news
LIGA 1
Keputusan Wasit di Laga Persela vs Borneo FC Dinilai Tepat Departemen Wasit PSSI, Kecuali Satu Hal
31 July 2019 15:18 WIB
berita
Wasit Wawan Rapiko (kiri) saat mengamati duel pemain Persela Kei Hirose (kiri) dan gelandang Borneo FC Asri Akbar/Foto: Media Borneo FC
JAKARTA – Lanjutan laga pekan ke-11 Liga 1 antara Persela Lamongan versus Borneo FC di Stadion Surajaya, Senin (29/7), tidak hanya mempersoalkan hasil imbang 2-2. Dalam pertandingan tersebut terselip insiden yang menyita perhatian.

Ya, aksi penjaga gawang Persela, Dwi Kuswanto yang menyundul kepala dari gelandang Borneo, Wahyudi Hamisi dimenit akhir pertandingan. Dalam kondisi, Wawan Rapiko, wasit  yang memimpin pertandingan mengambil tindakan dengan mengganjar kedua pemain dengan kartu merah serta memberikan hadiah pinalti untuk tim Borneo.




Baca Juga :
- Marko Simic Ungkap Perasaan Cetak 4 Gol Saat Persija Bungkam Borneo FC
- Jadwal Siaran Langsung Liga 1 2019, Senin 11 November




Kejadian ini sontak membuat situasi semakin memanas. Para pemain dari kedua kesebelasan hingga official pelatih melakukan protes keras. Perdebatan tersebut berlangsung panjang, hingga 25 menit waktu berjalan.

Pelaksana tugas (Plt) Ketua Departemen Wasit PSSI, Efraim Ferdinand, mengaku sudah mengantongi kronologi kejadian tersebut. Dalam dua hari ke depan, pihaknya akan memanggil Wawan dan para asistennya, yakni Sukri Sulaeman dan Hanung Putranto Jati, serta wasit cadangan Ikhsan Prasetya Jati, untuk dievaluasi.


Baca Juga :
- Kontrak Fakhri Husaini di Timnas U-19 Habis, PSSI Belum Bersikap
- Harapan Persis Solo Sebelum Menginak Usia 100 Tahun


“Mengenai pemberian kartu merah untuk penjaga gawang dari Persela, Dwi Kuswanto, dan menunjuk penalti sebagai ganjarannya menurut saya itu keputusan yang tepat. Sesuai Law of the Game International Football Association Board (IFAB),” ujar Efraim, Selasa (30/7).

Jika mengacu pada peraturan pertandingan dari IFAB 2018/2019, Wawan melakukan keputusan tepat. Berdasarkan Pasal 4 regulasi Fouls and Misconduct Law of the Game IFAB, wasit bisa memberikan tendangan penalti jika ada pemain yang melakukan violent conduct.

Di dalamnya tertera penjelasan bahwa, jika bola dalam permainan dan pemain melakukan pelanggaran di dalam bidang permainan terhadap lawan, permainan akan dilanjutkan dengan tendangan bebas tidak langsung atau langsung atau tendangan penalti.

Sampai saat ini yang jadi tanda tanya besar adalah apakah kartu yang juga diterima pemain Borneo FC, Wahyudi Hamisi, keputusan tepat? Efraim mengaku semua belum bisa dikatakan benar atau salah karena dalam kejadian tersebut wasit dalam pertandingan yang benar-benar merasakan.

“Saat ini kami sedang dalam tahap evaluasi apakah ganjaran kartu merah untuk pemain Borneo, Wahyudi Hamisi, ini adalah tepat atau tidak. Sampai saat ini tidak ada yang mengetahui betul kondisi saat kejadian itu seperti apa di lapangan, hanya mengetahui melalui siaran televisi dan itu pun terpotong-potong,” ujar Efraim.

“Jadi tidak ada yang tahu ketika sebelum insiden terjadi, atau saat kejadian itu terjadi apa, mungkin ada ucapan-ucapan atau penyampaian yang tidak pantas dari pemain tersebut sehingga wasit memberikan kartu merah,” ujarnya.

Memang jika dilihat dari siaran ulang pada pertandingan tersebut, Wahyudi yang terganjar kartu merah juga tidak melakukan reaksi yang berlibihan. “Hal ini perlu dievaluasi secara mendalam. Artinya dalam kondisi tersebut wasit yang memimpin di lapangan adalah yang paling mengetahui,” kata Efraim.

Efraim mengaku tidak langsung memanggil wasit yang bersangkutan karena ingin memberi waktu untuk menenangkan kondisi. Di mana pada kejadian terebut Wawan dan kawan-kawan terkena serangan  berupa fisik dan perkataan dari pemain hingga supporter.

“Dalam satu atau dua hari ke depan kami baru akan bertindak langsung untuk mengevaluasi wasitnya. Untuk saat ini belum karena kami melihat kondisi wasit itu sendiri yang pada pertandingan tersebut mengalami serangan. Tidak etis saja jika kami langsung panggil beliau untuk dievaluasi,” ujar Efraim.

“Dari PSSI sendiri tadi malam sudah langsung melakukan evaluasi internal berdasarkan kejadian di lapangan. Ke depan kami akan rapat berdasarkan laporan pengawas pertandingan, penilai wasit, dan dengan wasit itu sendiri,” katanya.*Nizar Galang Gandhimar

news
Penulis
Kunta Bayu Waskita
Nyaman di Harian TopSkor, Mantap di TopSkor.id
news
news