TOP FEATURE FOOTBALL
Cocu Bukan Sosok Otoriter
06 August 2019 14:45 WIB
berita
Pelatih Derby County Phillip Cocu mengaku dirinya akan terbuka dengan masukan dari staf maupun pemainnya./Istimewa
DENGAN delapan gelar liga sebagai pemain dan pelatih, 101 caps untuk timnas Belanda dan hampir 300 penampilan untuk FC Barcelona, wajar jika Phillip Cocu percaya dengan kemampuannya sendiri. "Saya seorang juara," kata pelatih Derby County FC itu tegas kepada Sky Sports. “Jika saya kalah, Anda akan mendapati orang yang berbeda."

Debutnya sebagai pelatih terbilang sukses. Lima tahun mengasuh PSV Eindhoven, Cocu menjadi juara Eredivisie tiga kali. Sayang, kiprahnya di Fenerbahce SK berakhir pahit. Dia dipecat setelah empat bulan. Kini, pria 48 tahun itu antusias menjalani petualangan bersama The Rams di Divisi Dua (Championship) menggantikan Frank Lampard.




Baca Juga :
- Balapan Championship Berakhir Tragis, 11 Mobil Tabrakan Keluar Lintasan
- Baston Tak Ingin Berhenti Mencetak Gol




Bagaimana Cocu bisa bergabung ke Stadion Pride Park, markas Derby? Filosofi adalah kunci baginya. “Saya terkesan dengan cara mereka (Derby) bermain, juga hubungan klub dengan fan. Ada juga fokus yang baik pada akademi, kemauan bekerja dengan pemain-pemain muda berbakat, sesuatu yang biasa kami lakukan di Belanda,” ujarnya.

Cocu menyatakan adalah tugas klub untuk terus membangun tim dengan fondasi para pemain muda, membimbing mereka secara individu. “Kami melakukannya di PSV, tetapi ada banyak pemain berpengalaman, Jadi kami akan coba mengelaborasikan itu di sini," ujar pelatih asal Belanda tersebut.


Baca Juga :
- Cocu Puas dengan Adaptasi Derby dengan Metodenya
- Leeds United Tunggu Pembuktian Kualitas Helder Costa


Cocu menyadari tak punya bakat alami seperti banyak pemain segenerasinya, Clarence Seedorf, Edgar Davids, Dennis Bergkamp, dan Patrick Kluivert. Ia bekerja keras untuk mencapai level yang sama dengan rekan-rekannya tersebut. Cocu pun membawa etos tersebut ke PSV, dan bertujuan melakukan hal yang serupa di Derby.

"Saya punya standar dan tuntutan tinggi. Jika Anda memiliki ambisi serta ingin mencapai sesuatu, itu tidak akan datang dengan mudah. Anda harus bekerja sangat keras dan berkorban banyak. Latihan jelas sangat krusial. Namun, selain itu, Anda juga perlu mental yang kuat,” lanjut Cocu.

Terlepas dari tuntutannya, Cocu juga menaruh kepercayaan besar pada bakat seluruh anggota stafnya. Ia pun menegaskan bukan tipikal pelatih diktator. "Saya suka memberi tanggung jawab kepada orang yang bekerja dengan saya," katanya. "Mereka melakukan pekerjaan mereka karena punya kualitas, jadi saya mempercayai mereka.”

Salah satunya adalah Liam Rosenior, asisten pelatih The Rams yang menawarkan wawasan berharga kepada Cocu yang menghabiskan hampir seluruh hidupnya di sepak bola Belanda atau Spanyol. “Liam sangat memahami Championship. Juga pengalaman bekerja dengan pemain muda. Tentu kehadirannya vital bagi tim," kata Cocu.

Musim lalu Derby gagal promosi setelah dikalahkan Aston Villa FC di play-off. Kini, kendati Lampard telah digantikan Cocu, target mereka tetap sama: naik kasta ke Liga Primer. “Ini kompetisi yang sulit, tetapi kami akan berusaha melakukan yang terbaik untuk meraih hasil semaksimal mungkin,” ujarnya.*NURUL IKA HIDAYATI

 

 

I
Penulis
I Gede Ardy E