UMUM
Juara Pul A Pra-PON, Tim Voli DKI Tunggu Lawan
08 August 2019 13:03 WIB
berita
Tim voli putra DKI Jakarta (Dokumentasi PBVSI).
JAKARTA – Tim voli putra DKI Jakarta tak mau berpangku tangan meski sudah pasti lolos ke Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 Papua. Pada pertandingan terakhir Pra-PON region Nasional di GOR Bulungan, Jakarta, Rabu (7/8), skuat ibu kota kembali meraih kemenangan.

Berhadapan dengan Kalimantan Selatan (Kalsel), DKI menang telak 3-0 (25-16, 25-17, 25-11). Hasil ini membuat tim tersebut lolos ke semifinal dengan catatan sempurna, yakni empat kali menang alias tak pernah kalah. Sayang, pada satu laga, mereka hanya mendapat dua poin.




Baca Juga :
- Biasa Bermain dengan Pria, Azra Zifa Ingin Membawa Persija dan DKI Berprestasi
- POMNAS 2019 Berakhir, DKI Juara Umum




Tepatnya saat bertemu dengan Papua Barat, Selasa (6/8), di mana pertandingan berakhir dengan lima set. Menjadi juara Pul A sekaligus jadi bukti kalau performa DKI jauh lebih baik dibanding Pra-PON, lima tahun lalu. Mereka gagal menembus PON XIX/2016 di Jawa Barat (Jabar).

Padahal, DKI Jakarta berstatus sebagai salah satu tim besar dalam olahraga voli indoor. “Target kami untuk lolos PON, sudah (terwujud). Tapi, kami akan tetap serius, baik di semifinal maupun final,” ujar pelatih tim putra DKI Jakarta, Viktor Laiyan, usai pertandingan lawan Kalsel.


Baca Juga :
- Jatim Raih Emas Estafet, DKI Diskualifikasi
- Basket Putranya Taklukkan Jateng, Banten Kawinkan Medali Emas POMNAS 2019


Tak hanya sekadar lolos, DKI ingin hadir di Papua sebagai juara Pra-PON region nasional. Status ini diyakini bisa jadi sinyal, betapa kekuatan mereka sudah jauh mengalami perkembangan dan siap menebar ancaman untuk para rival seperti Jabar dan Jawa Timur (Jatim).

Khusus untuk Jatim, sudah dipastikan lolos ke Papua karena berstatus sebagai juara bertahan. Adapun pesaing lain, Jabar, juga mengikuti Pra-PON. Namun, mereka sudah lebih dulu memastikan tempat dalam pesta olahraga empat tahunan itu, satu hari sebelum DKI atau Selasa lalu.

Dalam Pra-PON 2019, DKI dan Jabar sama-sama tampil apik. Tim asuhan Teddy Hidayat tersebut juga menyapu bersih kemenangan dan berstatus pemuncak Pul B. Kini, kedua tim menunggu lawan di semifinal. Kamis (8/8) akan dimanfaatkan masing-masing tim untuk memulihkan kondisi.

Yang jelas, siapa pun lawan mereka di babak empat besar, Dio Zulfikri dan kawan-kawan dilarang menganggap remeh lawan. Perlawanan yang diberikan Papua Barat menjadi bukti kalau tim ini tak boleh jemawa. Ketika itu, Papua Barat mampu mencuri dua set dari mereka.

Beruntung, DKI mampu bangkit dan menang dengan skor 3-2 (22-25, 16-25, 25-17, 25-14, dan 15-11). “Kami harus menganggap semua lawan punya potensi. Jadi, jangan pernah menganggap remeh. Semua lawan di sini (Pra-PON) merupakan tim-tim yang tangguh,” Viktor menuturkan.

Evaluasi Pelapis

Sedangkan di bagian putri, Papua Barat sukses mengemas kemenangan. Meski sudah dipastikan lolos, Hanny Budiarti dan kawan-kawan tetap tampil ngotot kala menghadapi Banten, kemarin. Sempat kecolongan satu set, tim ini menutup laga dengan 3-1 (25-20, 25-14, 24-26, dan 25-14).

Wilfredus Wahyu selaku pelatih, sempat melakukan rotasi di tengah-tengah pertandingan dengan menurunkan pemain pelapis, tepatnya pada set ketiga. Namun, keputusan tersebut berdampak buruk karena Papua Barat harus memperpanjang napas hingga set keempat.

Hasil ini sekaligus jadi bukti, kalau skuat Papua Barat, kurang merata. Hal ini perlu dibenahi sebelum mereka berlaga di PON, tahun depan. “Niatnya mencoba skuat pelapis tapi hasilnya malah babak belur. Skuat cadangan akan menjadi fokus kami dalam persiapan nanti,” tutur Wahyu.

Papua Barat masih memiliki beberapa laga sisa dalam Pra-PON 2019. Dua di antaranya berstatus tim kuat, yakni Jatim dan DKI Jakarta. Keduanya juga sudah memastikan diri lolos ke PON.*KRISNA C. DHANESWARA

L
Penulis
Lily Indriyani Sukmawati