiun diikuti MU (tiga), dan Chelsea (sekali). Pencapaian terbaik Man. City di Liga Champions sebatas semifinal pada 2015/16.

Itu pun ketika masih ditangani Manuel Pellegrini. Sementara, dalam tiga tahun di bawah Guardiola, hasil terbaik Man. City justru perempat final pada 2017/18 dan 2018/19. Namun, pelatih asal Spanyol itu menegaskan, Liga Primer tetap jadi fokus utama ketimbang Liga Champions.

“Itu turnamen yang penting. Namun, sulit untuk dimenangkan,” kata Guardiola yang dua kali mempersembahkan Liga Champions untuk Barcelona pada 2008/09 dan 2010/11. “Terdapat tujuh pertandingan (pada sistem gugur). Saya enggan ke kasino untuk  mempertaruhkan semua yang kami miliki demi Liga Champions.”

Pernyataan itu jelas bersayap. Guardiola memang menginginkan juara Liga Champions yang bisa jadi rekor bersejarah bagi Man. City. Hanya, pria asal Spanyol itu enggan berspekulasi demi Liga Champions yang membuat konsentrasi timnya di Liga Primer terpecah. Sehingga, membuyarkan misi untuk hattrick yang bisa menyamai pencapaian MU.

Kembali Jadi Keran Gol
Perlahan tapi pasti, Raheem Sterling mulai menjelma sebagai andalan di lini depan Manchester City. Itu terlihat dalam dua musim terakhir. Sterling sukses jadi mesin gol utama Man. City setelah Sergio Aguero.

Penyerang sayap (winger) 24 tahun itu mampu mengemas 18 gol di Liga Primer 2017/18 dan 17 gol (2018/19). Ia hanya kalah dari Aguero yang merupakan striker murni dengan 21 gol pada 2017/18 dan 2018/19. Teranyar, Sterling mencetak gol pada laga Community Shield ke gawang Liverpool FC yang berlangsung 1-1 dan berlanjut adu penalti.

Gol tersebut merupakan yang kelima sepanjang pramusim 2019. Sterling memang diandalkan Josep Guardiola sebagai ujung tombak sejak rangkaian tur musim panas. Itu karena Aguero harus absen akibat memperkuat tim nasional (timnas) Argentina di Piala Amerika 2019. Sementara, Leroy Sane sempat diisukan bakal dilepas terkait rumor ketertarikan FC Bayern Muenchen.

Sterling pun optimistis menyambut bergulirnya Liga Primer 2019/20. Di laga pertama, Man. City akan menghadapi West Ham United di London, Sabtu (10/8). Eks winger Liverpool itu pun berharap bisa kembali berperan bagi klubnya demi meraih gelar ketiga beruntun.

“Liga Primer ibarat roti dan mentega. Anda terus berlatih setiap hari demi bertanding pada akhir pekan. Liga Champions kompetisi bergengsi. Namun, bagi kami, yang utama adalah memenangi Liga Primer,” ujar Sterling.*CHOIRUL HUDA DARI BERBAGAI SUMBER

Manchester City
Nama Lengkap: Manchester City Football Club
Berdiri: 1880
Julukan: Sky Blues, Citizens
Stadion: City of Manchester
Kapasitas: 55.017
Pemilik: City Football Group
Pelatih: Josep Guardiola
Peringkat musim lalu: 1
Prestasi:
Juara Liga Primer 6 kali
Juara Piala Winners 1 (1969/70)

Skuat 2019/20
Pemain                      Usia
Kiper

1 Claudio Bravo        36
31 Ederson Moraes  25
32 Daniel Grimshaw 32
Belakang
2 Kyle Walker           29
3 Danilo Luiz             28
5 John Stones           25
12 Jose Angelino      22
14 Aymeric Laporte   25
15 Eliaquim Mangala 28
22 Benjamin Mendy  25
30 Nicolas Otamendi 31
Tengah
8 Ilkay Guendogan    28
11 Oleksandr Zinchenko 22
16 Rodrigo Hernandez 23
17 Kevin De Bruyne   28
20 Bernardo Silva       24
21 David Silva            33
25 Fernandinho          34
47 Phils Foden           19
75 Aleix Garcia           22
Depan
7 Raheem Sterling      24
9 Gabriel Jesus           22
10 Sergio Aguero        31
19 Leroy Sane             23
26 Riyad Mahrez         28

Perkiraan Formasi (4-3-3)
Ederson
--
Walker, Stones, Laporte, Mendy
--
Silva, Rodri, De Bruyne
--
Bernardo Silva, Aguero, Sterling

 

 

loading...
T
Penulis
Tri Cahyo Nugroho
news
news