TOP FEATURE FOOTBALL
Fekir si Pemberontak yang Suka Menepati Janji
08 August 2019 13:51 WIB
berita
Pemain baru Betis, Nabil Fekir dikenal suka menepati janji.-Topskor/ist
HARI-hari pertama di ruang ganti sebagai pemain baru Real Betis dihabiskan Nabil Fekir dengan berbicara kepada Zouhair Feddal. Bukannya perihal klub atau sesuatu yang bisa mempermudah adapatasi, komunikasi pertama yang dibangun malah bertanya tentang penata rambut di Sevilla, Spanyol. Itu sedikit cerita dirinya tipikal sedikit bengal.

Sifat lain di balik wajah lugunya itu sudah kerap ditunjukkan pada tim lamanya Olympique Lyon, bahkan jadi salah satu alasan sekarang pergi ke Spanyol. Itu diakui oleh Gerard Bonneau selaku kepala tim pengintai (scout), selaku aktor utama yang membawa Fekir ke klub Prancis. Ia menyebut pemainnya itu bahkan acap disebut si  Pemberontak.


Baca Juga :
- Reine-Adelaide Akan Menambah Daya Serang Lyon
- Iglesias Rekrutan Termahal Kedua Betis




“Dia merasa perlu menjelajah ke proyek baru setelah betapa frustasinya di klub setelah apa yang terjadi tahun lalu, yakni gagal bergabung ke Liverpool FC. Fekir selalu mempertahankan dirinya dengan semangat pemberontak dan baginya panggung di Lyon memang sudah berakhir,” ucap Bonneau terkait kepindahan Fekir kepada El Pais.

Pada musim panas sebelumnya, gelandang 26 tahun ini memang sudah sangat dekat dikaitkan dengan Liverpool. Raksasa asal Inggris itu pun begitu ngotot untuk mengejar jasanya. Namun transfer urung terjadi sebab Les Gones –julukan Lyon– enggan melepasnya. Sedang di kesempatan berikutnya, cedera membuat klub peminat meragu.


Baca Juga :
- 30 Menit Merumput, Fabregras Diacungi Kartu Merah Gara-gara VAR
- Espanyol Bertekad Jaga Konsistensi


Seperti yang diakui Bonneau, sifat pemberontak gelandang berkaki kidal itu pun sudah ada sejak sangat muda atau di awal kariernya. “Saya menandatangani dia untuk Lyon dua kali. Pertama saat masih 13 tahun, tapi ia malah pergi di usia 15 sebab sempat beberapa kali mengalami masalah fisik. Saya merekrutnya lagi saat 17 tahun,” katanya.

Lebih jauh dipaparkan bahwa kala itu Fekir sedang bermain di divisi empat dan sudah tumbuh hebat. Niat awalnya, Lyon membutuhkan striker untuk tim muda. “Bagi saya, ia adalah pemain yang punya kualitas dan kecerdasan yang sangat cepat untuk bisa tampil pada level terbaik di Eropa. Saya tahu dia cinta Liga Spanyol,” tuturnya.

Meski dianggap pemberontak ataupun bengal, gelandang baru Betis ini merupakan sosok family man. Ia begitu dekat dengan keluarga dan sangat peduli dengan saudara sedarahnya itu. Alasan lain kepindahannya ke Spanyol adalah Los Verdiblancos –julukan Betis– juga mengontrak adiknya, Yassin Fekir untuk Betis B.

Sementara saat masih membela Lyon, Fekir bahkan membeli dua rumah di dekat markas tim yang salah satunya untuk ayah dan keluarganya. “Betis datang dan saya bilang ya. Saya telah berkata begitu jadi harus begitu. Bukan masalah bagi saya perihal biaya transfer. Saya pun berterima kasih ke Presiden Lyon,” ucap Fekir yang juga mengaku didekati Sevilla tapi tetap memilih Betis lantaran ia selalu menepati janji.* TAUFANI RAHMANDA DARI BERBAGAI SUMBER

 

SOROT
Fekir dan Feddal memang sama-sama punya darah Afrika (Aljazair dan Maroko) dan serupa menguasai bahasa Aljazair, sehingga memermudah komuniakasi keduanya.

D
Penulis
Dini Wulandari
news