UMUM
KONI Pusat Harus Belajar dari INASGOC Soal Transparasi Kata KPK
01 August 2019 21:15 WIB
berita
Deputi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pahala Nainggolan ternyata olahraga bisa jadi industri
JAKARTA - Panitia Asian Games 2018 (INASGOC) membawa olahraga bisa jadi industri. Konsep yang diterapkannya harusnya menjadi contoh agar dunia olahraga Indonesia bisa lebih mandiri.

Deputi Pencegahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pahala Nainggolan mengatakannya pada pengukuhan dan pelantikan pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat periode 2019-2023 di Hotel Borobudur Jakarta, Kamis 1 Agustus 2019.
 
"Ketika menghadapi Asian Games 2018, kita diwanti-wanti mendampingi INASGOC demi nama besar Indonesia. Belajar dari INASGOC, ternyata olahraga bisa jadi industri," kata Pahala Nainggolan.




Baca Juga :
- Marciano Norman Nilai Karetka SEA Games Dalam Kondisi Puncak
- Gala Siswa Indonesia 2019 Siap Lahirkan Juara Baru, Bali Bertemu Jateng di Final




Pahala Nainggolan mengingatkan bahwa KONI di bawah pimpinan Marciano Norman bersih dari masalah gratifikasi (suap) dalam melakukan kegiatan. Apalagi KONI saat ini menjadi pantauan setelah beberapa pengurus terdahulu berurusan dengan lembaga anti rasuah itu.

"KPK salah satu unit yang belum berhubungan dengan intens (KONI). Tapi sekarang kita akan ikut mendampingi baik KONI Pusat maupun KONI Daerah," ujarnya. 


Baca Juga :
- Resmi! Ini 37 Cabor PON 2020 Papua
- Awalnya Berjalan Tentram, Kongres KOI Bersifat Tertutup dan Sempat Ricuh


Dia berharap induk organisasi olahraga di Tanah Air itu harus mampu independen. Bahkan menjauh dari budaya suap dan gratifikasi. Apalagi yang berkaitan dengan dana hibah dan bantuan sosial. Pahala Nainggolan meminta KONI Pusat lebih transparan.

"Kuncinya semuanya buat transparan. Anggaran juga harus terbuka. Jika mengajukan proposal nilainya jelas. Kegunaannya, laporannya juga jelas. Jika perlu proposal dipublikasikan sehingga masyarakat bisa memantau apakah program yang dijalankan benar," dia menguraikan. 

Dengan terjadinya kerja sama ini, Pahala berharap tidak ada lagi kasus olahraga yang masuk ke lembaga anti rasuah itu.

"KPK siap memfasilitasi. Jika KONI Daerah kami juga akan membantu karena kami juga ada perwakilan di daerah. Harapan kami, tahun ini adalah yang terakhir kasus olahraga masuk KPK," tegasnya. 

KONI Pusat di bawah kepemimpinan Marciano Norman memang membuat gebrakan dengan menggandeng KPK demi berjalannya akuntabilitas keuangan. Tidak hanya itu, untuk kepengurusan juga melibatkan banyak pihak mulai mantan atlet, pengusahan hingga disabilitas.*
 

news
Penulis
Suryansyah