news
TOP FEATURE FOOTBALL
Gian Zola Jadi Polisi, sang Ibunda Paling Bangga
08 August 2019 15:18 WIB
berita
Gian Zola bersama keluarga di sela mengikuti pendidikan kepolisian/Foto: Istimewa
VIDEO gelandang Persib Bandung Gian Zola bersama koleganya Billy Keraf menjadi anggota Polri mengisi ruang media massa. Video singkat itu viral setelah keduanya menyatakan kebanggaannya menjadi anggota Polri mewakili masyarakat sepak bola nasional.

 Anggota timnas U-22 itu berbaur bersama 750-an siswa menjalani pendidikan polisi di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Jawa Barat. Zola dan Billy bakal mengikuti pendidikan selama tujuh bulan di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Selama mengikuti pendidikan, mereka diperlakukan sama dengan siswa lainnya agar memiliki peluang yang sama berkarier di kepolisian.




Baca Juga :
- Sejenak Lupakan Target Lima Besar, Manajemen hanya Minta Persib Konsisten hingga Akhir Musim
- Reaksi Mario Gomez Soal Kekalahan Borneo FC dari Persib




"Pada saat rekrutmen itu, ternyata ada pemain sepak bola yang bisa menempuh pendidikan. Artinya semuanya bisa memiliki peluang yang sama selama memiliki kompetensi, hingga akhirnya bisa diterima," kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, saat pembukaan pendidikan.

Menjadi anggota Polri, menurut cerita Budi Nugraha, ayah Zola, tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Zola hanya fokus pada sepak bola. Apalagi ia tengah berjuang menjadi bagian utama Persib. Tapi faktanya berbeda. Usai mengantarkan timnas U-23 juara Piala AFF 2019, tawaran jadi anggota Polri datang dari AKBP Sumardji, manajer timnas U-23.


Baca Juga :
- Komentar Robert Alberts Usai Persib Bungkam Borneo FC
- Preview Borneo FC vs Persib, Stadion Segiri Tidak Ramah bagi Maung Bandung


"Zola sempat bingung, karena Presiden Jokowi pun saat menerima timnas U-23 di istana kepresidenan menawarkan kesempatan jadi PNS. Tapi tawaran menjadi Polri lebih cepat. Apalagi ada dispensasi untuk tetap memperkuat Persib. Jadi langsung diambilnya untuk persiapan masa tua setelah lepas dari sepak bola," ujar Budi, mengulang obrolannya dengan Zola.

Seperti suratan takdir, sebelum resmi menjadi anggota Polri, Zola sering diajak main bola bersama tim sepak bola Polrestabes Bandung. Ia tidak pernah menolak asalkan tidak bentrok dengan kegiatan rutinnya bersama Maung Bandung. Bersama sang ayah, Zola jadi pemain tamu di tim Polresrabes Bandung.

"Enggak aneh ibunya, Yuyun Zuhariyyah, yang paling bangga Zola jadi polisi karena keluarga besarnya banyak yang jadi anggota polisi. Kalau saya dengan keluarga besar sih terserah Zola. Yang penting dia enjoy menjalaninya. Jangan sampai ganggu prestasi sepak bolanya," kata Budi, mantan pemain Indocement era Galatama kepada TopSkor.

Berbeda dengan Budi yang selalu terbuka dengan wartawan, Zola sebaliknya. Pemain kelahiran Bandung, 5 Agustus 1998 itu tidak mau terbuka membicarakan niatnya menjadi anggota Polri. Ia lebih enjoy diajak ngobrol soal karier sepak bolanya. Maklum, jalannya teramat panjang untuk bisa menjadi pemain reguler pada kompetisi Liga 1.

"Saya butuh jam terbang di klub yang beredar di Liga 1 karena ingin kembali ke timnas. Saya ingin terus jadi bagian timnas. Apalagi sebelumnya, ketika Asian Games digelar di Indonesia, saya tereliminasi dari timnas," ujar Zola dalam kesempatan berbincang.

Pemain jebolan Diklat Persib itu baru berbicara terbuka memilih jadi anggota Polri saat ia tidak mengikuti TC timnas U-23 di Bali, Juni 2019. Zola absen untuk menjalani serangkaian tes yang dihamparkan Brimob. "Saya harus tes Polisi. Tesnya di Brimob. Jadi saya izin tidak bisa ikut TC bersama Timnas U-23 di Bali," kata Zola, saat itu.

Pelatih Persib Robert Rene Alberts mafhum karena urusan pekerjaan Zola absen membela timnya. Karena itu ia tidak disertakan dalam tur Maung Bandung di Barito Putra dan Persela Lamongan. Meski servisnya sangat dibutuhkan Jagoan Bandung untuk mengubah wajah prestasinya.*Dani Wihara

loading...
news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
news
news