news
TENIS
Terkejut Sambutan Komunitas, MW Tennis Terpaksa Tolak Beberapa Peminat
01 August 2019 16:55 WIB
berita
Junior Tennis Summer Camp 2019 ini tergolong berhasil  menarik minat peserta
JAKARTA - MW Tennis menggelar pelatihan tenis usia muda berlabel Junior Tennis Summer Camp 2019 di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan, 29 Juli hingga 11 Agustus.  

Paquita  Widajaja selaku Camp Director mengaku terkejut dengan sambutan komunitas tenis terhadap perhelatan yang baru pertama  kalinya terselenggara ini. 




Baca Juga :
- Aldila Akhiri Paceklik Emas Tunggal Putri
- Komentar Bea/Eci Usai Sumbangkan Medali Emas dari Nomor Ganda Putri




“Semula  kami  kira  acara  ini  tak  akan  mampu  menjaring  lebih  dari sepuluh  peserta,  namun  mohon  maaf  bahwa  pada  akhirnya  terpaksa  menolak  beberapa  peminat  karena  daya  tampung  fasilitas  pelatihan  hanya mampu melayani 15 petenis,” tutur Paquita Widjaja, Kamis (1/8).  

Kelima belas peserta Junior Tennis Summer Camp yang berusia antara 11 hingga 15 tahun itu berlatih dengan bimbingan Frank van Fraaiyenhoven. Dua  mantan  petenis  nasional  Indonesia,  Utaminingsih  dan  Andrian Raturandang membantu pria asal Belanda yang juga menjabat sebagai Direktur Teknik PP Pelti itu menangani latihan di lapangan. 


Baca Juga :
- Tumpaskan Perlawanan Thailand, Bea/Eci Sumbang Emas untuk Indonesia
- Aldila Sutjiadi Raih Emas Pertama dari Cabor Tenis


“Karena berlangsung full-board dimana peserta pelatihan tinggal di satu lokasi dengan tempat latihan selama dua pekan, maka Junior Tennis Summer Camp 2019 ini tidak hanya meningkatkan ketrampilan taktik dan strategi tenis di  dalam  lapangan  saja,  namun  juga  melatih  kedisiplinan  di  luar  lapangan,” lanjut wanita yang juga aktif di dunia seni ini.  

Pihak MW Tennis pun menyertakan psikolog olahraga Ayi Sutarno dan pelatih fisik Darlan Syahputra dalam pelatihan ini. “Kalaupun  nantinya  tidak  berkarier  sebagai  petenis,  apa  yang  dijalani peserta camp saat ini bakal menjadi bekal yang berguna bagi mereka di masa depan, utamanya soal disiplin tepat waktu dan bertanggung jawab serta mampu bersosialisasi dengan peserta lain,” imbuh manajer tim Piala Fed Indonesia 2009 ini. 

Kendati penyelenggaraan perdana Junior Tennis Summer Camp 2019 ini tergolong berhasil  menarik minat peserta, namun Paquita Widjaja  buru-buru menampik bahwa pelatihan ini mendatangkan keuntungan finansial. 

“Kami  belum  berpikir  ke  arah  itu,  kami  sudah  merasa  gembira bisa berkontribusi  kembali  bagi  tenis  di  Tanah  Air.  Beberapa  peserta  terlihat antusias ketika tahu bahwa mereka menggunakan fasilitas latihan dan tenpat tinggal yang pernah digunakan petenis tim nasional Indonesia di waktu lalu,” pungkasnya.*

loading...
news
Penulis
Suryansyah
news
news