KICK OFF
Wajar jika Eriksen Pilih Madrid
08 August 2019 04:02 WIB
berita
DARI empat pemain yang datang ke Tottenham Hotspur, ada sosok Tanguy Ndombele, yang bergabung dari Lyon. Tottenham membelinya dengan nilai transfer 55 juta euro. Harga tersebut tentu memperlihatkan kualitas sang pemain. Dan, faktanya, Ndombele memang termasuk pemain yang diminati sejumlah klub besar sebelum akhirnya resmi bergabung ke tim asuhan Mauricio Pochettino. Dengan Ndombele, lini tengah Spurs sejatinya akan semakin kuat.

Namun, apakah berarti pula Spurs akan memiliki peluang besar untuk menorehkan sejarah, meraih gelar Liga Primer pada 2019/20 ini? Peluang tersebut memang ada tapi tidak sebesar klub lainnya seperti Manchester City atau Liverpool. Jelang Liga Primer musim baru akan bergulir, Tottenham memang menjadi salah satu tim yang memiliki magnet karena grafik mereka yang setiap musim selalu meningkat. Terakhir musim lalu ketika Harry Kane dan kawan-kawan berhasil ke final Liga Champions.


Baca Juga :
- Ketika Bale Kembali Menguji Zidane
- Tetap Semangat dan Terus Berjuang




Sedangkan di Liga Primer 2018/19, Tottenham mengakhiri musim itu di posisi keempat. Meski demikian, mereka sempat masuk dalam persaingan dengan City dan Liverpool. Kekuatan Spurs untuk mengulangi rapor musim lalu bahkan untuk meraih hasil yang lebih tinggi lagi, terancam tidak akan terwujud karena mereka akan kehilangan salah satu gelandang terbaiknya, Christian Eriksen. Pemain asal Denmark tersebut menolak untuk memperpanjang kontrak dan memilih bermain di luar Liga Primer. Terakhir, masa depannya dikaitkan sangat kuat ke Real Madrid.

Bagi Eriksen, dia berada dalam usia 27 tahun, momen yang tepat untuk memilih antara gelar dan petualangan. Di dalam perburuan gelar sudah ada petualangan. Namun, sebaliknya, dalam petualangan belum tentu mendekatkannya kepada trofi. Eriksen sudah menjadi bagian Tottenham sejak 2013, artinya sudah enam musim dirinya memberikan semua kemampuannya untuk Tottenham. Total, Eriksen telah menorehkan 66 gol untuk Tottenham dalam 277 laga di semua ajang.


Baca Juga :
- Selama Belum Meraih Gelar Liga Primer…
- Tanpa Pogba Harus Cukup bagi Zidane


Dari enam musim tersebut, tidak satu pun berakhir dengan sebuah trofi. Sebagai pemain, tentu saja, dia berharap bisa mengukir perjalanan kariernya dengan satu atau dua gelar penting. Bertahan di Tottenham, boleh jadi memang ada potensi tersebut. Tapi, Eriksen membutuhkan tim dengan tradisi juara. Dia sudah menjadi bagian dari proses sejarah perjalanan Tottenham. Karena peran Eriksen, Spurs kini mampu bersanding dengan tim kuat Liga Primer.

Jadi, pilihan Eriksen untuk bermain di Madrid tentu dapat dipahami. Ini pula yang membuat dirinya menolak tawaran Manchester United (MU). Bagi Eriksen, sepertinya, MU akan tetap berada dalam proses di bawah asuhan Ole Gunnnar Solskjaer. Pilihan ini tentu bisa keliru karena bukan tidak mungin Tim Setan Merah justru tampil sebagai juara. Namun, menolak tawaran Madrid sepertinya sangat sulit bagi pemain asal Denmark yang sangat harus gelar ini.*Irfan Sudrajat

n
Penulis
nana sumarna
news