news
LIGA 2
Bisa Jadi Batu Sandungan, PSMS Pantang Remehkan PSGC
08 August 2019 14:25 WIB
berita
Kapten PSMS Medan Legimin Raharjo/Foto: Ady Sesotya
MEDAN – PSMS Medan pantang meremehkan tamunya PSGC Ciamis pada lanjutan Liga 2 2019 Wilayah Barat Kamis (8/8) di Stadion Teladan Medan. Meski berada di dasar klasemen, PSMS menganggap PSGC dapat menjadi batu sandungan yang membuat Ayam Kinantan terdepak dari empat besar grup.

Secara peringkat PSMS memang lebih baik dibanding PSGC di dasar klasemen.  Fakta lainnya PSGC juga tidak pernah menang dalam laga tandang. Tapi, untuk hasil laga kandang teranyar, dua tim ini baru saja tercuri poin. PSGC takluk di kandang oleh Persibat Batang dengan skor 1-2, sementara PSMS dicuri satu poin oleh Sriwijaya FC, 1-1.




Baca Juga :
- Ratusan SMeCK Hooligan Dukung PSMS Kontra Persita di Jakabaring
- Update Hasil 8 Besar Liga 2 2019 Grup X, Persiraja dan Sriwijaya FC Lolos Semifinal




"Posisi PSGC di bawah inilah yang kami takutkan. Sebab ada pepatah batu besar bisa dielak, tapi kalau batu kecil kadang bisa berbahaya dan fatal," kata pelatih PSMS, Abdul Rahman Gurning, Rabu (7/8). Menurutnya, PSGC pasti sedang termotivasi untuk bangkit dari dasar klasemen.

Para penggawa PSMS diingatkan untuk tidak melihat peringkat tim lawan, karena di Liga 2 2019 tidak ada lawan lemah. PSMS harus tetap bermain ngotot seperti biasa, karena PSGC dipastikan punya misi mencari poin yang hilang di kandang pekan lalu.


Baca Juga :
- Jadwal Siaran Langsung Babak 8 Besar Liga 2 2019 Grup X, Sabtu 16 November
- Hanya Butuh Imbang, Persiraja dan Sriwijaya FC Janji Tidak Main Mata


"Kami dan PSGC sama-sama latihan dan sama-sama punya strategi, serta bisa saling mengalahkan. Jadi kami harus tetap waspada," ujarnya. Melawan PSGC, Gurning menginstruksikan pemainnya untuk tidak mengulang kesalahan saat menghadapi Sriwijaya FC dalam laga kandang sebelumnya.

"Melawan Sriwijaya saat sudah unggul kami memaksakan menyerang sehingga melupakan lini pertahanan sehingga bisa kebobolan. Nah, nanti transisi menyerang ke bertahan harus diperhatikan dan lebih cepat baik ada bola maupun tidak," kata Gurning.

Soal kekuatan tim lawan, Gurning mengaku belum tahu detail, sehingga timnya hanya diinstruksikan bermain seperti dalam latihan. Selanjutnya pada babak pertama, pelatih akan meraba kekuatan PSGC untuk menerapkan taktik lanjutan.

"Kami beruntung melawan PSGC pemain tidak ada yang terkena sanksi kartu. Semua siap diturunkan kecuali satu pemain M Iqbal yang masih istirahat dari cedera lutut," katanya.

Di sisi lain, berkekuatan 16 pemain, PSGC datang ke Stadion Teladan, Medan, dengan optimisme tinggi. Laskar Galuh ingin tetap eksis dan menunjukkan citra dirinya sebagai tim yang kompetitif, setara dengan Ayam Kinantan.

"Kami sudah lupakan kekalahan dari Persibat. Kekurangan dan kesalahan pada pertandingan sebelumnya sudah dievaluasi. Kini kami menatap laga lawan PSMS. Doakan saja semoga PSGC menang di Medan," kata Direktur Teknik PSGC, Heri Rafni Kotari.

Joko Sasongko dan kawan-kawan tetap bersemangat dan punya hasrat tinggi untuk mengimbangi permainan tuan rumah. Mereka tidak takut dengan nama besar Ayam Kinantan. Sekalipun harus bermain dalam tekanan tinggi di depan publik sepak bola Medan.

"PSMS lawan yang sangat berat. Tapi, bagi kami, ini bukan kendala. Kami memang harus berjuang keras dan mengganggap ini laga final. Kami optimistis bisa mencuri poin di Stadion Teladan. Segala kemungkinan bisa terjadi," ucap Ayi Daud, asisten pelatih PSGC.*Agustian Pratama/Dani Wihara

 

loading...
news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
news
news